Putin Dukung Kamala Harris di Pilpres AS 2024, Gedung Putih dan Donald Trump Berikan Tanggapan

- Minggu, 8 September 2024 | 14:07 WIB
Vladimir Putin menyampaikan soal pertahanan negara kepada anak-anak sekolah. (foto: kantor berita TaSS, Rusia)
Vladimir Putin menyampaikan soal pertahanan negara kepada anak-anak sekolah. (foto: kantor berita TaSS, Rusia)

KALIMANTAN UPDATE - Salah satu kandidat Calon Presiden (Capres) 2024 Amerika Serikat Donald Trump dari Partai Republik akui kesal dan heran soal dukungan Presiden Rusia Vladimir Putin mendukung Kamala Harris Capres dari Partai Demokrat.

Trump, seperti dilansir kantor berita TASS, Jumat (6/9/2024), mengaku tidak tahu bagaimana harus bereaksi atas komentar ironis dari Putin yang menyatakan lebih mendukung rivalnya dalam pilpres November mendatang.

"Dia (Putin-red) mendukung Kamala ... Saya tidak tahu persis apa yang harus saya katakan tentang hal tersebut," ucap Trump saat berbicara dalam forum Economic Club of New York.

Baca Juga: Putin Kunjungi Masjid Nabi Isa di Chechnya, Didampingi Ramzan Kadyrov dan Petinggi Lainnya

 

"Saya tidak tahu apakah saya merasa terhina atau dia (Putin-red) membantu saya," ujar Trump dalam komentarnya.

Putin, saat berbicara dalam forum ekonomi di Rusia pada Kamis (5/9), mengatakan dengan senyum masam bahwa dirinya lebih mendukung Harris, dibandingkan Trump dalam pilpres November mendatang.

 

Pernyataan soal dukungan untuk Harris itu dinilai sebagai komentar ironis dari sang pemimpin Rusia. Diketahui bahwa Putin kerap berkomentar soal isu politik dan sosial di AS dengan sarkasme.

Baca Juga: Jadwal Debat Capres AS 2024: Bakal Panas dan Sengit Antara Donald Trump vs Kamala Harris

Putin, dalam komentarnya pada forum tersebut, juga mengatakan bahwa pemilu AS akan menjadi pilihan rakyat Amerika.

"Pada akhirnya, pilihan ada di tangan rakyat Amerika dan kami akan menghormatinya," lanjutnya,

Komentar Putin itu menuai reaksi keras dari AS, dengan Gedung Putih menyerukan pemimpin Kremlin itu untuk berhenti membahas pemilu AS.

Baca Juga: Sempat Dituding Mata Mata Hingga Sindikat Kriminal dan Gratifikasi, Buronan Alice Guo Resmi Ditahan di Filipina Usai Dideportasi Indonesia

"Tuan Putin harus berhenti berbicara mengenai pemilu kami, titik. Dia tidak seharusnya memihak siapa pun dengan cara apa pun," cetus juru bicara keamanan nasional Gedung Putih, John Kirby, dalam pernyataannya kepada wartawan.

Halaman:

Editor: Syaifullah

Sumber: Detiknews

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Bikin Resah, Dugaan WNI Buat Geng di Jepang

Minggu, 1 September 2024 | 20:38 WIB
X