AF Corse Bangkit dari P30 dan Finis Keenam di Portimao, Tutup Musim GTWCE dengan Kepala Tegak
Kalimantan Update – 18 Oktober 2026 | AF Corse Bangkit dari P30 dan Finis Keenam di Portimao menjadi salah satu kisah paling dramatis yang mewarnai penutupan GT World Challenge Europe (GTWCE) Endurance Cup 2026 di Sirkuit Portimao, Portugal. Mobil Ferrari 296 GT3 bernomor #50 yang dikendarai trio Lilou Wadoux, Albert Costa, dan Arthur Leclerc harus melewati jalan terjal sebelum akhirnya menorehkan hasil membanggakan di kelas Pro Cup. Bagaimana tidak, insiden tabrakan pada fase awal balapan sempat membuat peluang mereka seolah sirna, namun semangat juang tim justru membuktikan sebaliknya.
Insiden Lap ke-12 yang Mengubah Arah Balapan
Balapan sebenarnya dimulai dengan cukup menjanjikan bagi AF Corse #50. Mereka memulai lomba dari posisi kelima dan tampak kompetitif di rombongan depan. Namun, malapetaka datang pada lap ke-12 ketika Wadoux melintasi Tikungan 5. Ferrari yang dikemudikannya bertabrakan dengan BMW WRT #32 yang dikendarai Jordan Pepper. Benturan tersebut membuat mobil Wadoux kehilangan kendali dan berputar sebelum akhirnya bisa melanjutkan lomba.
Akibat insiden itu, Wadoux kehilangan waktu berharga dan terlempar dari posisi kelima ke urutan ke-30. Posisi tersebut tentu saja menjadi mimpi buruk bagi tim yang tengah berambisi menutup musim dengan hasil maksimal. Beruntung, pengawas balapan menilai BMW WRT #32 bersalah atas insiden tersebut dan menjatuhkan hukuman drive-through penalty kepada tim rival. Keputusan itu sedikit banyak mengembalikan keadilan bagi AF Corse yang menjadi korban.
Strategi Cermat dan Konsistensi Tiga Pembalap
Dari posisi ke-30, AF Corse Bangkit dari P30 dan Finis Keenam di Portimao melalui penampilan konsisten ketiga pembalapnya. Wadoux, Costa, dan Leclerc bahu-membahu memaksimalkan setiap lap yang tersisa. Strategi tim yang cermat dalam menentukan waktu pit stop serta pemilihan ban menjadi kunci utama keberhasilan mereka menyalip satu per satu rival di lintasan.
Konsistensi menjadi senjata utama. Alih-alih terburu-buru, tim memilih bermain aman namun tetap agresif ketika peluang terbuka. Hasilnya, Ferrari 296 GT3 tersebut perlahan namun pasti merangkak naik ke papan tengah, lalu menembus posisi sepuluh besar. Pada akhirnya, AF Corse Bangkit dari P30 dan Finis Keenam di Portimao memastikan mereka menutup balapan di urutan keenam kelas Pro Cup, sebuah capaian yang terasa manis mengingat beratnya tantangan yang dihadapi.
Catatan Positif di Klasemen Keseluruhan
Hasil di Portimao juga berdampak pada posisi akhir AF Corse di klasemen keseluruhan GTWCE. Tim tersebut menempati peringkat kelima dalam klasemen akhir, menegaskan konsistensi mereka sepanjang musim 2026. Pencapaian ini menjadi bukti bahwa kerja keras seluruh anggota tim, mulai dari pembalap, mekanik, hingga strategi insinyur, berbuah manis.
Kisah AF Corse Bangkit dari P30 dan Finis Keenam di Portimao pun menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya mentalitas pantang menyerah. Dalam balapan endurance, kejadian tak terduga memang kerap terjadi, tetapi kemampuan untuk bangkit dari keterpurukan itulah yang membedakan tim juara dari tim biasa. Ketiga pembalap menunjukkan kematangan dan kerja sama tim yang solid di sepanjang sisa balapan.
Rekap Perjalanan AF Corse #50 di Portimao
| Momen | Posisi | Keterangan |
|---|---|---|
| Start | P5 | Memulai lomba dari posisi kelima |
| Lap ke-12 | P30 | Tabrakan dengan BMW WRT #32 di Tikungan 5 |
| Finis | P6 | Kelas Pro Cup, bangkit dari posisi ke-30 |
| Klasemen Akhir | P5 | Peringkat keseluruhan GTWCE |
Dampak bagi Musim Berikutnya
Hasil di Portimao menjadi modal berharga bagi AF Corse menjelang musim 2027. Kombinasi pengalaman Costa, kecepatan Leclerc, dan determinasi Wadoux memberi tim kepercayaan diri bahwa mereka mampu bersaing di level teratas. Insiden di Portimao juga menjadi evaluasi penting, khususnya dalam hal antisipasi situasi balapan yang ketat di tikungan-tikungan sempit.
Bagi para penggemar, penampilan AF Corse Bangkit dari P30 dan Finis Keenam di Portimao menghadirkan tontonan balapan yang menghibur sekaligus menegangkan. Sorotan terhadap aksi comeback tersebut diyakini akan terus dibicarakan sebagai salah satu momen paling berkesan sepanjang gelaran GTWCE Endurance Cup 2026.
Secara keseluruhan, penutupan musim di Portimao meninggalkan kesan mendalam bagi AF Corse. Dari keterpurukan di posisi ke-30 hingga finis di urutan keenam, perjalanan tim ini menjadi cerminan semangat sportivitas dan kerja keras yang layak diapresiasi. Hasil tersebut bukan sekadar angka di papan klasemen, melainkan bukti bahwa ketangguhan mental dan strategi yang matang mampu mengubah nasib di tengah lintasan. Dengan fondasi yang kuat ini, AF Corse optimistis menyongsong musim depan dengan target yang lebih tinggi.
