Perbaikan Pipa Jebol BPAM Banjarbakula Ditarget Rampung 10 Hari, Pasokan Air Baku Banjar Dioptimalkan
Kalimantan Update – 11 Oktober 2026 | Perbaikan Pipa Jebol BPAM Banjarbakula Ditarget Rampung 10 Hari menjadi sorotan publik Kalimantan Selatan setelah pipa transmisi utama berdiameter 1.200 milimeter di Desa Sei Landas, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, mengalami kebocoran pada Jumat malam, 9 Oktober 2026, sekitar pukul 20.20 Wita. Balai Pengelolaan Air Minum (BPAM) Banjarbakula bergerak cepat menangani insiden tersebut demi menjaga keberlangsungan pasokan air baku bagi masyarakat Banjarbaru dan Martapura.
Kepala BPAM Banjarbakula, Siddiq Wahyu Pamungkas, menjelaskan bahwa begitu titik kebocoran teridentifikasi, petugas langsung mematikan pompa Intake Mandikapau dan menutup sejumlah valve yang terhubung dengan jalur pipa utama. Langkah pengamanan ini dilakukan untuk menghentikan aliran air menuju titik kebocoran sekaligus mencegah kerusakan yang lebih meluas pada infrastruktur transmisi.
Pada Sabtu siang, 10 Oktober 2026, tim BPAM Banjarbakula melanjutkan penanganan melalui survei kondisi lapangan, pengecekan pipa, serta persiapan alat berat dan material. “Kebocoran terjadi tadi malam sekitar pukul 20.20 Wita. Hari ini kami melakukan persiapan pekerjaan, menunggu alat berat berupa ekskavator tiba di lokasi. Untuk material dan suku cadang perbaikan, Alhamdulillah sudah tersedia,” ujar Wahyu di lokasi kejadian.
Material dan Tahapan Perbaikan Disiapkan Matang
Sejumlah material teknis telah disiapkan untuk mendukung proses perbaikan, di antaranya ripper clamp yang berfungsi membantu proses penyambungan dan penguatan pipa. Setelah ekskavator tiba dan seluruh persiapan teknis terpenuhi, pekerjaan perbaikan akan dilaksanakan sesuai kondisi aktual di lapangan.
BPAM Banjarbakula memperkirakan penanganan membutuhkan waktu sekitar 5 hingga 10 hari. Rentang waktu tersebut mempertimbangkan tahapan pekerjaan teknis hingga sistem transmisi dinyatakan aman untuk kembali dioperasikan. Target Perbaikan Pipa Jebol BPAM Banjarbakula Ditarget Rampung 10 Hari ini menjadi acuan agar pasokan air baku dari jalur utama dapat dipulihkan secara bertahap.
Berikut tahapan penanganan yang dilakukan BPAM Banjarbakula:
- Identifikasi titik kebocoran pada pipa transmisi utama berdiameter 1.200 mm.
- Pemadaman pompa Intake Mandikapau dan penutupan valve jalur pipa utama.
- Survei kondisi lapangan dan pengecekan pipa pada Sabtu pagi.
- Mobilisasi alat berat ekskavator serta penyiapan material ripper clamp.
- Pelaksanaan perbaikan sesuai kondisi aktual di lapangan.
- Pengujian dan pengoperasian kembali sistem transmisi secara bertahap.
Intake Darurat Dioptimalkan Jaga Pasokan Air Baku
Di tengah gangguan tersebut, BPAM Banjarbakula mengoperasikan intake darurat dengan kemampuan debit sekitar 120 liter per detik. “Pengoperasian ini menjadi langkah sementara untuk membantu menjaga pasokan air baku selama jalur transmisi utama dalam proses penanganan,” ungkap Wahyu.
Wahyu mengakui kebocoran pipa utama berdampak terhadap operasional distribusi air baku. Karena itu, BPAM Banjarbakula berupaya mengoptimalkan pompa darurat dan menyiapkan langkah operasional pendukung, termasuk pengaturan aliran melalui koordinasi dengan pihak terkait.
“Kami berupaya agar pengoperasian tetap berjalan melalui intake darurat. Memang ada gangguan karena kebocoran terjadi pada pipa utama, tetapi kami terus mengoptimalkan sistem yang tersedia agar pasokan air baku tetap dapat berjalan selama perbaikan,” ujarnya.
Revitalisasi Pipa Diusulkan untuk 2027
Untuk mencegah kejadian serupa terulang, BPAM Banjarbakula telah mengusulkan revitalisasi pipa air baku kepada Direktorat Jenderal Sumber Daya Air. Usulan tersebut diharapkan dapat direalisasikan pada 2027 sebagai langkah jangka panjang mengatasi kerawanan kebocoran pada jalur transmisi.
BPAM Banjarbakula menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas gangguan yang ditimbulkan akibat kebocoran pipa tersebut. Masyarakat diminta memahami proses penanganan yang sedang berlangsung, sembari BPAM Banjarbakula terus memantau kondisi sistem dan mengupayakan perbaikan agar operasional dapat kembali normal secepat mungkin.
Pengamat infrastruktur menilai, kecepatan respons menjadi kunci dalam menjaga kepercayaan publik terhadap layanan air baku. Koordinasi lintas instansi, kesiapan material, serta transparansi informasi kepada warga menjadi faktor penentu keberhasilan penanganan darurat semacam ini.
Dengan target Perbaikan Pipa Jebol BPAM Banjarbakula Ditarget Rampung 10 Hari, masyarakat diharapkan tetap menghemat penggunaan air selama masa perbaikan berlangsung. BPAM Banjarbakula juga membuka jalur komunikasi bagi warga yang ingin memperoleh informasi terkini mengenai perkembangan perbaikan pipa transmisi utama tersebut.
Secara keseluruhan, insiden ini menjadi pengingat bahwa infrastruktur air baku memerlukan perhatian berkelanjutan, mulai dari pemeliharaan rutin hingga investasi revitalisasi jangka panjang. Perbaikan Pipa Jebol BPAM Banjarbakula Ditarget Rampung 10 Hari menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga layanan dasar bagi masyarakat Banjarbakula, sekaligus menegaskan pentingnya percepatan program revitalisasi pipa pada 2027 mendatang.
Penulis: Syaifullah
Editor: Oktavianus A, Rudi Hamdani, Sukardi, Tri Widodo
Sumber Berita: Kanal Kalimantan
