Lagu Viral Puji Kim Jong Un di TikTok Diwaspadai Propaganda, Korsel Langsung Blokir

- Sabtu, 25 Mei 2024 | 19:09 WIB
Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong Un. (Bonsernews.com/ Instagram/ @kim._jong._un)
Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong Un. (Bonsernews.com/ Instagram/ @kim._jong._un)

KALIMANTAN UPDATE - Korea Selatan baru-baru ini melarang peredaran sebuah lagu yang viral di TikTok yang memuja pemimpin tertinggi Korea Utara Kim Jong Un.

Komisi Standar Komunikasi Korea disebut memblokir 29 video TikTok terkait lagu tersebut berdasarkan permintaan dari Badan Intelijen Nasional Seoul.

 

"Video tersebut merupakan konten khas yang terkait dengan perang psikologis melawan Korea Selatan karena diunggah di channel yang dioperasikan untuk terhubung dengan dunia luar, terutama berfokus pada mengidolakan dan memuliakan Kim secara sepihak," demikian keterangan badan regulator tersebut.

Baca Juga: Cerita Penjual Kambing Kurban Cuan Ngalir Usai Pekerjakan SPG Wanita Cantik Jelang Idul Adha

Larangan ini menyusul viralnya sebuah lagu di TikTok berisi propaganda Korea Utara yang menyanjung Kim Jong Un sebagai "pemimpin hebat dan orang tua yang ramah."

Lagu itu disertai dengan video yang menampilkan beberapa tarian. Lagu dan video tersebut saat ini telah ditonton jutaan kali.

Menurut kantor berita Korea Utar, KCNA, lagu ini dirilis pada April dan ditampilkan dalam sebuah konser yang menandai rampungnya proyek perumahan ibu kota Pyongyang.

Liriknya penuh dengan puja-puji terhadap Kim Jong Un. Video musiknya pun menggambarkan warga Korea Utara dengan antusias menyanyikan lagu oskestra yang menyatakan bahwa Kim "menjaga kami dengan kasih sayang."

Baca Juga: Viral TikToker Asal Bandung Nekat Makan Tikus Got Digoreng Pakai Nasi Jadi Viral di Media Sosial

Lagu ini viral setelah pembuat konten di seluruh dunia menggunakannya untuk mengedit video mereka sendiri dengan menambahkan tarian dan teks ke klip tersebut. Video-video itu mampu mendapatkan dua juta views.

Kendati begitu, berbeda dengan kekhawatiran pemerintah Korsel, sarjana Universitas Cambridge yang melakukan riset tentang Korut, Alexandra Leonzini, menilai warga bukannya menyanjung Kim Jong karena banyak video TikTok yang menggunakan lagu tersebut. Namun sebaliknya, warga justru meledek Kim Jong Un melalui lagu tersebut.

"Mereka menertawakan rezim, bukan dengan rezim," kata Leonzini.

Larangan semacam ini sebetulnya tidak mengejutkan. Undang-Undang Keamanan Nasional Korsel telah memblokir akses masyarakat ke situs web dan media pemerintah Korut.

Baca Juga: Tren Pesta Pernikahan Sederhana dan Bahagia di China

Halaman:

Editor: Syaifullah

Sumber: CNN Indonesia

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X