Usai Viral Dirinya Kejar Sejumlah Orang Sambil Bawa Parang, Bupati Halmahera Utara Beri Klarifikasi

- Sabtu, 1 Juni 2024 | 19:11 WIB
Kronologi Bupati Halmahera Utara, Frans Manery diduga mengejar massa aksi GMKI dengan parang. (Kolase Instagram @fransmanery/Twitter @mazzini_gsp)
Kronologi Bupati Halmahera Utara, Frans Manery diduga mengejar massa aksi GMKI dengan parang. (Kolase Instagram @fransmanery/Twitter @mazzini_gsp)

KALIMANTAN UPDATE - Video yang merekam dirinya mengejar pendemo sambil membawa parang tengah viral, berikut klarifikasi Bupati Halmahera Utara Frans Manery.

Sebelumnya beredar luas di media sosial video para pendemo berlarian. Mereka rupanya dikejar beberapa orang termasuk Bupati Halmahera Utara Frans Manery yang sambil membawa parang.

Frans Manery menguak kronologi kejadian sebenarnya terkait pemicu tindakan tersebut ia lakukan.

Melansir dari video yang beredar di instagram warga Halmahera Utara, Jumat (31/5/2024) Frans Manery menyebut semua dipicu dari aksi kelompok mengatasnamakan gerakan mahasiswa kristen (GMK) yang melakukan aksi demontrasi.

Baca Juga: Dianggap Kasus Selesai, Polri Ungkap Anggota Densus 88 yang Menguntit Kejagung Tak Melanggar Etika

Awalnya tindakan demontrasi tersebut dilakukan di depan kantor DPRD Halmahera Utara kemudian berlanjut ke kantor badan keuangan daerah (BKD) Halmahera Utara.

"Saat di DPRD apa yang mereka sampaikan sudah ditanggapi ketua DPRD, tapi mereka melanjutkan aksi lagi di kantor BKD, bahkan sempat melakukan tindakan mengobok-obok fasilitas kantor," tuturnya.

 

"Mereka membuang buang dan sebagian alat yang ada di meja keluar dari situ aksi demo dilanjutkan ke Hotel Marahi tapi ditegur pihak keamanan," sambungnya.

Saat itu Frans Manery mengira jika aksi demo tersebut sudah selesai. Namun ketika mengikuti rapat pleno KPU bersama Forkompinda, dirinya mendapatkan telpon dari sang anak yang berada dirumah jika para pendemo tengah menuju kesana.

Baca Juga: Daftar Film Indonesia dan Barat Tayang di Bioskop Indonesia Juni 2024, Disertai Drama Korea Terbaru

"Tiba-tiba sekitar jam 03.40 sore, anak saya telpon, anak saya dirumah di pantai Bowens menyatakan Pa mahasiswa melakukan aksi menuju ke rumah,"tuturnya

"Kebetulan di rumah itu ada acara makan, ibu tengah menjamu tamu yang kami undang ada penyanyi dan artis si Mongol, saya putuskan langsung keluar dari rapat pleno menuju kerumah," terangnya.

Sekitar 70 meter saat mendekati rumahnya, Frans Manery melihat massa aksi sudah meletakan mobil dan hendak berorasi untuk mengusir para tamu yang berada dirumah.

Tindakan tersebut dinilai Frans lantaran para pendemo tak setuju dengan kegiatan pertunjukan yang akan diadakan dalam menyambut hari ulang tahun (HUT) kabupaten Halmahera Utara.

Halaman:

Editor: Syaifullah

Sumber: Banjarmasinpost.co.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X