Hari Dialog dan Pengembangan Perbedaan Budaya Sedunia yang Diperingati Setiap 21 Mei

- Selasa, 21 Mei 2024 | 08:37 WIB
Ilustrasi diskusi  (Pexel/cottonbro studio)
Ilustrasi diskusi (Pexel/cottonbro studio)

KALIMANTAN UPDATE - Tepat tanggal 21 Mei kita akan memperingati hari Dialog Pengembangan Perbedaan Budaya Sedunia.

Momen ini merupakan salah satu dari hari-hari penting internasional. Apa makna Hari Dialog dan Pengembangan Perbedaan Budaya Sedunia yang diperingati pada tanggal 21 Mei 2022? 

Sejarahnya

Banyaknya perbedaan budaya di seluruh dunia, sangat penting jika ada satu hari yang didedikasikan untuk memperingati hal tersebut. Adanya hari Dialog dan Pengembangan Perbedaan Budaya Sedunia, kita akan semakin menyadari bahwa perbedaan bukan suatu halangan dalam mencapai tujuan baik bersama.

Baca Juga: 5 Hal yang perlu Diketahui Terkait Lengsernya Soeharto Setelah 32 Menjabat Sebagai Presiden RI

Adalah PBB yang meresmikan hari Dialog dan Pengembangan Perbedaan Budaya Sedunia pada tahun 2002, setelah sebelumnya dibuat deklarasi universal tentang keanekaragaman budaya oleh UNESCO di tahun 2001.

Hal ini terjadi setelah PBB menyadari, bahwa 75% konflik yang terjadi di dunia berasal dari perbedaan kultural.

Untuk itu dalam misinya, UNESCO menyatakan tujuan diperingatinya hari Dialog dan Pengembangan Budaya Sedunia tidak saja untuk merayakan kekayaan budaya dunia, tetapi juga kesempatan untuk membuka dialog antar budaya agar mencapai perdamaian dan pembangunan berkelanjutan.

Indonesia sebagai negara yang memiliki kekayaan budaya dan banyaknya perbedaan, tentu dapat memanfaatkan tanggal tersebut sebagai momentum untuk persatuan bangsa.

Baca Juga: Prabowo dan Elon Musk Makan Malam Bersama Jelang WWF ke 10 di Bali, Bahas Apa?

Apalagi dalam sejarah bangsa Indonesia telah tercatat beberapa kali mengalami konflik yang disebabkan perbedaan budaya.

Berikut adalah beberapa contoh kegiatan positif yang bisa dilakukan dalam memperingati hari Dialog dan Pengembangan Perbedaan Budaya Sedunia 21 Mei 2024:

1. Mengunjungi museum atau pameran seni yang menampilkan kebudayaan lain.

2. Menjadi relawan atau aktivis sosial yang mengabdikan diri dalam keberagaman manusia.

3. Mengadakan makan bersama dengan membawa makanan tradisional khas daerah masing-masing peserta.

Halaman:

Editor: Syaifullah

Sumber: RRI

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X