Ibu Korban Anaknya Ditabrak Pengendara Mobil Mercy Anak Petinggi Polri Meminta Keadilan

- Selasa, 4 April 2023 | 21:04 WIB
Anak Petinggi Polri Tabrak Pemotor Hingga Tewas. Foto: ilustrasi.
Anak Petinggi Polri Tabrak Pemotor Hingga Tewas. Foto: ilustrasi.

KALIMANTAN UPDATE - Orang tua korban akhirnya buka suara persoalan kecelakaan yang menimpa anaknya beberapa waktu lalu.

Muhammad Syamil Akbar (18) tewas setelah sepeda motor yang dikendarainya ditabrak pengendara mobil bermerk Mercendez Benz GLA.

Pengemudi Mercy itu berinisial IMM, anak petinggi Polri, Karo Ops Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) Komisaris Besar (Kombes) Abu Bakar Tertusi, dan artis senior, Ira Riswana.

Baca Juga: WWE Digabungkan Dengan UFC Untuk Membentuk Perusahaan Baru

Ibu korban, Nurhayati, menyatakan tidak ada iktikad baik dari pihak pengemudi Mercy untuk menyelesaikan kasus ini.

"Anakku meninggal, ini sudah hari ke-23 ya. Yang sama sekali dari pihak penabrak belum ada itikad baik," ujar Nurhayati kepada wartawan, Senin (3/4/2023).

kata Nurhayati juga menambahkan bahwa awalnya menerima tangan terbuka untuk duduk bersama mencari solusi terbaik dalam menyelesaikan kasus ini.

Baca Juga: Peru Mundur Dari Pencalonan Tuan Rumah Piala Dunia U17 2023

Walau hatinya hancur karena sang anak tewas dengan cara tragis, Nurhayati tetap mencoba ikhlas, asal pihak pengemudi Mercy ada iktikad baik.

"Tapi semua itu tidak ada sampai detik ini," ujar Nurhayati.

Kata Nurhayati, justru dari Satlantas Wilayah Jakarta Selatan yang datang. Nurhayati menjelaskan, pada Rabu pekan lalu, justru Kasat Lantas Wilayah Jakarta Selatan dan jajaran yang datang menemuinya dan menjelaskan kronologi peristiwa.

Baca Juga: Alasan Logo Burung Berwarna Biru di Twitter Diubah Menjadi Anjing Shiba Inu

Mereka memberikan penjelasan bahwasanya korban sebagai Pengendara Motor yang bersalah karena menerobos lampu merah.

Nurhayati menegaskan tetap meminta pertanggungjawaban kepada pengemudi Mercedes Benz GLA yang menabrak anaknya dengan kecepatan tinggi sampai airbag-nya juga pecah.

"Kenapa tidak diperiksa? Kenapa tidak ditahan?" tanya Nurhayati.

Halaman:

Editor: Syaifullah

Sumber: Liputan 6

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X