Ransomware Lockbit 3 0 Diduga Curi Data BSI Beri Waktu Negosiasi Selama 3 Hari

- Sabtu, 13 Mei 2023 | 17:29 WIB
Ancaman LockBit pada pihak BSI (Website LockBit)
Ancaman LockBit pada pihak BSI (Website LockBit)

KALIMANTAN UPDATE - Sempat heboh beberapa hari lalu mobile banking hingga jaringan ATM Bank Syariah Indonesia (BSI) eror.

Tentunya dengan kejadian ini masyarakat pengguna jaringan BSI merasa terganggu dengan hal tersebut.

Menanggapi hal itu pihak BSI hingga Erick Thohir beberapa waktu lalu mengatakan bahwa BSI mendapati serangan siber.

Baca Juga: Review Film Evil Dead Rise Tayang di bioskop Indonesia, Nuansa Horor Terasa Dibaluti Kesadisan Tak Terlupakan

Setelah viral-nya kejadian ini, munculnya kelompok hacker ransomware Lockbit 3.0 diduga klaim telah menyerang sistem PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk. atau BSI.

Adapun dalam pengakuannya, mereka juga mencuri 1.5 terabyte data, diantaranya berisi informasi pribadi dari 15 juta nasabah dan karyawan BSI.

"Kami memberikan waktu 72 jam kepada manajemen bank untuk menghubungi LockbitSupp dan menyelesaikan masalah tersebut," tulis Lockbit.

Baca Juga: Dugaan Terlilit Hutang Judi Online dan Masalah Keluarga, Bos JNT Ditemukan Tewas Gantung Diri di Kantornya

"Untuk semua pelanggan dan mitra bank yang datanya telah dicuri. Jika Bank Syariah Indonesia menghargai reputasinya, pelanggan dan mitra, mereka akan menghubungi kami dan Anda tidak akan terancam." tambahnya.

Adapun dalam pengumumannya, kelompok hacker tersebut mengaku sebagai dalang adanya gangguan layanan perbankan ATM maupun mobile banking (m-banking) BSI selama beberapa hari sejak Senin (8/5).

Mereka mengaku setidaknya ada lima jenis, yakni 9 basis data yang terdiri dari data 15 juta nasabah dan karyawan, dokumen keuangan, dokumen hukum, NDA, serta Kata sandi untuk semua layanan internal dan eksternal yang digunakan di bank.

Baca Juga: Klasemen Perolehan Medali SEA Games 2023: Vietnam Meleset Jauh Tinggali Thailand dan Kamboja

Berikut isi klaim Lockbit 3.0 secara lengkap:

Pada 8 Mei, kami menyerang Bank Syariah Indonesia, menghentikan sepenuhnya semua layanannya. Manajemen bank tidak dapat memikirkan hal yang lebih baik daripada berbohong kepada pelanggan dan mitra mereka, melaporkan ada semacam "pekerjaan teknis" sedang dilakukan di bank.

Kami juga ingin memberi tahu Anda bahwa selain kelumpuhan bank, kami mencuri sekitar 1,5 terabyte data pribadi.

Halaman:

Editor: Syaifullah

Sumber: kompas.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X