Dari Pembunuhan Brutal hingga Retreat Mewah: Wajah Gelap dan Terang Bisnis Airbnb
Kalimantan Update – 18 Oktober 2026 | Industri penyewaan akomodasi berbasis platform airbnb kembali menjadi sorotan dunia setelah terungkapnya kasus pembunuhan keji yang terjadi di sebuah unit sewaan di Inggris, sekaligus diiringi kisah retret mewah yang memikat wisatawan di Amerika Serikat. Dua wajah kontras ini menunjukkan bagaimana airbnb kini menjadi bagian tak terpisahkan dari lanskap pariwisata global, dengan segala risiko dan pesonanya.
Di London, sebuah persidangan di Old Bailey mengungkap tragedi mengerikan yang berawal dari pengkhianatan kecil. Deepak Sandhu, seorang mahasiswa putus kuliah berusia 24 tahun, tega menghabisi nyawa Xiaoqing Ke, seorang ibu tunggal berusia 39 tahun asal Tiongkok, di flat yang ia sewa melalui layanan airbnb. Korban ditemukan tengkurap di lantai kamar dengan luka tusuk mematikan di leher serta sejumlah cedera parah lainnya.
Menurut keterangan di persidangan, Sandhu membalas dendam secara brutal setelah korban memutuskan hubungan dengannya. Ms Ke diketahui menolak Sandhu setelah menyadari bahwa pria itu telah mencuri 500 pound sterling dari tas tangannya. Alih-alih mengakui kesalahan, Sandhu justru merencanakan pembalasan yang fatal.
Setelah melakukan aksinya, pelaku sempat menghubungi saudarinya di India dan memesan tiket penerbangan dari Bandara Birmingham menuju Mumbai. Ia berupaya melarikan diri dari Inggris dengan menumpang bus National Express menuju bandara. Namun, dua hari setelah pembunuhan, polisi berhasil mencegat dan menangkapnya di tengah perjalanan. Sandhu membantah tuduhan pembunuhan dan upaya menghalangi jalannya peradilan, tetapi juri memutuskan ia bersalah setelah hanya dua jam berdiskusi.
Kasus ini memunculkan pertanyaan serius tentang keamanan penyewaan properti melalui platform airbnb. Meskipun mayoritas pengguna adalah wisatawan dan tuan rumah yang taat hukum, insiden seperti ini menekankan pentingnya verifikasi identitas, komunikasi dengan tuan rumah, serta kewaspadaan terhadap tamu maupun penyewa.
Di sisi lain, wajah cerah airbnb justru tampil dalam kisah perjalanan seorang warga New York yang menginap di Schoonmaker Retreat, sebuah properti seluas kawasan di Ulster County, Hudson Valley. Estat ini terdiri dari dua bangunan bersejarah, yaitu Schoonmaker House yang lebih modern dan Coach House yang bergaya rustic di tepi sungai, dilengkapi sauna serta bak rendam kayu cedar di dekat aliran air.
Properti yang dipasarkan melalui airbnb tersebut menjadi lokasi berkumpul ideal bagi rombongan besar yang ingin menikmati musim gugur. Para tamu dapat menjelajahi kota kecil seperti Rosendale, High Falls, dan Accord, menikmati cider di Westwind Orchard, berbelanja barang antik, hingga bersantap di restoran populer seperti Ollie’s Pizza dan Accord Social.
- Fasilitas unggulan: sauna, hot tub cedar, area api unggun, dapur lengkap di rumah utama.
- Aktivitas sekitar: mendaki Joppenbergh Mountain, wisata kebun apel, dan berburu barang vintage.
- Lokasi strategis: sekitar 20 menit dari Kingston dan dekat jalur pendakian.
Kisah ini menunjukkan bahwa airbnb tidak hanya sekadar tempat menginap, tetapi juga menjadi katalis pengalaman wisata yang berkesan. Desain interior yang dipikirkan matang, kenyamanan modern, dan lokasi strategis menjadi daya tarik utama bagi wisatawan yang mencari pengalaman menginap berbeda dari hotel konvensional.
Namun, di balik kemudahan dan kenyamanan yang ditawarkan, industri penyewaan jangka pendek ini tetap harus dibarengi dengan regulasi dan pengawasan ketat. Kasus pembunuhan di London menjadi pengingat bahwa platform digital tidak bisa lepas dari tanggung jawab keamanan. Sementara itu, ulasan positif dari properti di Hudson Valley membuktikan bahwa airbnb mampu memberikan nilai tambah bagi ekonomi lokal dan pengalaman wisatawan.
Ke depan, keseimbangan antara inovasi layanan, keamanan pengguna, dan kepatuhan hukum akan menjadi kunci keberlanjutan bisnis airbnb. Tanpa itu, kepercayaan publik yang menjadi fondasi utama platform berbagi akomodasi ini bisa tergerus oleh insiden-insiden tragis yang seharusnya dapat dicegah.
Pada akhirnya, fenomena airbnb adalah cermin dua sisi kehidupan modern: peluang ekonomi dan pengalaman baru di satu sisi, serta risiko dan tantangan pengawasan di sisi lain. Baik sebagai penyedia maupun pengguna, kewaspadaan dan tanggung jawab bersama menjadi harga yang harus dibayar untuk menikmati kemudahan era digital.
