Santriwati Hamil dan Melahirkan, Dugaan Pelaku Pimpinan Ponpes di Kampak Trenggalek

- Rabu, 25 September 2024 | 08:25 WIB
Momen Warga minta keadilan dan geruduk salah satu ponpes di Desa Sugihan, Kecamatan Kampak, Kabupaten Trenggalek, Minggu (22/9/2024). (HSAPP)
Momen Warga minta keadilan dan geruduk salah satu ponpes di Desa Sugihan, Kecamatan Kampak, Kabupaten Trenggalek, Minggu (22/9/2024). (HSAPP)

KALIMANTAN UPDATE - Sempat heboh adanya Santriwati hamil dan melahirkan diduga korban aksi bejat pimpinan pondok pesantren di Desa Sugihan, Kecamatan Kampak, Trenggalek.

Hal ini diketahui saat orang tua seorang santriwati melaporkan pimpinan pondok pesantren di Desa Sugihan, Kecamatan Kampak, Trenggalek karena telah menyetubuhi korban hingga hamil dan melahirkan.

Laporan itupun dinilai lammban, bahkan sejumlah warga lantas mendatangi ponpes tersebut tapi belum menemukan titik terang.

Baca Juga: Mengenal Pasya Pratiwi Toiti, Sosok Siswi di Gorontalo Pemeran Wanita Dalam Video Dewasa 5 Menit Bersama Guru

Selanjutnya, ratusan warga pun lantas menggeruduk kantor Desa Sugihan, Kecamatan Kampak, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, Selasa (24/9/2024).

Warga meminta keadilan untuk santriwati yang diduga dihamili oleh pimpinan pondok pesantren. Warga yang simpati terhadap korban, meminta pimpinan pondok pesantren tersebut ditahan.

Suasana sempat memanas karena pimpinan pondok pesantren tetap tidak bisa dihadirkan, karena sedang berada di luar kota.

Baca Juga: Selain Perempuan Bisa Jadi Imam, Ponpes Al Kafiyah Juga Sebut Dosa Bisa Dihapus Dengan Bayar Rp30 juta

Emosi warga mereda, setelah pihak kepolisian memastikan kasus dugaan asusila ini telah dinaikkan dari penyelidikan ke penyidikan.

Dengan peningkatan status tersebut, polisi bisa memanggil paksa jika terlapor tidak kooperatif. Pihak kepolisian menjamin akan menangani kasus dugaan pencabulan yang dilakukan oleh pimpinan pondok pesantren akan ditangani secepatnya.

Koordinator warga Imam Syafi'i meminta aparat kepolisian bekerja secara profesional dan menuntaskan kasus ini.

Aksi warga ini juga mendapat dukungan dari organisasi Ansor. Pihak Ansor meminta polisi segera menuntaskan perkara ini, karena menyangkut nama baik pesantren dan lembaga pendidikan berbasis keagamaan. Tak hanya itu, kepastian hukum juga diperlukan agar tercipta rasa keadilannya korban.***

Editor: Syaifullah

Sumber: beritasatu.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X