Sejarah Peringatan Hari Reformasi Setiap 21 Mei

- Selasa, 21 Mei 2024 | 08:08 WIB
Ilustrasi peringatan Hari Reformasi Nasional pada 21 Mei 2024. (Freepik)
Ilustrasi peringatan Hari Reformasi Nasional pada 21 Mei 2024. (Freepik)

KALIMANTAN UPDATE - 21 Mei diperingati sebagai Hari Peringatan Reformasi atau Hari Reformasi Nasional. Tanggal tersebut dipilih karena bertepatan dengan lengsernya Presiden Soeharto pada 21 Mei 1998. 

Tahun ini merupakan tahun ke-26 peringatan Hari Reformasi Indonesia sejak 1998. 26 tahun lalu, Presiden Soeharto mundur dari jabatannya pada 21 Mei 1998, dan menjadi penanda peringatan Hari Reformasi Nasional.

Sejarah Hari Reformasi Nasional 21 Mei

Sejarah lahirnya reformasi di Indonesia berawal ketika Soeharto menjabat presiden kedua Indonesia menggantikan Soekarno pada 1967.

Baca Juga: Oknum Pejabat Kemenhub Bersumpah Sambil Injak Al Quran, Diduga Kesal Tudingan Berselingkuh

Selama 2 tahun masa kepemimpinannya, Soeharto mendapat julukan sebagai Bapak Pembangunan karena dinilai mampu menjaga stabilitas negara.

 

Akan tetapi, stabilitas yang selalu terjaga itu pada akhirnya goyah hingga terjadi demonstrasi dan kerusuhan di mana-mana.

Demonstrasi terjadi karena krisis ekonomi yang menimpa Indonesia pada 1998 sehingga reformasi terus disuarakan.

Krisis ekonomi tersebut membuat masyarakat menilai Soeharto sudah tidak mampu mengatasi krisis berkepanjangan ini.

Baca Juga: Prabowo dan Elon Musk Makan Malam Bersama Jelang WWF ke 10 di Bali, Bahas Apa?

Masyarakat pun menuntut untuk reformasi. Mahasiswa saat itu juga turun melakukan demonstrasi untuk menuntut Soeharto melepas jabatannya sebagai presiden.

Bahkan, aksi demonstrasi juga dilakukan di sejumlah daerah seperti Jakarta, Yogyakarta, Bandung, dan daerah lainnya. Kemudian meledaklah demonstrasi pada 12 Mei yang dikenal dengan Tragedi Trisakti pada 12 Mei.

Kekacauan pecah ketika mahasiswa Trisakti dihalangi saat hendak menuju gedung DPR. Aparat keamanan mengeluarkan tembakan peringatan. Namun, tembakan tersebut bukan peluru karet, melainkan peluru besi. Mahasiswa pun kocar-kacir menyelamatkan diri.

Peristiwa tersebut mengakibatkan empat mahasiswa gugur. Mereka adalah Elang Mulia Lesmana (1978-1998), Heri Hertanto (1977-1998), Hafidin Royan (1976-1998), dan Hendriawan Sie (1975-1998). Sementara mahasiswa lainnya mengalami luka-luka dan dibawa ke RS Sumber Waras.

Halaman:

Editor: Syaifullah

Sumber: DetikJatim

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Sejarah Peringatan Hari Reformasi Setiap 21 Mei

Selasa, 21 Mei 2024 | 08:08 WIB
X