Sempat Nyamar Jadi Agen PBB, Houthi Berhasil Tangkap Jaringan Mata-mata Israel-AS

- Kamis, 13 Juni 2024 | 08:34 WIB
Ilustrasi Houthi mengklaim menangkap jaringan mata-mata yang terkait dengan AS dan Israel (Tangkap layar akun X @warfareanalysis)
Ilustrasi Houthi mengklaim menangkap jaringan mata-mata yang terkait dengan AS dan Israel (Tangkap layar akun X @warfareanalysis)

KALIMANTAN UPDATE - Kelompok militer Yaman, Houthi mengumumkan keberhasilan pihaknya menangkap jaringan mata-mata Israel-Amerika Serikat yang menyamar sebagai personel PBB.

Dalam sebuah pernyataan resmi, Houthi menjelaskan bahwa jaringan itu berafiliasi dengan CIA dan telah melakukan aksi spionase selama bertahun-tahun di Yaman.

Kebusukan mereka terbongkar setelah Houthi menahan 11 staf PBB pekan lalu. Dikatakan bahwa para pelaku menyembunyikan aksi mereka dengan kedok bekerja di organisasi internasional dan badan-badan PBB.

Baca Juga: Deretan Koruptor Termuda di Indonesia, Sang Juara Dipegang Nur Afifah Balqis

“Jaringan mata-mata Amerika-Israel ditangkap,” bunyi pernyataan tersebut, seperti dikutip dari AFP pada Selasa (11/6).

Pada Jumat (7/6), PBB melaporkan penculikan 11 stafnya di beberapa wilayah Yaman, termasuk enam anggota Kantor Komisaris Tinggi Hak Asasi Manusia.

Pemerintah Yaman yang diakui secara internasional mengatakan puluhan pegawai badan-badan PBB dan organisasi internasional lainnya ditahan sebagai bagian dari kampanye penculikan besar-besaran Houthi.

Baca Juga: Enam Oknum Polisi Digrebek Dalam Kamar Hotel Diduga Ingin Pesta Sabu, Ada Polwan Terlibat

Organisasi Hak Asasi Manusia Mayyun Yaman mengatakan setidaknya 18 orang ditahan dalam penangkapan massal yang terjadi di ibu kota Sanaa, pelabuhan utama Hodeida, Amran dan Saada, benteng tradisional Houthi.

Kelompok Houthi menguasai Sanaa pada bulan September 2014, yang memicu intervensi militer pimpinan Arab atas nama pemerintah pada bulan Maret berikutnya.

Sejak November, mereka telah melancarkan sejumlah serangan drone dan rudal yang menargetkan kapal-kapal di Laut Merah dan Teluk Aden, sebagai bentuk solidaritas terhadap Palestina atas perang Gaza.***

Editor: Syaifullah

Sumber: Rmol.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X