KALIMANTAN UPDATE - Banyak orang yang memimpikan menjadi orang suskes dan kaya raya. Hidup serba mencukupi, mau beli rumah cukup, mau beli mobil cukup, dan mau beli apapun uang cukup.
Untuk menggapai impian tersebut, banyak individu rela bekerja keras untuk memperoleh gaji. Namun, terdapat anggapan klasik di masyarakat yang menyatakan bahwa uang tidak dapat membeli kebahagiaan. Meskipun, uang yang seseorang miliki tak terhitung lagi jumlahnya.
Menurut sebuah studi terbaru dari The Wharton School, University of Pennsylvania, bahwa kesejahteraan dan kebahagiaan orang akan tetap meningkat seiring dengan jumlah uang yang mereka miliki.
Baca Juga: Saat Tinjau Gedung DPRD KBB yang Mangkrak, Dua Pegawai ASN Alami Kesurupan
"Khususnya bagi orang yang memiliki nilai tabungan pada titik kepemilikan uang sekitar USD 75.000 per tahun atau sekitar Rp 1,21 miliar (asumsi kurs Rp16.260 per USD)
Penulis Studi dan Dosen Senior di Wharton, Matthew Killingsworth yang mempelajari kebahagiaan manusia, mengatakan pada kenyataannya uang mampu memberi orang memiliki otonomi lebih untuk membuat pilihan tentang bagaimana manusia dapat menjalani hidup mereka".
Dengan ini, mereka tidak memiliki tekanan finansial dalam menentukan kebutuhan hidup.
Ketika para ahli mengukur kebahagiaan dalam penelitian, mereka mempertimbangkan sejumlah indikator.
Baca Juga: Zulhas Ingin Zita Anjani Duet Dengan Kaesang Maju di Pilgub Jakarta 2024
Antara lain tingkat kesejahteraan emosional orang-orang, atau bagaimana perasaan mereka sehari-hari, dan seberapa puas mereka dengan jalan hidup mereka secara keseluruhan.
Dalam penelitian terbaru ini, peneliti meminta 33.391 orang yang sudah bekerja dengan rentang usia 18 hingga 65 tahun menggunakan aplikasi smartphone yang mendorong mereka untuk memeriksa emosi mereka sepanjang hari.
Aplikasi tersebut meminta mereka untuk menentukan peringkat: "Bagaimana perasaan Anda saat ini?" dan "Secara keseluruhan, seberapa bahagia Anda dengan hidup Anda?
Baca Juga: Ribuan Orang Dikabarkan Masih Tertimbun Akibat Tanah Longsor di Papua Nugini Diperkirakan Tewas
Selain itu, data menunjukkan bahwa semua bentuk kesejahteraan terus meningkat seiring dengan bertambahnya pendapatan. Tren ini terjadi di berbagai nilai kenaikan tingkat pendapatan seseorang.
"Pada tingkat individu, ini menunjukkan bahwa ketika orang-orang maju dalam karir mereka dan pendapatan mereka meningkat, itu berpotensi membuat hidup mereka benar-benar lebih baik (daripada mencapai batas ketika mereka mencapai USD 75.000)," tulis Killingsworth dilansir melalui CNBC.com, Minggu (21/4).
Artikel Terkait
Pembagian Grup Usai, Berikut Jadwal Lengkap Piala AFF U16 2024
Jokowi Beber Konsep Kota Masa Depan yang Harus Ramah Lingkungan Hingga Nyaman Dihuni
Deretan Tontonan Netflix Series Juni 2024
Deretan Tontonan Prime Video Indonesia Juni 2024
Gugur Bertugas Saat di Lebanon dan Congo, Dua Prajurit TNI Dianugerahi Medali Tertinggi PBB Dag Hammarskjöld
Sempat Gunakan Ijazah Palsu Saat Seleksi Baru Ketahuan 7 Tahun, Negara Alami Kerugian Ratusan Juta
Oknum Suporter Surabaya Bikin Onar Saat Persib Away ke Madura
Usai Viral Berpose Tak Senonoh di Lautan Pasir Gunung Bromo, 3 Turis Asal Belanda Kini Sudah Diamankan
Viral Adik Kandung Ketahuan Berselingkuh Dengan Suami Kakakanya Sendiri, Hubungan Gelap Ternyata Sudah Berjalan 3 Tahun
Zodiak Hari Ini, 4 Juni 2024 Lengkap: Buatlah Perencanaan Lebih Efektif Leo, Beragam Tekanan Pekerjaan Datang Pada Virgo
Pengamat Menduga Mundurnya Kepala dan Wakil Otorita IKN: Target Tinggi Dengan Waktu Relatif Terbatas
Kode Redeem ML (Mobile Legends) Hari Ini Rabu, 5 Juni 2024: Dapatkan Skin Hero, Diamond dan Battle Poin
Kode Redeem FF (Free Fire) Hari Ini Rabu, 5 Juni 2024: Elite Pass Bundle, Diamond dan Skin Gratis
Redeem Code Genshin Impact (GI) Hari Ini Rabu, 5 Juni 2024: Dapatkan Primogems, Mora, Item Adv Lainnya