Viral Gereja di Meksiko Jual Sebidang Tanah di Surga Rp 1,6 Juta Per Meter Persegi

- Rabu, 3 Juli 2024 | 12:25 WIB
 Ilustrasi gereja. (Pexels/Pixabay)
Ilustrasi gereja. (Pexels/Pixabay)

KALIMANTAN UPDATE - Sebuah gereja di Meksiko viral gara-gara menjual sebidang tanah di 'surga'. Sebidang tanah itu dihargai US$ 100 (setara Rp 1,6 juta) per meter perseginya.

Gereja Iglesia del Final de los Tiempos di Meksiko sedang disorot oleh publik, baik di Meksiko maupun di dunia internasional.

Itu karena gereja tersebut menjanjikan tempat di surga bagi siapa saja yang rela untuk menggelontorkan sejumlah uang 'setoran' kepada pihak gereja.

 

Baca Juga: Viral Swedia Jual Tanah Kavling Rp1.500 per Meter, WNA Boleh Membeli

Menurut laporan media NDTV, gereja itu menetapkan banderol U$100 atau sekitar Rp 1,6 juta per meter persegi untuk sebidang lahan di surga.

Pembayaran atas tanah di 'surga' itu bisa dilakukan jemaat melalui kartu American Express, Apple Pay atau melalui metode pembayaran lainnya.

Menurut laporan sejumlah media, gereja tersebut telah berhasil mengumpulkan jutaan dolar dari transaksi jual beli lapak surga tersebut.

Baca Juga: Penampakan Pocong Berdiri Diatas Bak Mobil di Gunungkidul Viral di Media Sosial, Ternyata

Seorang pendeta gereja mengaku telah bicara dengan Tuhan pada tahun 2017 lalu untuk menjual lahan-lahan ini, dikutip dari NDTV.

Namun, aksi jual beli tanah surga Gereja Iglesia del Final de los Tiempos rupanya dimaksudkan untuk menyindir dan mengolok-olok para pendeta penipu yang kerap memeras sejumlah uang kepada para jemaat.

"Saya berharap seorang pendeta mau menjual lahan di surga kepada saya. Saya akan mengirimnya ke surga dan memintanya untuk melakukan FaceTime sehingga saya bisa melihat apa yang saya beli," kata salah satu pengguna yang ikut meledek.

Baca Juga: Misteri Kebakaran Rumah Wartawan Usai Gencar Beritakan Perjudian, Total Korban Jiwa Berjumlah Empat Orang

"Saya ingin tahu siapa yang berdonasi agar bisa memberi tahu mereka bahwa saya menawarkan diskon untuk Tanah di Surga," tulis pengguna lainnya.

"Menjual dengan nama Tuhan itu kejam," kata pengguna lainnya.

Halaman:

Editor: Syaifullah

Sumber: detik travel

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X