Demiane Agustien, Permata Arsenal yang Kini Diburu PSSI Usai Juara ASEAN Cup 2026
Kalimantan Update – 13 Oktober 2026 | Nama Demiane Agustien kembali mencuri perhatian publik sepak bola Tanah Air. Pemain muda Arsenal U-21 berusia 18 tahun itu disebut-sebut sebagai target utama PSSI dalam upaya memperkuat Timnas Indonesia menjelang Piala Asia 2027. Demiane Agustien, yang memiliki garis keturunan Indonesia dari nenek pihak ibu, baru saja menandatangani kontrak profesional bersama The Gunners dan rutin berlatih bersama tim utama Arsenal. Ketertarikan PSSI terhadap Demiane Agustien bukan tanpa alasan. Sang pemain disebut memiliki kemampuan teknis mumpuni, terutama pada kaki kirinya yang dinilai mengingatkan pada bintang Chelsea, Hakim Ziyech.
Pemantauan terhadap Demiane Agustien dilakukan secara intensif oleh tim pemandu bakat PSSI yang bekerja sama dengan pelatih Timnas Indonesia, John Herdman. Herdman menegaskan pentingnya regenerasi skuad di level tertinggi, terutama setelah keberhasilan Indonesia menjuarai ASEAN Cup 2026. “Kami membutuhkan pemain dengan karakter berbeda di lini serang, gelandang disiplin, hingga pertahanan solid,” ujar Herdman dalam keterangan resminya. Kecepatan, akselerasi, dan transisi dari bertahan ke menyerang menjadi aspek yang ditekankan dalam skema permainan Garuda.
Demiane Agustien bukan satu-satunya nama yang masuk radar. Sejumlah pemain keturunan lain juga tengah dipantau, seperti Dean Zandbergen, Laurin Ulrich, Tristan Gooijer, Julian Oerip, Jenson Seelt, Jahnoah Markelo, dan Pascal Struijk. Namun, Demiane Agustien menjadi sorotan utama karena potensinya yang dianggap paling siap bersaing di level internasional. Ayahnya, Kemy Agustien, mantan pesepak bola yang pernah memperkuat AZ Alkmaar, Birmingham City, dan Swansea City, mengaku sangat bangga dengan perkembangan putranya.
“Kaki kirinya benar-benar luar biasa. Anda bisa membandingkannya sedikit dengan Hakim Ziyech: kaki kirinya sangat bagus,” kata Kemy kepada ESPN. Menurut Kemy, kelebihan tersebut membuat Demiane mampu menciptakan ancaman ketika menguasai bola, baik sebagai pemain sayap maupun gelandang serang.
Klub-klub Belanda juga dikabarkan mulai memantau perkembangan Demiane Agustien. Hal ini membuka peluang bagi sang pemain untuk mendapatkan menit bermain lebih banyak di level senior, yang tentu akan menguntungkan Timnas Indonesia jika proses naturalisasi berjalan lancar. Respons positif dari Demiane dan keluarganya menjadi sinyal kuat bahwa proses administrasi kewarganegaraan dapat berjalan dalam waktu dekat.
PSSI sendiri dilaporkan mempercepat langkah penjajakan terhadap talenta muda Arsenal tersebut. Langkah ini sejalan dengan komitmen federasi dalam menjaga kesinambungan prestasi, terutama setelah sukses di ASEAN Cup 2026. Integrasi pemain diaspora seperti Demiane Agustien, Luke Vickery, dan Mitchell Baker diyakini mampu memperkuat fondasi tim untuk kualifikasi Piala Dunia mendatang.
Meski demikian, daftar pemain yang dipantau perlu dipahami sebagai nama-nama yang dikaitkan dengan proses pemantauan, bukan konfirmasi bahwa seluruhnya telah mendapat tawaran resmi atau sedang menjalani naturalisasi. Proses naturalisasi membutuhkan waktu dan prosedur yang tidak singkat, termasuk verifikasi dokumen dan persetujuan dari berbagai pihak.
Bagi publik sepak bola Indonesia, kehadiran Demiane Agustien memberikan harapan baru. Sosoknya dianggap mampu menambah variasi serangan Garuda dengan kemampuan dribel, visi permainan, dan tendangan kaki kiri yang akurat. Jika semua berjalan sesuai rencana, bukan tidak mungkin Demiane akan menjadi bagian dari skuad Timnas Indonesia di Piala Asia 2027.
Dengan bakat yang dimiliki dan dukungan dari berbagai pihak, Demiane Agustien berpotensi menjadi salah satu pemain kunci di masa depan. Perjalanan kariernya di Arsenal dan peluang membela Timnas Indonesia akan menjadi cerita menarik untuk diikuti. PSSI dan seluruh pecinta sepak bola Tanah Air tentu berharap proses ini berjalan lancar demi kejayaan Garuda di kancah internasional.
