Modus Casting Iklan Berujung Eksploitasi Video Tak Senonoh di Surabaya Kian Meresahkan, Sejumlah Korban Harap Pelaku Ditangkap

- Selasa, 17 Desember 2024 | 20:47 WIB
Ilustrasi video syur bermuatan asusila
Ilustrasi video syur bermuatan asusila

KALIMANTAN UPDATE - Modus Casting Iklan Palsu berujung eksploitasi video tak senonoh cukup marak di Surabaya, Jawa Timur.

Salah satu korban wanita berinisial GN (29) mengungkapkan pengalaman pahit tersebut, dimana peristiwa ini terjadi pada 2017, namun dampaknya masih dirasakan hingga kini, terutama setelah video dirinya tersebar di grup Telegram dan aplikasi X (Twitter).

Korban awalnya ingin merahasiakan pengalaman pahit itu, tapi tak disangka video castingnya tersebar dan membuatnya resah. Ia juga berharap pelaku untuk ditangkap.

Kasus ini bermula ketika GN menerima tawaran casting iklan produk snack dari sebuah perusahaan ternama. Ia diundang ke gudang perusahaan di Gresik untuk sesi foto sebagai bagian dari seleksi.

Baca Juga: Modus Penipuan Melalui Link DANA Kaget dan Kartu Fisik DANA, Hati-hati!

Beberapa hari kemudian, GN diberitahu bahwa ia lolos ke tahap berikutnya dan diminta datang ke sebuah apartemen di Surabaya Barat. GN kemudian datang ke lokasi pada hari yang ditentukan, bersama tiga temannya.

Di unit apartemen, GN disambut oleh pelaku yang tampak profesional. Ia diminta mengisi buku daftar hadir yang sudah memuat banyak nama perempuan lain.

Saat GN bertanya mengapa situasi sepi, pelaku menjawab bahwa peserta lain baru saja selesai proses casting. Pelaku kemudian menyuruh GN mengganti pakaian yang disediakan, yakni dress pendek hitam dan dress bermotif bunga-bunga.

GN memilih pakaian kedua dan masuk ke kamar untuk berganti. Namun, GN curiga ketika melihat sebuah handycam yang mengarah ke tempat ia berganti baju.

Baca Juga: Berawal Modus Magang ke Jerman, Ribuan Mahasiswa Jadi Korban TPPO

 

Ketidaknyamanan GN semakin besar saat ia diarahkan untuk melakukan adegan tidak senonoh, seperti berpura-pura "mengemut lolipop" dengan ekspresi sensual. Pelaku juga meminta GN bersuara seolah menikmati produk tersebut.

GN akhirnya memutuskan berpamitan dan meninggalkan apartemen. Ia melihat korban lain yang diajak pelaku ke kolam renang dengan pakaian renang untuk melakukan adegan serupa.

Pada 11 Desember 2024, GN dihubungi oleh korban lain melalui Instagram, yang memberitahu bahwa video GN tersebar di grup Telegram. Video tersebut menampilkan GN sedang memegang papan nama dengan identitas lengkapnya.

Baca Juga: Modus Penipuan Sertifikat Habib Palsu, Rela Bayar 4 Juta

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Syaifullah

Sumber: kompas.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Gajah Bali Zoo Hanyut Terbawa Arus Deras di Gianyar

Selasa, 17 Desember 2024 | 08:51 WIB
X