James Hetfield Bikin Geger: Tolak Politik di Panggung, Sindir Artis yang 'Cuci Otak' Fans
Kalimantan Update – 20 Oktober 2026 | Vokalis Metallica, James Hetfield, kembali menjadi sorotan publik setelah pernyataannya yang tegas menolak penggunaan konser sebagai ajang politik. Dalam sebuah konser di Sphere, Las Vegas, pada 10 Oktober lalu, James Hetfield menyampaikan pidato singkat yang langsung memicu perdebatan di media sosial. Ia menegaskan bahwa Metallica tidak hadir untuk memengaruhi penonton dengan pandangan politik tertentu, melainkan untuk menyatukan mereka melalui musik.
“Metallica tidak ada di sini, seperti beberapa entertainer lain, untuk memengaruhi Anda dengan omong kosong mereka, oke? Kami di sini untuk melupakan semua omong kosong di luar sana. Agenda Metallica adalah cinta, energi, dan musik heavy metal!” ujar James Hetfield di hadapan ribuan penggemar. Pernyataan ini sontak menuai beragam reaksi, terutama karena ia tidak menyebut nama secara spesifik, namun publik menduga sindiran tersebut ditujukan kepada musisi yang kerap menyuarakan isu politik di panggung, seperti Macklemore dan Hayley Williams dari Paramore.
Kontroversi ini bukan yang pertama bagi James Hetfield. Pada tahun 2017, ia pernah menolak memberikan komentar tentang Donald Trump, dengan alasan bahwa politik dan agama adalah dua hal yang memecah belah. Sikap konsistennya ini menunjukkan bahwa bagi James Hetfield, musik adalah alat pemersatu, bukan alat indoktrinasi. Meski demikian, Metallica sendiri memiliki sejumlah lagu bernuansa sosial-politik, seperti …And Justice for All yang mengkritik ketidakadilan dan korupsi, Blackened yang bertema lingkungan, serta Eye of the Beholder yang memperjuangkan kebebasan berekspresi.
Pernyataan James Hetfield ini juga mencuat di tengah polemik yang melibatkan Ed Sheeran, yang mengeluarkan Macklemore dari tur karena aksi panggungnya yang membawa isu Palestina. Kejadian tersebut memicu perdebatan tentang batas antara ekspresi seni dan politik. Di sisi lain, Metallica saat ini tengah menikmati masa kejayaan dengan tur stadion untuk album 72 Seasons dan rangkaian konser di Sphere yang berlangsung hingga awal 2027. Konsep “no repeat weekends” yang mereka usung memungkinkan band membawakan lagu-lagu langka, memberikan pengalaman istimewa bagi para penggemar.
Reaksi warganet pun beragam. Sebagian mendukung sikap James Hetfield yang dianggap menghormati fans dan tidak menggurui, sementara sebagian lainnya menilai bahwa seniman seharusnya tetap menyuarakan isu-isu penting. Terlepas dari pro-kontra, pernyataan James Hetfield telah membuka diskusi lebih luas tentang peran politik dalam dunia hiburan, khususnya musik metal yang selama ini identik dengan pemberontakan.
Sebagai penutup, sikap tegas James Hetfield mencerminkan upayanya menjaga panggung Metallica sebagai ruang aman untuk menikmati musik tanpa beban ideologi. Ia ingin konser tetap menjadi tempat pelarian dari hiruk-pikuk dunia, sekaligus menegaskan bahwa integritas seorang musisi dapat diwujudkan tanpa harus mencampuradukkan politik ke dalam karya.
