Di Balik Gemerlap Cinta Seluas Samudra: Haviza Devi Anjani Rela Berdiri Gemetar di High Heels 20 Cm
Kalimantan Update – 18 Oktober 2026 | Dunia hiburan Tanah Air kembali diramaikan oleh kehadiran sinetron cinta seluas samudra yang mencuri perhatian pemirsa. Sinetron ini tidak hanya menyuguhkan kisah drama yang memikat, tetapi juga menghadirkan tantangan akting yang luar biasa bagi para pemainnya. Salah satu bintang yang paling menyita perhatian adalah Haviza Devi Anjani, aktris cantik berusia 29 tahun yang dipercaya memerankan karakter Hana, seorang model ambisius dengan sisi antagonis yang kuat.
Dalam wawancara virtual yang berlangsung pada Kamis, 8 Oktober 2026, istri aktor Harris Vriza ini membuka cerita tentang pengalaman mendebarkan selama proses syuting sinetron cinta seluas samudra. Ia mengaku harus berjuang ekstra menaklukkan tantangan fisik yang tak biasa, yakni mengenakan sepatu hak setinggi 17 hingga 20 sentimeter saat melakoni adegan catwalk.
Berdiri di Antara Model Profesional
Haviza mengungkapkan bahwa tantangan terberat justru muncul pada episode-episode awal, ketika karakter Hana masih aktif berkarier sebagai model. Dalam adegan tersebut, ia harus beradu akting dan tampil berdampingan dengan para model sungguhan yang memiliki postur tubuh menjulang.
“Tantangan terberat itu waktu episode awal, saat Hana masih aktif menjadi model. Aku disandingkan dengan model-model sungguhan yang tingginya luar biasa,” ujarnya mengenang.
Rasa deg-degan kian menjadi-jadi lantaran panggung catwalk di lokasi syuting sengaja dirancang sangat tinggi dari permukaan lantai. Kondisi tersebut menuntut keseimbangan dan keberanian ekstra dari Haviza, terlebih ketika ia harus melangkah anggun dengan alas kaki yang tidak lazim.
Demi menyelaraskan proporsi visual di kamera agar tampak seimbang dengan para model profesional, tim kostum pun mengambil langkah drastis. Sepatu hak 12 sentimeter yang semula dikenakan Haviza dinilai masih terlalu rendah.
“Awalnya aku sudah memakai sepatu hak 12 sentimeter, tetapi tetap terlihat sangat jauh perbedaannya dengan model aslinya. Akhirnya, tim kostum memberiku sepatu hak sekitar 17 sampai 20 sentimeter,” kata Haviza.
Dedikasi di Tengah Persaingan Sinetron Nasional
Pengalaman yang dialami Haviza menjadi cerminan betapa besarnya dedikasi para pemain sinetron cinta seluas samudra dalam menghidupkan karakter mereka. Tak heran, sinetron ini berhasil menempatkan dirinya sebagai salah satu tayangan yang layak diperhitungkan di tengah ketatnya persaingan drama televisi Indonesia.
Persaingan sinetron di layar kaca memang masih menjadi magnet tersendiri bagi masyarakat. Sejumlah judul seperti Terikat Janji yang tayang di RCTI dan Merangkai Kisah Indah di Indosiar turut bersaing di jajaran teratas program drama harian. Terikat Janji yang dibintangi Arya Saloka, Asha Assuncao, dan Fendy Chow mengudara sejak 6 April 2026 setiap pukul 19.00 WIB, sementara Merangkai Kisah Indah yang diperankan Raden Rakha dan Basmalah Gralind telah hadir sejak 14 Juli 2025 pada pukul 17.00 WIB.
Di tengah kompetisi tersebut, sinetron cinta seluas samudra hadir dengan daya tarik tersendiri. Kombinasi konflik cinta, ambisi karier, serta karakter protagonis dan antagonis yang diperankan dengan totalitas membuat tayangan ini memiliki ruang tersendiri di hati penonton.
Jejak Panjang Drama Lautan di Layar Kaca
Menarik untuk dicatat, judul bertema samudra bukanlah hal baru dalam industri sinetron nasional. Jauh sebelumnya, publik pernah akrab dengan sinetron legendaris Tersayang yang tayang perdana pada 17 Februari 1999 di SCTV. Sinetron itu turut melibatkan aktor Anjasmara, yang memerankan karakter Dion dan juga dikenal lewat judul Hati Seluas Samudra.
Kini, semangat serupa dihidupkan kembali melalui sinetron cinta seluas samudra yang menghadirkan generasi baru aktor dan aktris. Haviza Devi Anjani menjadi salah satu contoh bagaimana para pemain rela melewati batas kenyamanan demi menghasilkan tayangan berkualitas. Mulai dari berdiri gemetar di atas high heels 20 sentimeter hingga menyesuaikan diri dengan panggung catwalk yang menjulang, semuanya dilakukan demi kesempurnaan visual di layar kaca.
Bagi Haviza, pengalaman ini tentu menjadi pelajaran berharga. Ia membuktikan bahwa memerankan karakter antagonis yang ambisius bukan sekadar soal ekspresi dan dialog, melainkan juga kesiapan fisik dan mental. Penonton pun diajak menyaksikan sisi lain dari perjuangan seorang aktris di balik gemerlap panggung hiburan.
Pada akhirnya, sinetron cinta seluas samudra menjadi bukti bahwa industri drama televisi Indonesia terus berkembang dengan menghadirkan cerita dan tantangan baru. Dedikasi para pemainnya, termasuk keberanian Haviza Devi Anjani menaklukkan high heels ekstrem, layak diapresiasi sebagai bagian dari kerja keras di balik layar yang jarang terekspos. Tayangan ini pun dinantikan kelanjutan kisahnya, seiring persaingan sinetron nasional yang kian menghangat dari waktu ke waktu.
Penulis: Rudi Hamdani
Editor: Tri Widodo
Sumber Berita: Akurat.co dan Liputan6.com
