Kalimantan Update – 03 Oktober 2026 | Panggung FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi saksi bisu betapa tajamnya lini serang Timnas Indonesia. Namun, bagi tim nasional sepak bola Bangladesh, laga pamungkas Grup A yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis (1/10/2026) malam WIB, berubah menjadi mimpi buruk. Tim asuhan pelatih Thomas Dooley itu harus pulang dengan kepala tertunduk setelah dibantai Garuda dengan skor telak 9-2.
Bintang muda Timnas Indonesia, Mitchell Baker, menjadi aktor utama di balik pesta gol tersebut. Penyerang berusia 19 tahun itu mencetak lima gol alias quintrick dalam satu pertandingan. Torehan lima golnya tercipta masing-masing pada menit ke-11, 20, 37, 42, dan 90+7. Penampilan gemilang Baker membuat lini pertahanan tim nasional sepak bola Bangladesh kewalahan sepanjang 90 menit.
Pengamat sepak bola nasional, Luciano Leandro, menilai performa Baker tidak hanya soal produktivitas. Menurutnya, pemain berpostur 196 sentimeter itu memiliki mobilitas, keberanian menyerang ruang, kecepatan mengambil keputusan, dan insting berada di posisi yang tepat. “Lima gol dalam satu pertandingan di level internasional bukan sesuatu yang mudah,” ujar Luciano kepada awak media, Jumat (2/10/2026).
Samai Rekor Legenda 55 Tahun Silam
Quintrick Baker membuat namanya sejajar dengan legenda Timnas Indonesia, almarhum Iswadi Idris. Pada 1971 silam, Iswadi juga mencetak lima gol saat Garuda membantai Vietnam 9-1. Baker pun menjadi pemain kedua dalam sejarah Timnas Indonesia yang mampu mencetak lima gol dalam satu pertandingan internasional. Sementara rekor gol terbanyak dalam satu laga masih dipegang Soetjipto Soentoro yang mengemas delapan gol ke gawang Singapura pada 1969.
Usai pertandingan, Baker mengaku laga kontra tim nasional sepak bola Bangladesh sebagai pertandingan paling gila yang pernah ia jalani sepanjang karier profesionalnya. “Ya, pertandingan yang gila. Tapi saya hanya ingin menjalankan apa yang dikatakan Coach Herdman,” ujarnya dalam sesi konferensi pers. Ia juga mengapresiasi dukungan penuh suporter di SUGBK yang dinilainya membakar semangat para pemain hingga peluit panjang dibunyikan.
Emil Audero Ikut Menyerang
Menariknya, kiper Timnas Indonesia, Emil Audero, turut ambil bagian dalam aksi menyerang skuad Garuda. Ia bahkan ikut membantu serangan ketika Indonesia mencetak gol kedelapan. “Pertandingan jenis ini sangat sulit untuk dinilai secara mentah. Tentu saja tim saya butuh mencetak gol, sehingga keseimbangan tim condong penuh ke depan,” kata Emil, dilansir dari FIFA, Sabtu (3/10/2026).
Emil mengakui bahwa dalam beberapa momen skuad Garuda tidak bertahan dengan baik karena fokus utama mereka adalah menyerang. “Jadi wajar jika Anda menekan ke depan dan meninggalkan ruang di belakang,” tambahnya. Sikap agresif ini membuat pertahanan tim nasional sepak bola Bangladesh semakin tertekan dan tak mampu keluar dari tekanan.
Protes Pelatih Bangladesh dan Sorotan Kontroversi
Pelatih Bangladesh, Thomas Dooley, melayangkan protes terkait durasi tambahan waktu yang diberikan wasit Nasruollo Kabirov asal Tajikistan. Awalnya, layar stadion menunjukkan tambahan waktu dua menit. Namun, situasi berubah ketika wasit mengoreksi durasi tambahan menjadi tujuh menit. Menurut Dooley, situasi ini tidak sesuai harapan dan menekankan pentingnya konsistensi dalam keputusan wasit.
Meski aturan Laws of The Game memperbolehkan wasit menambah waktu, keputusan tersebut tetap memicu perdebatan di kalangan penggemar dan pelaku sepak bola. Pelatih Vietnam, Kim Sang Sik, juga menyoroti hasil 9-2 sebagai laga yang tidak wajar. Ia menilai kemenangan dengan skor sebesar itu merupakan hasil yang sangat tidak umum dalam dunia sepak bola.
Dampak ke Ranking FIFA
Kemenangan besar atas tim nasional sepak bola Bangladesh berdampak positif pada peringkat Timnas Indonesia di ranking FIFA. Indonesia naik satu posisi ke peringkat 117 setelah mengantongi tambahan poin sebesar 2,66. Total poin Indonesia kini menjadi 1.163,15. Hasil ini membuat Indonesia menggeser Sudan yang kehilangan 11,08 poin usai kalah dari Mozambik dalam Kualifikasi Piala Afrika 2027.
| Statistik Laga | Keterangan |
|---|---|
| Skor Akhir | Indonesia 9-2 Bangladesh |
| Lima Gol Baker | Menit 11, 20, 37, 42, 90+7 |
| Posisi Grup A | Indonesia juara dengan 7 poin |
| Ranking FIFA Indonesia | Naik ke posisi 117 |
Kemenangan ini memastikan Indonesia keluar sebagai juara Grup A dengan koleksi tujuh poin, unggul produktivitas gol atas Malaysia. Bagi Bangladesh, hasil ini menjadi evaluasi besar untuk memperbaiki kualitas permainan di level internasional. Sementara bagi Indonesia, performa Baker dan rekan-rekan menjadi modal berharga menghadapi babak final FIFA ASEAN Cup 2026.
Secara keseluruhan, laga ini membuktikan bahwa Timnas Indonesia sedang berada di jalur yang baik di pentas internasional. Ketajaman Mitchell Baker, agresivitas Emil Audero, serta sorotan kontroversi dari kubu tim nasional sepak bola Bangladesh menjadikan pertandingan ini salah satu laga paling dramatis sepanjang turnamen. Evaluasi tetap diperlukan, terutama dalam menjaga keseimbangan antara menyerang dan bertahan, agar Garuda mampu bersaing di level yang lebih tinggi.

