KALIMANTAN UPDATE - Kecelakaan maut di Sarawak Malaysia pada Kamis (21/11) lalu, menewaskan sebanyak tujuh Warga Negara Indonesia (WNI).
Pejabat Kepala Kepolisian Sarikei, Aswandy Anis, mengatakan mobil yang dikendarai oleh seorang warga negara Malaysia dengan tujuh penumpang asal Indonesia memasuki jalur berlawanan di Simpang Bulat saat dikejar oleh polisi patroli.
Aswandy mengatakan mobil polisi yang sedang berpatroli di simpang Jalan Jakar melihat mobil Perodua Alza yang mencurigakan dan meminta pengemudi untuk berhenti.
Baca Juga: Viral Aksi Pembacokan Ketua KPPS Bima NTB, Diduga Masalah Pribadi
Namun, mobil itu malah melarikan diri dan pengemudi nekat memacu kendaraan ke jalur berlawanan, membawa mobil melaju melawan arus.
Mobil polisi pun mengejar mereka sambil membunyikan sirene peringatan untuk menghentikan kendaraan.
Ketika mobil Perodua Alza mencapai Jembatan Sungai Nyelong di Jalan Raya Pan Borneo, mobil itu lantas bertabrakan dengan kendaraan roda empat yang membawa dua penumpang.
"Pengemudi dan penumpang di MPV dikonfirmasi tewas di tempat kejadian oleh petugas medis dari Rumah Sakit Sarikei, sementara pengemudi dan penumpang 4WD mengalami luka ringan," katanya, seperti dikutip The Star dan The Sun Malaysia.
Dalam sebuah keterangan, Konsul Jenderal (Konjen) RI Kuching Raden Sigit Witjaksono menjelaskan para WNI merupakan warga asal Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), yang hendak bekerja sebagai tenaga kerja Indonesia (TKI).
Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Kuching pun saat ini berupaya membantu pemulangan ketujuh jenazah WNI. Bantuan tersebut diberikan setelah keluarga korban menginginkannya namun terkendala biaya.
Baca Juga: Siswa SMK di Semarang Tewas Ditembak Polisi Diduga Terlibat Tawuran, Kapolrestabes Buka Suara
Biasanya, jenazah WNI yang bekerja sebagai TKI di Malaysia akan dipulangkan oleh perusahaan atau majikan mereka. Namun, dalam kasus ini, para WNI meninggal dunia sebelum mulai bekerja dan agen yang membawa mereka turut meninggal dunia.
Estimasi biaya pemulangan jenazah dari Sarawak melalui jalur udara dan darat untuk sampai di kampung halaman mereka di NTB dapat mencapai RM12.000 (sekitar Rp42 juta) per jenazah, demikian dikutip dari ANTARA.
Artikel Terkait
Sempat Diwarnai Aksi Kejar-kejaran Jelang OTT Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah Beserta Tersangka Lainnya
Kepala Kepolisian Bunuh Diri Saat Ingin Ditangkap Atas Dugaan Kasus Korupsi dan Kriminal Lain Yang Catut Namanya
Link Nonton Zona Merah Episode 1-5, Kontroversi Politis Kepala Daerah Hingga Teror Mematikan Serang Sebuah Perkotaan
Tren Smartwatch di Kalangan Wanita, Bisa Lebih Memudahkan Beberapa Aktivitas Dari Jam Tangan Biasa
Mengenal Laura Siburian, TikToker Cantik Pernah Akui Suka Sesama Jenis
Shin Tae Yong Buka Akademi Sepak Bola, Komitmen Ingin Cetak Pemain Juara
Meski Tergabung NATO, Erdogan Perlahan Mesra Dengan Putin
Usai Viral Video Sejumlah Kendaraan Rusak Gegara Pertamax, Pertamina Buka Suara
Jika Dimintai, Toyota Siap Membantu Buat Mobil Lokal Impian Prabowo
Viral Aksi Pembacokan Ketua KPPS Bima NTB, Diduga Masalah Pribadi