Dugaan Tak Diizinkan Cuti Atasan Karena Sakit Hingga Kelalaian Perawatan Pihak RS, Penyebab Pekerja Wanita Ini Meninggal Dunia

- Selasa, 24 September 2024 | 09:06 WIB
Ilustrasi tekanan kerja di kantor. (pexels)
Ilustrasi tekanan kerja di kantor. (pexels)

KALIMANTAN UPDATE - Seorang wanita berusia 30 tahun bernama May meninggal dunia lantaran mendapat tekanan beban kerja berlebihan dari atasannya yang tak memberikan izin hak cuti sakit pada hari Sabtu (14/9/2024).

Diberitakan Bangkok Post, manajer tersebut enggan memberikan cuti sakit satu hari lagi kecuali May mau menyerahkan surat keterangan sakit dari dokter.

May merupakan karyawan di salah satu pabrik elektronik di Kawasan Industri Bang Pu di distrik Muang, Samut Prakan, Thailand. Kabar kematian May dibagikan melalui tangkapan layar yang diunggah di akun media sosial Facebook.

Baca Juga: Viral Video Oknum Guru dan Siswi Mesum, Dugaan Dibuat di Gorontalo

Diketahui, May sempat pingsan saat bekerja sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia. Postingan itu menuai banyak komentar negatif tentang perusahaan tempat May bekerja karena tidak memberikan cuti sakit.

May menderita radang usus, 4 hari opname Menurut seorang temannya, May kali pertama mengambil cuti sakit selama empat hari dengan surat keterangan dokter, dari Kamis (5/9/2024) sampai dengan Senin (9/9/2024). Dalam surat keterangan dokter itu disebutkan bahwa May didiagnosis mengalami radang usus besar sehingga harus dirawat di rumah sakit selama empat hari.

Setelah diizinkan pulang ke rumah oleh dokter di rumah sakit, May memberitahu rekan kerjanya bahwa kondisinya masih belum membaik. Ia kemudian memutuskan untuk mengambil tambahan cuti sakit selama dua hari. Permohonan cuti sakit itu disampaikan kepada bosnya pada Jumat (13/9/2024).

Baca Juga: 9 Polisi Diperiksa Propam Imbas Temuan Sejumlah Mayat Remaja Pria di Kali Bekasi

Kepada bosnya, May mengatakan kondisinya semakin memburuk usai pulang dari rumah sakit. Oleh karena itu, ia mengajukan cuti tambahan untuk pemulihan. Namun, manajer tersebut menolak memberikan cuti dan mengatakan bahwa May harus masuk kerja.

Manajer mengaku akan memberikan tambahan cuti sakit setelah May menyerahkan surat keterangan dokter terlebih dahulu. Sebab May dinilai sudah berkali-kali mengambil cuti sakit.

Menurut rekan kerjanya, May sebelumnya tidak mengambil cuti sakit sebelum didiagnosis radang usus besar. Pingsan setelah 20 menit bekerja Lantaran khawatir kehilangan pekerjaannya, May akhirnya memutuskan untuk pergi bekerja pada Jumat (13/9/2024). Saat itu, kondisinya masih sangat sakit.

Baca Juga: Baru Bekerja Selama 4 Bulan, Karyawan Akuntan EY Meninggal Dunia Akibat Beban Kerja Berlebihan

Puncaknya, saat dia bekerja selama 20 menit, May pingsan dan jatuh ke lantai. Ia kemudian dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani operasi darurat. Namun, May dinyatakan meninggal dunia akibat necrotising enterocolitis pada malam hari berikutnya, Sabtu (14/9/2024).

Sementara itu, ayah May, Amarin (55) mengatakan, putrinya itu meninggal karena kolitis ulseratif, yaitu penyakit radang usus kronis yang menyebabkan peradangan pada usus besar dan rektum.

Amarin mengatakan, putrinya itu bekerja keras untuk menghidupi keluarganya. Ayah dari May itu mengaku tahu putrinya bekerja di pabrik di Kawasan Industri Bangpoo, namun tidak tahu pabrik yang mana.

Halaman:

Editor: Syaifullah

Sumber: kompas.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Topan Yagi Sempat Hantam China dan Filipina

Rabu, 11 September 2024 | 19:31 WIB
X