Hendri Satrio Minta Prabowo Tingkatkan Kinerja Pemerintahan Meski Kepuasan Publik Capai 65,2 Persen
Kalimantan Update – 19 Oktober 2026 | Pengamat politik sekaligus akademisi Universitas Paramadina, Hendri Satrio, menyampaikan pesan tegas kepada pemerintah: jangan cepat berpuas diri. Dalam pernyataannya, Hendri Satrio Minta Prabowo Tingkatkan Kinerja Pemerintahan meski tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto telah mencapai 65,2 persen dan tingkat kepercayaan masyarakat tercatat 67 persen. Menurutnya, capaian tersebut merupakan sinyal positif, namun bukan alasan untuk berhenti melakukan pembenahan, terutama saat memasuki tahun ketiga pemerintahan setelah 20 Oktober 2026.
Hendri menilai angka kepuasan di atas 60 persen menunjukkan adanya perbaikan dibandingkan sejumlah hasil survei sebelumnya. Ia pun menyambut baik tren tersebut sebagai indikasi bahwa pemerintah mulai melakukan sejumlah perubahan yang dirasakan masyarakat. Kendati demikian, ia mengingatkan bahwa konsistensi dan peningkatan kinerja tetap menjadi kunci agar kepercayaan publik tidak menurun di tengah dinamika yang semakin kompleks.
“Wah bagus itu, hehehe. Memang sih ada beberapa perubahan yang dilakukan, dan tentunya hasil kepuasan 60-an persen itu jauh lebih baik dibandingkan hasil lembaga survei lainnya. Dan ini merupakan sinyal positif juga buat pemerintahan yang sedang melakukan pembenahan,” ujar Hendri Satrio.
Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan posisi Hendri Satrio Minta Prabowo Tingkatkan Kinerja Pemerintahan bukan sekadar kritik, melainkan dorongan konstruktif agar pemerintah terus memperbaiki diri. Bagi Hendri, survei bukanlah tujuan akhir, melainkan cermin yang harus dibaca dengan jernih. Angka 65,2 persen dan 67 persen sejatinya menggambarkan modal politik yang cukup kuat, tetapi modal itu akan cepat tergerus jika tidak diiringi dengan kinerja nyata yang menyentuh kebutuhan masyarakat.
Modal Politik yang Harus Dijaga
Dalam pandangan Hendri, kepuasan publik di atas 60 persen merupakan pencapaian yang layak diapresiasi. Namun, ia menekankan bahwa pemerintah perlu memahami bahwa ekspektasi masyarakat terus berkembang. Setelah dua tahun menjalankan pemerintahan, publik akan menuntut hasil yang lebih konkret, mulai dari stabilitas ekonomi, penciptaan lapangan kerja, hingga kualitas pelayanan publik yang merata di seluruh wilayah.
Ia menambahkan bahwa hasil survei dari berbagai lembaga dapat berbeda-beda, sehingga pemerintah tidak semestinya berpatokan pada satu angka saja. Justru, perbedaan tersebut seharusnya menjadi bahan evaluasi untuk melihat celah yang masih perlu diperbaiki. Dengan begitu, seruan Hendri Satrio Minta Prabowo Tingkatkan Kinerja Pemerintahan dapat dipahami sebagai ajakan untuk menjadikan data sebagai dasar pengambilan kebijakan, bukan sekadar bahan pencitraan.
| Indikator | Capaian |
|---|---|
| Tingkat kepuasan publik | 65,2 persen |
| Tingkat kepercayaan masyarakat | 67 persen |
| Fase pemerintahan | Memasuki tahun ketiga (setelah 20 Oktober 2026) |
Evaluasi dan Konsistensi Jadi Kunci
Lebih lanjut, Hendri menilai bahwa pemerintah perlu memperkuat mekanisme evaluasi internal. Setiap kementerian dan lembaga semestinya memiliki indikator kinerja yang jelas dan terukur, sehingga perbaikan dapat dilakukan secara cepat ketika ditemukan hambatan. Dengan begitu, pesan Hendri Satrio Minta Prabowo Tingkatkan Kinerja Pemerintahan tidak berhenti pada tataran retorika, tetapi menjadi bagian dari budaya kerja pemerintahan yang lebih disiplin.
Ia juga menyoroti pentingnya komunikasi publik yang jujur dan transparan. Menurutnya, pemerintah perlu menjelaskan capaian maupun tantangan secara terbuka agar masyarakat memahami arah kebijakan yang diambil. Kepercayaan sebesar 67 persen, kata dia, merupakan amanah yang harus dijaga dengan kerja keras dan integritas. Jika komunikasi berjalan baik dan kinerja terbukti, bukan tidak mungkin tingkat kepuasan akan terus meningkat pada periode berikutnya.
Di sisi lain, Hendri mengingatkan bahwa tantangan ke depan tidak semakin ringan. Ketidakpastian ekonomi global, dinamika politik, serta tuntutan masyarakat yang semakin tinggi menjadi faktor yang harus diantisipasi. Oleh karena itu, pemerintah dituntut untuk lebih adaptif dan responsif dalam merumuskan kebijakan. Dalam konteks inilah, seruan Hendri Satrio Minta Prabowo Tingkatkan Kinerja Pemerintahan menjadi relevan untuk memastikan pemerintahan berjalan dengan arah yang jelas dan terukur.
Sebagai penutup, pesan Hendri Satrio sejatinya merupakan cermin harapan publik. Angka kepuasan 65,2 persen dan kepercayaan 67 persen adalah modal berharga, tetapi bukan jaminan. Pemerintah perlu terus meningkatkan kinerja, memperkuat evaluasi, dan menjaga komunikasi yang transparan agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga. Dengan demikian, dorongan agar Hendri Satrio Minta Prabowo Tingkatkan Kinerja Pemerintahan dapat menjadi pengingat bahwa kualitas pemerintahan diukur dari dampak nyata yang dirasakan rakyat, bukan sekadar angka di atas kertas.
Penulis: Tri Widodo
Editor: Syaifullah
Sumber Berita: Suara Landak
