Usai Viral Bertemu Presiden Israel Isaac Herzog, Ketua PBNU: 5 Nahdliyin Itu Tak Paham Geopolitik

- Selasa, 16 Juli 2024 | 11:23 WIB
ilustrasi bendera PBNU (nu online)
ilustrasi bendera PBNU (nu online)

KALIMANTAN UPDATE - Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Savi Ali menyebut lima (5) Nahdliyin yang bertemu Presiden Israel Isaac Herzog tak memahami geopolitik.

Menurutnya, kunjungan 5 Nahdliyin ke Israel itu sebagai tindakan orang yang tak memahami kebijakan PBNU, serta keadaan batin seluruh warga NU.

Ia menyatakan, mereka ke Israel bukan atas nama organisasi. Selain itu, PBNU belum mengetahui 5 Nahdliyin tersebut mendapat dukungan dari pihak mana saat berangkat ke Israel.

Baca Juga: Tak Pernah Memberikan Izin, PBNU Kecam dan Bakal Panggil 5 Nahdliyin Soal Pertemuan Dengan Presiden Israel

"Kemungkinan kunjungan mereka atas nama pribadi. Kita tidak tahu tujuannya apa dan siapa yang mensponsorinya. Ini tindakan yang disesalkan," katanya Savic, Minggu malam, 14 Juli 2024, seperti dikutip KBR dari NU Online, Selasa, (16/07).

Ketua PBNU Savic Ali menambahkan, meski bukan atas nama organisasi, namun 5 Nahdliyin dikenal sebagai warga bahkan aktivis NU. Menurutnya, situasi tersebut dapat memperburuk kesan NU di mata masyarakat.

"Israel sampai saat ini tak mengakui Palestina dan terus melakukan agresi militer yang memakan ribuan korban jiwa. Israel masih menjatuhkan bom dan peluru kepada warga Palestina. Korbannya banyak sekali, warga sipil," ujarnya.

Baca Juga: Mulai Hari Ini, Polri Gelar Operasi Patuh Jaya 2024 Serentak Seluruh Wilayah Indonesia

Kata Savic, saat ini PBNU terus berupaya mewujudkan kemerdekaan Palestina. Salah satu bentuknya ialah dialog antara Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf dan Duta Besar Palestina Zuhair al-Shun di gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Kamis, 11 Juli 2024.

"Kemarin ada pertemuan antara Ketua Umum Gus Yahya dengan Dubes Palestina membicarakan perkembangan yang terjadi di Pelestina, apa yang bisa dilakukan oleh NU dalam konteks mendukung kemerdekaan Palestina dan menghentikan kekerasan yang terjadi terhadap rakyat Palestina," tuturnya.

Savic melanjutkan, PBNU akan mengklarifikasi ke 5 Nahdliyin yang berkunjung ke Israel, sebelum memutuskan apakah akan ada sanksi atau tidak.

Baca Juga: Cerita Wanita Ini Tertular Herpes Gegara Cobain Produk Tester Lipstik di Toko Kosmetik

"Tapi yang jelas, keberangkatan mereka sulit diterima karena melukai perasaan warga Nahdliyin. Tidak semestinya warga NU berkunjung ke Israel. Ini tindakan tidak paham geopolitik dan perasaan warga NU," imbuhnya.

Sementara itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Roy Soemirat menegaskan, pertemuan 5 Nahdliyin itu tidak berkaitan dengan sikap pemerintah Indonesia.

"Saya tekankan bahwa kunjungan tersebut tidak terkait dalam bentuk apapun dengan posisi resmi pemerintah Indonesia," ujar Roy kepada wartawan, Senin, (15/7/2024).

Halaman:

Editor: Syaifullah

Sumber: kbr.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Sejarah dan Tema Hari Koperasi Indonesia 2024

Kamis, 11 Juli 2024 | 19:26 WIB
X