PSPS Pekanbaru Terjebak di Grup B League Cup 2026/2027, Misi Kudeta Puncak Klasemen Menanti di Kandang
Kalimantan Update – 08 Oktober 2026 | PSPS Pekanbaru tidak mendapat jalan yang mudah menuju babak knockout League Cup 2026/2027. Hasil undian yang digelar Rabu, 7 Oktober 2026 sore dan disiarkan langsung oleh operator kompetisi menempatkan Asykar Bertuah di Grup B Zona Barat 1 bersama Semen Padang FC dan Bhayangkara Presisi Lampung FC. Bagi PSPS Pekanbaru, komposisi grup ini menghadirkan tantangan sekaligus peluang yang harus dihitung cermat mengingat format kompetisi yang sangat ketat.
Sebelum pengundian, PSPS Pekanbaru berada di Pot 3 Zona Barat 1 bersama Persiraja Banda Aceh dan PSMS Medan. Pot unggulan atau Pot 1 dihuni Persija Jakarta, Bhayangkara FC, dan Dewa United FC, sementara Pot 2 terdiri atas Persita Tangerang, Semen Padang FC, dan Sumsel United. Hasil akhirnya mempertemukan PSPS Pekanbaru dengan Semen Padang, tim yang sudah sangat akrab karena sama-sama berkompetisi di Pegadaian Championship 2026/2027.
Pertemuan dengan Semen Padang membuat grup ini terasa familiar. Kedua tim telah memiliki sejarah pertandingan musim ini, termasuk laga penting dalam persaingan papan atas Grup A. Sementara itu, Bhayangkara Presisi Lampung FC menjadi lawan yang wajib diwaspadai karena bisa mengacak-acak mimpi Asykar Bertuah untuk melaju ke fase berikutnya.
Sekretaris Klub PSPS Pekanbaru, Muhammad Teza Taufik, menyatakan bahwa hasil drawing tersebut menjadi bagian dari persiapan tim menghadapi agenda kompetisi berikutnya. Menurutnya, setiap pertandingan dipastikan memiliki arti penting untuk menentukan langkah ke fase selanjutnya. Kompetisi ini diikuti 36 klub yang terbagi dalam 12 grup, dengan masing-masing grup berisi tiga klub.
Format kompetisi membuat ruang untuk salah langkah sangat sempit. Setiap klub hanya memainkan dua pertandingan fase grup, satu laga kandang dan satu laga tandang. Hanya juara grup yang mendapat tiket menuju babak knockout. Artinya, PSPS Pekanbaru tidak cukup sekadar mengumpulkan angka, melainkan wajib finis di posisi puncak sebagai pintu tunggal menuju fase berikutnya.
Di sisi lain, PSPS Pekanbaru tengah menghadapi agenda padat di Pegadaian Championship 2026/2027. Pada pekan kelima, Asykar Bertuah akan menjamu PSMS Medan di Stadion Kaharuddin Nasution, Pekanbaru, Minggu, 11 Oktober 2026. Laga ini diprediksi sengit karena PSMS Medan datang sebagai pemuncak klasemen sementara dengan 10 poin, sementara PSPS Pekanbaru berada di posisi keempat dengan 9 poin, sama dengan PSIS Semarang dan Persikad Depok.
Rekor pertemuan kedua tim menunjukkan keseimbangan. Pada musim 2025/2026, PSMS dan PSPS bertemu tiga kali di putaran I, II, dan III, dan ketiganya berakhir imbang. Pertemuan pertama pada 20 September 2025 berakhir 3-3 di kandang PSPS. Pada 19 November 2025, PSMS ditahan imbang 1-1 di Stadion Utama Sumatera Utara. Kemudian pada 28 Maret 2026, hasil seri kembali terjadi dengan skor 1-1.
Menjelang duel tersebut, PSMS Medan membawa modal positif. Tim berjuluk Ayam Kinantan itu mencatat tiga clean sheet beruntun dan tampil konsisten pada empat pertandingan awal. PSMS juga dua kali tampil di Stadion Utama Sumatera Utara dengan hasil kemenangan telak, termasuk kemenangan 0-6 atas Persiku Kudus. Pada laga sebelumnya musim ini, PSMS menang telak 4-0 atas Persikad Depok, sementara PSPS Pekanbaru baru saja mengalahkan Semen Padang dengan skor 0-1.
Kemenangan tipis atas Semen Padang menjadi suntikan moral bagi PSPS Pekanbaru. Namun, tantangan sesungguhnya menanti pada dua laga fase grup League Cup yang hanya menyediakan tiket bagi juara grup. Kombinasi kekuatan Semen Padang dan Bhayangkara Presisi Lampung FC memaksa Asykar Bertuah tampil disiplin, efisien, dan tanpa kesalahan berarti.
Dukungan suporter di Stadion Kaharuddin Nasution diprediksi menjadi faktor penting. Bermain di hadapan publik sendiri pada satu laga kandang menjadi modal berharga, tetapi hasil tandang tetap wajib dijaga. Manajemen dan tim pelatih dituntut menyusun rotasi pemain yang tepat agar performa di dua kompetasi tetap stabil.
Di tengah persaingan yang ketat, PSPS Pekanbaru juga mendapat kabar menggembirakan dari pembinaan usia dini. SSB Opris dari Rimbopanjang, Kampar, keluar sebagai juara Piala Grassroot Indonesia Regional Riau 2026 U10 setelah mengalahkan Pekanbaru City Soccer School Yellow dengan skor 3-2 di Stadion Utama Riau. SSB Opris berhak mewakili Riau ke putaran final di Stadion Pakansari, Bogor, sekaligus membawa pulang empat piala, termasuk kiper terbaik, pemain terbaik, dan pelatih terbaik.
Prestasi tersebut menunjukkan bahwa ekosistem sepak bola Riau, khususnya di Pekanbaru dan sekitarnya, terus melahirkan talenta muda. Hal ini menjadi fondasi penting bagi klub seperti PSPS Pekanbaru dalam membangun skuat jangka panjang yang kompetitif di level nasional.
Dengan peta persaingan yang sudah terbentuk, PSPS Pekanbaru berada di persimpangan antara ambisi dan realitas. Dua laga fase grup League Cup menjadi ujian ketajaman strategi, sementara laga melawan PSMS Medan menjadi pembuktian kualitas di Pegadaian Championship. Jika mampu menjaga konsistensi dan memanfaatkan laga kandang secara maksimal, mimpi Asykar Bertuah untuk melangkah jauh di dua kompetisi bukan hal yang mustahil diwujudkan.
Penulis: Syaifullah, Oktavianus A, Rudi Hamdani, Sukardi, Tri Widodo
Editor: Syaifullah, Oktavianus A, Rudi Hamdani, Sukardi, Tri Widodo
Sumber Berita: SabangMerauke News, BUALBUAL.com, Mistar.id, JawaPos.com, RiauSky.com
