KALIMANTAN UPDATE - Diduga desersi, oknum anggota TNI AD berinisial (VA) (28), Distrik Mopahbaru, Kota Merauke, Papua sementara harus menginap di sel tahanan Subdenpom V/2-3 Lamongan setelah terduga melakukan pencurian sepeda motor, tiga buah BPKB dan sepasang sepatu milik Budi Wiyono (61) warga Dusun Polaman, Desa/Kecamatan Bluluk, Kabupaten Lamongan.
Kasus pencurian tersebut dibenarkan oleh Kasi Humas Polres Lamongan Ipda Andi Nurcahya, bahwa pada Rabu kemarin sekira pukul 05.30 WIB telah terjadi pencurian di rumah korban yang kehilangan sepeda motor Honda GL 200 bernopol S 4281 RC beserta tiga buah BPKB dan sepasang sepatu warna hitam putih.
"Iya benar, korban pencurian mengalami kerugian sebesar Rp14 juta, selanjutnya korban melaporkan kejadian ke Polsek Bluluk guna proses penyelidikan atau penyidikan lebih lanjut," kata Ipda Andi, Jumat (5/7/2024).
Kemudian, lanjut Ipda Andi, petugas telah mendapat informasi bahwa barang bukti berupa sepeda curian tersebut, berada di luar kota tepatnya di salah satu bengkel di Desa Kendung, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro.
Petugas langsung melakukan cek ke lokasi bengkel dan ternyata benar bahwa sepeda motor tersebut dibawa oleh pelaku.
"Petugas Polsek Bluluk dan Piket Koramil berkoordinasi dengan Tim Joko Tingkir Polres Lamongan selanjutnya mengamankan pelaku Verdika Ardiansyah di Dusun Godok, Desa Talunrejo, Kecamatan Bluluk, Lamongan," kata Kasi Humas Polres Lamongan.
Baca Juga: Insiden 3 Prajurit TNI Lakukan Pengeroyokan Terhadap Sopir Taksi Kini Berakhir Damai
Menurut pengakuan pelaku, Andi menceritakan. Pelaku mengakui semua perbuatannya yang telah masuk rumah korban sekira pukul 23.30 WIB dengan cara menaiki rumah lewat atas genting dan masuk ke dalam rumah korban, kemudian mengambil sepeda motor dan tiga buah BPKB dan sepasang sepatu milik korban.
"Kini perkara tindak pidana pencurian tersebut dilimpahkan ke Polres Lamongan, kemudian dari Polres Lamongan dilimpahkan ke Subdenpom Lamongan," ungkap Ipda Andi.
Sementara itu, saat dikonfirmasi ke Polisi Militer Subdenpom V/2-3 di Jalan Panglima Sudirman No 50 Lamongan, pihaknya membenarkan kejadian tersebut.
Bahwa terduga pelaku desersi dari kesatuan terakhir 755 Yalet Merauke, yang diTHTI (tidak hadir tanpa izin) pada tahun 2023, dengan pangkat terakhir Pratu tersebut dan kini masih menunggu surat dari batalion yang tinggal putusan pemecatan dari pengadilan militer (Dilmil).
“Kami masih menunggu surat dari batalion yang bersangkutan apakah sudah dipecat atau belum. Jika sudah, maka akan diproses sesuai hukum sipil, dan jika belum, maka akan kami tindak sesuai hukum militer," kata Kapten CPM Puguh A.S Komandan Subdenpom Lamongan.***
Artikel Terkait
Viral Video Wanita Obral Payudara Saat Nonton Konser Dangdut, Lokasi Belum Diketahui
Daggy Beberkan Fakta Wanita Indonesia Gampang Diajak Hubungan Intim Hingga Maraknya Dibalik Orang Korea Menyukai Indonesia
Apa Itu Strava? Aplikasi Olahraga Dijoki Lagi Viral di Media Sosial
Wanita Cantik Muslimah Beberkan Mahar Pernikahan di Rusia Tak Mahal, Hanya Butuh Nafkah Perbulan Saja
Nyesel Tak Cari Tahu Lebih Mendalam Tentang Suami Sebelum Menikah, Kisah Selebgram Aida Selvia Bongkar Sejumlah Perselingkuhan Suaminya
Penjual Cantik Fried Chicken di Thailand Mirip Lisa BLACKPINK Jadi Viral di Media Sosial
Budayawan Banten Mengecam Maraknya Kedatangan Konten Kreator ke Baduy, Seperti Mengeksploitasi Perempuan Muda Badui
Dua Tambahan Pemain Naturalisasi Untuk Tim Garuda Pertiwi, Ada Sydney Hopper dan Amira Dahl
Viral Video Asusila Diduga Buruh Pabrik, Pihak Perusahaan Buka Suara
Masih Bungkam, Roy Suryo Sebut Foto dan Video Syur Audrey Davis Identik Dengan Aslinya Bukan Editan
Usai Viral Kasus Asusila Hasyim Asy'ari ke Cindra Aditi Tejakinkin, Nama Vincent dan Desta Ikut Terlibat
Doa Akhir dan Awal Tahun Baru Islam Dianjurkan Rasulullah
Jadwal Puasa Sunnah Bulan Muharram 1446 Hijriah
Deretan Tradisi Sambut Tahun Baru Islam 1 Muharram di Sejumlah Negara
Profil dan Biodata Didit Hediprasetyo, Putra Tunggal Prabowo dan Titiek Jadi Perancang Desain Jersey Timnas Indonesia Untuk Olimpiade Paris 2024