Serangan Balasan, Sejumlah Jet Tempur Suriah dan Rusia Bombardir Kelompok Pemberontak di Idlib Hama Aleppo

- Selasa, 3 Desember 2024 | 09:16 WIB
Ilustrasi jet tempur Rusia  (USA TODAY)
Ilustrasi jet tempur Rusia (USA TODAY)

KALIMANTAN UPDATE - Usai sebagian kota Aleppo dikuasai pemberontak, terlihat Jet-jet tempur Suriah dan Rusia telah membombardir basis-basis kelompok di kota Idlib pada hari Minggu.

Itu sebagai pembalasan ketika Presiden Suriah Bashar al-Assad bersumpah untuk menghancurkan kelompok yang telah menyerbu dan merebut sebagian besar kota Aleppo.

Penduduk setempat mengatakan salah satu serangan udara menghantam daerah pemukiman padat di pusat Idlib, kota terbesar di daerah kantong oposisi atau pemberontak di dekat perbatasan Turkiye, tempat sekitar 4 juta orang tinggal di tenda dan tempat tinggal sementara.

Baca Juga: Kelompok Pemberontak Suriah Berhasil Duduki Istana Presiden Bashar Al Assad di Aleppo

Setidaknya tujuh orang tewas dan puluhan lainnya terluka, menurut tim penyelamat di tempat kejadian.

Tentara Suriah dan sekutunya Rusia, mengatakan mereka menargetkan tempat persembunyian kelompok pemberontak dan membantah menyerang warga sipil.

Pada hari Sabtu, jet-jet tempur Rusia dan Suriah mengebom kota-kota lain di provinsi Idlib, yang dilaporkan telah sepenuhnya berada di bawah kendali pasukabn pemberontak dalam serangan paling berani sejak pertempuran dibekukan pada 2020.

Pasukan pemberontak menyerbu kota Aleppo, sebelah timur provinsi Idlib, sejak Kamis dan memaksa tentara Suriah mundur.

Baca Juga: Usai Israel dan Hizbullah Lebanon Menyepakati Gencatan Senjata, Hamas Beri Respon

Dalam pernyataan yang dipublikasikan di media pemerintah, Presiden Assad mengatakan: "Teroris hanya tahu bahasa kekerasan dan dengan bahasa itulah kami akan menghancurkan mereka."

Militer Suriah mengatakan puluhan tentaranya tewas dalam serangan di Aleppo. Pada hari Minggu, militer mengatakan mereka telah merebut kembali beberapa kota yang dikuasai pasukan pemberontak dalam beberapa hari terakhir.

Kelompok pemberontak tersebut adalah koalisi kelompok bersenjata sekuler arus utama yang didukung Turkiye bersama dengan kelompok Hayat Tahrir al-Sham (HTS) yang merupakan kekuatan pemberontak paling kuat.

Baca Juga: Meski Tergabung NATO, Erdogan Perlahan Mesra Dengan Putin

HTS telah ditetapkan sebagai kelompok teroris oleh AS, Rusia, Turki, dan negara-negara lain.

Perang di Suriah, yang telah menewaskan ratusan ribu orang dan membuat jutaan orang mengungsi, telah berlangsung sejak 2011 tanpa akhir yang resmi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Syaifullah

Sumber: sindonews.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Kecelakaan Maut di Sarawak Malaysia Tewaskan 7 WNI

Rabu, 27 November 2024 | 18:25 WIB

Mengenal MIKTA, Organisasi Disebut Serupa Dengan BRICS

Selasa, 19 November 2024 | 11:45 WIB
X