Lamine Yamal Lebih Hebat dari Messi? Rekor 17 Gol di Usia 19 Tahun Bikin Barcelona Terpesona

Foto: Istimewa

Lamine Yamal Lebih Hebat dari Messi? Rekor 17 Gol di Usia 19 Tahun Bikin Barcelona Terpesona

Kalimantan Update – 15 Oktober 2026 | Penampilan gemilang Lamine Yamal bersama Barcelona dan Timnas Spanyol terus menjadi sorotan dunia sepak bola. Winger muda berusia 19 tahun itu kembali mencuri perhatian setelah mencatatkan rekor luar biasa: 17 kontribusi gol (8 gol dan 9 assist) hanya dalam 10 pertandingan di semua kompetisi musim ini. Angka tersebut bahkan melampaui capaian Lionel Messi pada musim 2008-09, ketika Messi meraih Ballon d’Or pertamanya di usia 19 tahun dengan torehan 14 kontribusi gol (8 gol dan 6 assist).

Konsistensi Lamine Yamal membuat publik sepak bola Eropa mulai membandingkannya dengan para legenda. Sejak kembali dari Piala Dunia sebagai juara bersama Spanyol, ia tampil memukau. Aksi mazy run di sisi kanan pertahanan lawan, visi permainan yang matang, serta penyelesaian akhir yang dingin menjadi ciri khas permainannya. Dalam laga melawan Galatasaray di Liga Champions, Rabu (14/10/2026) dini hari WIB, ia menyumbangkan dua assist dan menjadi aktor penting kemenangan telak 4-1 Barcelona.

Penampilan tersebut mengundang pujian dari banyak pihak, termasuk winger Portugal, Rafael Leao. Kepada TNT Sports Brasil, Leao secara terbuka mendukung Lamine Yamal untuk meraih Ballon d’Or 2026. “Saya berharap Lamine Yamal memenangkan Ballon d’Or dan meraih gelar-gelar besar bersama Barca,” ujarnya. Dukungan ini menegaskan bahwa Yamal kini dianggap sebagai salah satu pemain terbaik dunia, bahkan sebelum usianya menginjak 20 tahun.

Meski demikian, jalan menuju Ballon d’Or tidak akan mudah. Ia harus bersaing dengan Kylian Mbappe dan Harry Kane yang juga tampil impresif. Mbappe, yang kini memperkuat Real Madrid, terus mencetak rekor gol dan membawa Los Blancos menjuarai berbagai kompetisi. Sementara Kane, kapten Timnas Inggris, konsisten menjadi mesin gol bagi klubnya. Namun, statistik Yamal yang lebih baik dari Messi di usia yang sama menjadi modal kuat untuk menarik perhatian para juri.

Di luar lapangan, Lamine Yamal juga menunjukkan sisi humanisnya. Sebelum laga melawan Galatasaray, ia memberikan jersey yang dikenakannya kepada seorang anak kecil yang memintanya. Tanpa ragu, pemain muda itu melepas kausnya dan menyerahkannya kepada sang penggemar. Gestur spontan tersebut menjadi bukti bahwa popularitasnya tidak mengubah kepribadiannya yang rendah hati.

Pelatih Barcelona, Hansi Flick, mengakui pentingnya peran Yamal dalam skema timnya. Menurutnya, Yamal adalah pemain kunci yang mampu mengubah jalannya pertandingan. Flick juga mengingatkan timnya untuk tidak cepat puas meski meraih kemenangan besar atas Galatasaray. “Kami harus tetap fokus dan terus berkembang,” tegasnya.

Perkembangan pesat Yamal juga tercermin dari menit bermainnya yang terus bertambah. Berikut perbandingan statistiknya dengan Messi di usia 19 tahun:

Pemain Musim Gol Assist Total Kontribusi
Lamine Yamal 2026-27 8 9 17
Lionel Messi 2008-09 8 6 14

Dengan usia yang masih sangat muda, Lamine Yamal memiliki potensi besar untuk terus berkembang. Jika ia mampu menjaga konsistensi dan terhindar dari cedera, bukan tidak mungkin ia akan mengukir sejarah sebagai pemain terbaik dunia di masa depan. Barcelona pun berharap Yamal dapat membawa mereka kembali berjaya di Liga Champions dan La Liga.

Kesimpulannya, Lamine Yamal telah membuktikan bahwa ia bukan sekadar bakat muda biasa. Rekor yang ia torehkan melampaui pencapaian Messi di usia yang sama menjadi bukti nyata kualitasnya. Dengan dukungan dari rekan setim, pelatih, dan para penggemar, langkah Yamal menuju Ballon d’Or dan kesuksesan bersama Barcelona semakin terbuka lebar. Sepak bola dunia pun menantikan babak selanjutnya dari karier gemilang sang wonderkid.