Shanghai Port vs Daejeon Citizen Berakhir Imbang 1-1, Kevin Muscat Sebut The Port Terus Berkembang
Kalimantan Update – 20 Oktober 2026 | Laga seru tersaji di Stadion Pudong, Shanghai, ketika tuan rumah Shanghai Port FC menjamu Daejeon Hana Citizen FC dalam lanjutan fase liga AFC Champions League Elite 2026/27, Selasa (13/10/2026). Duel bertajuk shanghai port vs daejeon citizen ini berakhir dengan skor sama kuat 1-1, sebuah hasil yang membuat kedua tim sama-sama mengoleksi empat poin dari dua pertandingan.
Shanghai Port, yang datang sebagai juara Chinese Super League di bawah asuhan Kevin Muscat, membuka keunggulan lebih dulu melalui gol Prince Ampem pada menit ke-49. Namun, keunggulan tuan rumah hanya bertahan lima menit. Diogo Oliveira, yang masuk sebagai pengganti, berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-54 setelah memanfaatkan umpan silang dari sisi kanan Jung Jae-hee. Gol tersebut menjadi titik balik pertandingan shanghai port vs daejeon citizen yang berlangsung terbuka dan penuh intensitas.
“Kami menunjukkan karakter dan tidak menyerah setelah tertinggal. Hasil ini penting untuk kepercayaan diri tim,” ujar pelatih Daejeon, yang enggan disebut namanya, dalam konferensi pers usai laga. Sementara itu, Kevin Muscat menilai timnya masih dalam proses menuju performa terbaik. “Kami tidak terkalahkan dalam dua laga, dan itu arah yang benar. Para pemain sudah bekerja keras, meski kami harus lebih tajam di depan gawang,” kata Muscat seperti dikutip dari laman resmi AFC.
Bagi Daejeon, hasil ini memperpanjang rekor tak terkalahkan mereka menjadi dua pertandingan beruntun di kompetisi elite Asia. Sebelumnya, tim asal K League 1 itu menang 1-0 atas Kyoto Sanga FC. Di laga melawan Shanghai Port, Daejeon sempat tampil menekan di awal babak kedua dengan memasukkan sejumlah pemain ofensif seperti Joo Min-kyu, Um Won-sang, Rubixón, dan Masa. Namun, rapatnya pertahanan Shanghai Port membuat skor shanghai port vs daejeon citizen tidak berubah hingga peluit panjang.
Dari kubu Shanghai Port, hasil imbang ini tetap menjaga asa untuk lolos ke babak berikutnya. Dengan empat poin, The Port berada di posisi yang sejajar dengan Kashima Antlers, Beijing FC, Johor Darul Ta’zim, dan Daejeon. Klasemen sementara dipimpin oleh Gamba Osaka dengan enam poin setelah mengalahkan Newcastle Jets 3-1.
Pertandingan shanghai port vs daejeon citizen juga menjadi sorotan karena kehadiran penonton yang cukup banyak di Stadion Pudong. Meski hanya berakhir imbang, kedua tim menunjukkan kualitas sepak bola menyerang yang menghibur. Daejeon tercatat melepaskan 12 tembakan, lima di antaranya tepat sasaran, sedangkan Shanghai Port mencatat 10 tembakan dengan empat on target.
Berikut statistik singkat pertandingan shanghai port vs daejeon citizen:
| Statistik | Shanghai Port | Daejeon Citizen |
|---|---|---|
| Penguasaan Bola | 52% | 48% |
| Tembakan | 10 | 12 |
| Tembakan Tepat Sasaran | 4 | 5 |
| Pelanggaran | 14 | 11 |
| Kartu Kuning | 2 | 3 |
Di pertandingan lain, rival sekaligus sesama tim Korea Selatan, Pohang Steelers, mengalami kekalahan pahit 0-2 dari Johor Darul Ta’zim di Stadion Steel Yard. Kapten Jeon Min-gwang diusir wasit pada menit ke-43, dan Marcos Guilherme mencetak dua gol di babak kedua. Kekalahan ini membuat Pohang belum meraih poin dari dua laga.
Dengan hasil ini, persaingan di Grup Timur semakin ketat. Shanghai Port dan Daejeon Citizen sama-sama memiliki peluang besar untuk melaju ke fase gugur. Kedua tim akan kembali beraksi pada matchday ketiga bulan depan. Bagi pecinta sepak bola Asia, duel shanghai port vs daejeon citizen menjadi bukti bahwa kompetisi elite AFC musim ini dihiasi dengan kualitas dan drama yang tinggi.
Secara keseluruhan, hasil imbang 1-1 di Shanghai mencerminkan keseimbangan kekuatan kedua tim. Shanghai Port masih perlu meningkatkan konsistensi, sementara Daejeon patut berbangga karena mampu mencuri poin di kandang lawan yang notabene juara liga China. Pertarungan shanghai port vs daejeon citizen pun menjadi salah satu laga paling menarik di matchday kedua ACL Elite 2026/27.
