Pemain Sulteng Layangkan Pukulan Keras ke Wasit Hingga Dilarikan ke RS Gegara Kesal, Ketum PSSI Erick Thohir Buka Suara

- Minggu, 15 September 2024 | 11:49 WIB
Wasit saat mendapat hantaman dari pemain Sulawesi Tengah dalam pertandingan sepakbola PON XXI.  (Twitter/ @faktabola)
Wasit saat mendapat hantaman dari pemain Sulawesi Tengah dalam pertandingan sepakbola PON XXI. (Twitter/ @faktabola)

KALIMANTAN UPDATE - Pertandingan babak 8 besar cabang olahraga (cabor) sepak bola PON XXI 2024 antara Aceh vs Sulawesi Tengah (Sulteng) menjadi sorotan nasional. 

Insiden mengejutkan terjadi, melibatkan pemain Sulteng dan wasit Eko Agus Sugih Harto dalam laga yang berlangsung di Stadion H Dimurthala Lampineung Banda Aceh, Sabtu (14/9/2024) malam.

Kepemimpinan wasit yang dianggap kontroversial memicu reaksi keras dari pemain di lapangan.

Baca Juga: Polemik Pemain Naturalisasi Kian Bertambah Jelang Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia, Respon Peter Gontha dan Rocky Gerung

Semua itu lantas berujung kepada tindakan salah satu pemain Sulteng, Muhammad Rizki Saputra kelewatan batas, yang melayangkan pukulan keras hingga membuat wasit terkapar.

Wasit pun segera dilarikan ke rumah sakit dengan ambulans untuk mendapatkan pengobatan lebih lanjut.

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, dengan tegas mengutuk insiden ini. Ia menyebut peristiwa tersebut sangat memalukan dan memastikan akan melakukan investigasi mendalam.

Baca Juga: Deretan Keluhan Saat PON Aceh Sumut 2024 Berlangsung: Mulai Infrastruktur Belum Memadai Hingga Konsumsi Tak Sesuai Kandungan Gizi

"Pastinya akan dilakukan investigasi mendalam. Indikasi pertandingan yang tidak fair menjadi materi serius yang ditelaah. Pun halnya reaksi pemain yang dipastikan berbuah sanksi yang sangat berat," ujarnya dalam pernyataan resminya pada Minggu (15/9/2024).

Investigasi akan dimulai dari kepemimpinan wasit, untuk melihat lebih lanjut tentang dugaan pengaturan pertandingan. Di sisi lain, Erick Thohir juga menekankan bahwa tindakan brutal dari pemain Sulteng tidak bisa dibenarkan dan pasti akan berujung kepada hukuman berat.

"Ini (pemain Sulteng) adalah tindakan kriminal yang punya konsekuensi hukum. Skandal soal keputusan wasit jadi hal lain yang juga punya konsekuensi hukum jika memang ternyata terindikasi diatur oleh oknum tertentu," kata Erick Thohir.

Menurutnya insiden ini sangat mencoreng marwah sepak bola Indonesia yang sedang berupaya bangkit dan memperbaiki citranya. Demi menjaga marwah sepak bola nasional, Erick memastikan hukuman yang diberikan akan menjadi peringatan keras bagi semua pihak.***

Editor: Syaifullah

Sumber: kompas.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X