Lantai Jemur Portabel Bantu Petani Kukar Pangkas Waktu Mengeringkan Gabah
Kalimantan Update – 28 Oktober 2026 | Program pengadaan lantai jemur portabel di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, menjadi angin segar bagi kelompok tani di kawasan sentra produksi padi. Inovasi ini terbukti menjadi solusi nyata karena Lantai Jemur Portabel Bantu Petani Kukar Pangkas Waktu Mengeringkan Gabah sekaligus mempermudah proses penanganan pascapanen yang selama ini kerap terkendala jarak dan cuaca.
Fasilitas pengeringan yang dapat dipindah-pindah ini ditempatkan di sejumlah titik lahan pertanian agar proses penanganan gabah oleh kelompok tani menjadi lebih mudah dan lebih cepat. Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Kukar, Ananias, menjelaskan bahwa pengadaan lantai jemur portabel merupakan salah satu program pemerintah daerah untuk mendukung kebutuhan petani, khususnya di kawasan sentra produksi padi.
“Selama masa kepemimpinan Bupati Kukar Aulia Rahman Basri dan Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin, kami menargetkan pengadaan 500 unit di seluruh sentra produksi padi di Kukar,” terang Ananias di Tenggarong, Selasa (27/10/2026).
Dari target tersebut, sebanyak 104 unit telah terealisasi dan tersebar di sejumlah wilayah, seperti Tenggarong Seberang, Loa Kulu, Loa Janan, Muara Kaman, dan Sebulu. Penambahan unit dilakukan secara bertahap agar jangkauan fasilitas pengeringan semakin luas dan petani memiliki akses yang lebih dekat.
Alternatif Efisien dari Lantai Jemur Permanen
“Kalau lantai jemur permanen, kita membangun satu tempat, sementara lahannya bisa sampai 20 hektare atau 30 hektare. Untuk menuju bangunan itu kan jauh,” ujarnya.
Melalui sistem portabel, fasilitas dapat disebar di beberapa titik sesuai kebutuhan kelompok tani. Setiap kelompok bisa memperoleh lima hingga 10 unit setelah mengajukan permohonan dan melalui pemeriksaan kelayakan oleh Dinas Ketapang Kukar. Skema ini dinilai lebih adil dan tepat sasaran karena penempatan unit menyesuaikan lokasi lahan garapan anggota kelompok.
Kapasitas dan Keunggulan Teknologi UV
Satu unit lantai jemur berukuran 4 x 24 meter dengan kapasitas sekitar dua ton gabah dalam sekali pengeringan. Prosesnya membutuhkan waktu dua hingga tiga hari, bergantung pada kondisi dan kebutuhan pengeringan. Dengan kapasitas tersebut, Lantai Jemur Portabel Bantu Petani Kukar Pangkas Waktu Mengeringkan Gabah secara signifikan dibandingkan penjemuran konvensional di jalan atau halaman terbuka.
Keunggulan lainnya terletak pada penggunaan plastik ultraviolet (UV) yang membantu mempertahankan panas di dalam bangunan. Dengan sistem tersebut, panas yang tersimpan dapat mendukung proses pengeringan meskipun cuaca berubah atau hujan turun.
“Kalau misalnya kemarin panas, kemudian hari ini hujan, panasnya sudah terperangkap karena kita menggunakan sistem UV,” jelasnya.
Dari sisi biaya, pengadaan satu unit lantai jemur portabel berada di bawah Rp20 juta. Konstruksinya menggunakan material baja, sedangkan bagian plastik UV perlu mendapat perhatian dalam pemeliharaan karena dapat mengalami kerusakan atau berjamur seiring waktu.
Multifungsi dan Rencana Pengembangan
Selain gabah, fasilitas ini sebenarnya dapat digunakan untuk mengeringkan komoditas lain, seperti jagung, kopi, ikan, dan rumput laut. Meski demikian, pemanfaatan di Kukar saat ini difokuskan untuk membantu petani menjaga kualitas gabah setelah panen.
Berikut sejumlah poin penting program lantai jemur portabel di Kukar:
- Target pengadaan: 500 unit di seluruh sentra produksi padi Kukar.
- Realisasi saat ini: 104 unit di lima wilayah, yakni Tenggarong Seberang, Loa Kulu, Loa Janan, Muara Kaman, dan Sebulu.
- Ukuran per unit: 4 x 24 meter dengan kapasitas sekitar dua ton gabah sekali pengeringan.
- Durasi pengeringan: dua hingga tiga hari, tergantung kondisi cuaca.
- Harga per unit: di bawah Rp20 juta dengan konstruksi material baja dan penutup plastik UV.
- Skema distribusi: lima hingga 10 unit per kelompok tani setelah permohonan dan pemeriksaan kelayakan.
Ananias menambahkan bahwa program pengadaan lantai jemur portabel mulai dilaksanakan pada 2025 anggaran perubahan, sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah mendukung penanganan pascapanen dan kebutuhan petani di wilayah sentra produksi.
Keberadaan fasilitas ini diharapkan mampu menekan risiko kerugian akibat gabah yang terlambat dikeringkan, misalnya karena terendam hujan atau berkecambah. Kualitas gabah yang terjaga pada akhirnya berpengaruh pada harga jual dan pendapatan petani.
Dengan realisasi yang terus bertambah, Lantai Jemur Portabel Bantu Petani Kukar Pangkas Waktu Mengeringkan Gabah menjadi bukti bahwa dukungan sarana pascapanen yang tepat guna dapat mempercepat proses produksi sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di daerah. Pemerintah daerah berharap penambahan unit secara bertahap dapat memperluas jangkauan fasilitas pengeringan di sentra produksi padi, sehingga petani memiliki akses yang lebih dekat dan proses penanganan hasil panen dapat berjalan lebih efektif.
Penulis: Rudi Hamdani | Editor: Sukardi
Sumber Berita: Updatekaltim.com
