Tiga Medali Emas Boccia dalam Sehari, Indonesia Lampaui Target Asian Para Games 2026
Kalimantan Update – 22 Oktober 2026 | Kontingen Indonesia kembali menorehkan sejarah gemilang di ajang Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026. Cabang olahraga boccia sukses mempersembahkan tiga medali emas sekaligus dalam satu hari, sebuah capaian yang langsung membuat Indonesia melampaui target tujuh medali emas yang dicanangkan sebelumnya. Pertandingan final berlangsung di Nagoya General Gymnasium, Nagoya, Jepang, pada 21 Oktober 2026, dan menjadi momen bersejarah bagi olahraga disabilitas Tanah Air.
Ketiga medali emas tersebut diraih melalui nomor individu. Handayani membuka keran kemenangan Indonesia di klasifikasi BC1 putri, disusul Gischa Zayana dari BC2 putri, sebelum Felix Ardi Yudha melengkapi pencapaian tersebut melalui nomor BC2 putra. Dengan tambahan tiga medali emas ini, total koleksi Indonesia resmi menjadi delapan medali emas, melewati target yang telah ditetapkan.
Perjuangan Ketat di Partai Final
Handayani tampil pantang menyerah meski sempat tertinggal. Ia mampu bangkit dan mengumpulkan empat poin tambahan untuk membalikkan keadaan sekaligus mengunci kemenangan tipis 5-4. Sementara itu, Gischa Zayana menundukkan Hiu Lam Yeung dari Hong Kong di final BC2 putri dengan skor 6-5. Kemenangan ini sekaligus membalas kekalahan Gischa dari lawan yang sama pada World Boccia Championship 2026.
Adapun Felix Ardi Yudha tampil solid saat menghadapi Phakphum Linchum dari Thailand. Ia memastikan kemenangan dengan skor 5-3 dan kembali meraih medali emas Asian Para Games setelah mencatatkan prestasi serupa pada edisi 2022. Ketenangan dan mental bertanding menjadi faktor penentu di tengah tekanan partai final yang berlangsung sangat ketat.
Apresiasi Pemerintah dan Modal Menuju Panggung Dunia
Menteri Pemuda dan Olahraga menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas pencapaian luar biasa ini. Menurutnya, target tujuh emas berhasil terlampaui berkat kerja keras para atlet yang menunjukkan kemampuan teknis sekaligus ketenangan mental. Keberhasilan ini disebut sebagai capaian yang membanggakan bagi seluruh rakyat Indonesia.
Sebelum tampil di Asian Para Games 2026, tim boccia Indonesia telah menunjukkan kualitasnya dengan menjadi juara umum World Boccia Championship 2026 di Seoul, Korea Selatan, pada September lalu, dengan koleksi tiga medali emas dan satu perak. Koordinator pelatih boccia Indonesia, Islahuzzaman Nur Yadin, mengaku bersyukur atas pencapaian anak asuhnya yang konsisten di level internasional.
Deretan Prestasi Lain dari Arena Asian Para Games
Selain boccia, sejumlah atlet Indonesia turut menyumbang medali emas di cabang lain. Fadli Imammuddin bersama I Kadek Dwi Purwana Yasa menyumbang medali emas, sementara Maulana Rifky memecahkan medali emas pertama Indonesia di Asian Para Games 2026. Momen haru juga menyelimuti pengalungan medali emas Karisma Evi Tiarani, ketika lagu Indonesia Raya berkumandang di arena. Karisma langsung mengalihkan fokus untuk mengejar tiket Paralimpiade 2028.
Dari cabang panahan, para atlet Indonesia mencatat sejarah dengan meraih perak pertama, dan peluang menambah medali emas masih terbuka. Saptoyogo Purnomo juga menambah koleksi medali melalui cabang para atletik. Raihan demi raihan ini menegaskan bahwa pembinaan atlet disabilitas nasional berjalan pada jalur yang tepat.
Kesimpulan
Keberhasilan tiga medali emas dari boccia dalam sehari menjadi bukti nyata bahwa atlet disabilitas Indonesia mampu bersaing di level tertinggi. Melampaui target tujuh medali emas merupakan prestasi kolektif yang lahir dari disiplin latihan, dukungan pelatih, dan mental juara. Capaian ini diharapkan menjadi pijakan kuat menuju Paralimpiade 2028, sekaligus menginspirasi generasi muda untuk terus berprestasi tanpa batas.
Penulis: Rudi Hamdani
Editor: Sukardi
Sumber Berita: beritalima.com, Bola.com, Liputan6.com
