Panas Jelang Putaran Kedua, Kampanye 'pl' dan PT Adu Strategi di Jalanan hingga Ruang Digital
Kalimantan Update – 25 Oktober 2026 | Persaingan menuju putaran kedua Pemilihan Presiden Brasil 2026 semakin memanas, dengan kampanye partai ‘pl’ yang mengusung Flávio Bolsonaro terus mengejar ketertinggalan dari petahana Luiz Inácio Lula da Silva dari Partai Buruh (PT). Di hari terakhir kampanye, Sabtu (24/10/2026), pendukung kedua kubu turun ke jalanan Fortaleza, Ceará, sekaligus membanjiri media sosial dalam upaya terakhir meraih suara. Strategi ‘pl’ yang mengandalkan mesin digital dan mobilisasi akar rumput menjadi sorotan utama dalam pertarungan sengit ini.
Hasil Survei Terbaru: Selisih Menyempit
Survei terbaru Atlas/Bloomberg yang dirilis pada Sabtu (24/10) menunjukkan Flávio Bolsonaro dari ‘pl’ memimpin secara numerik dengan 50,8 persen suara sah, sementara Lula dari PT meraih 49,2 persen. Dengan margin kesalahan satu poin persentase, posisi keduanya berada dalam kategori imbang teknis. Angka ini menandai penyempitan jarak dibandingkan survei sepekan sebelumnya, ketika Flávio masih unggul dengan 51,1 persen berbanding 48,9 persen. Survei yang melibatkan 4.990 responden pada 18-23 Oktober 2026 itu menggunakan metode Atlas RDR berbasis rekrutmen digital acak, dengan tingkat kepercayaan 95 persen, dan telah terdaftar di Pengadilan Tinggi Pemilu Brasil dengan nomor BR-06380/2026.
Pertarungan di Ceará: Dua Gaya Berbeda
Di Ceará, kedua kubu memperlihatkan pendekatan yang khas. Pendukung ‘pl’ menggelar motokarnaval yang berpusat di Praça Santa Edwiges, kawasan Moura Brasil, Fortaleza, pada pukul 16.00 waktu setempat. Deputi Federal André Fernandes, yang baru terpilih kembali dengan lebih dari 600 ribu suara dan kini mengoordinasikan kampanye Flávio di wilayah Nordeste, memastikan kehadirannya. Sementara itu, pendukung Lula menggelar acara bertajuk “Ceará pela Democracia” di Praia de Iracema pada waktu yang sama, menampilkan 28 atraksi musik termasuk O Kannalha, Ednardo, Silvero Pereira, dan Vanessa A Cantora.
Pada putaran pertama 4 Oktober lalu, Lula meraih 63,29 persen suara sah di Ceará, jauh di atas Flávio yang hanya memperoleh 31,27 persen. Meski demikian, kubu ‘pl’ tak tinggal diam. Mereka meningkatkan kehadiran di negara bagian tersebut melalui rangkaian aksi publik, termasuk kegiatan di Caucaia bersama calon wakil presiden Alfredo Gaspar, serta “Bloquinho do 22” di Praça Portugal yang menghadirkan Flávio Bolsonaro dan Nikolas Ferreira, deputi federal terpilih dari Minas Gerais. Agenda kampanye ‘pl’ juga menyasar kota-kota seperti Eusébio, Aquiraz, dan Tauá untuk memperkecil selisih suara.
Sosiolog dan pengajar ilmu politik Universitas Federal Ceará, Paula Vieira, menilai kedua kampanye kini saling meniru kekuatan lawan. “Lingkaran pendukung Flávio Bolsonaro lebih lekat dengan media sosial dan platform digital, sementara kampanye Lula secara historis bertumpu pada mobilisasi tatap muka. Namun pada putaran kedua, kampanye Lula memperkuat kehadiran digitalnya, sedangkan kubu ‘pl’ mulai turun lebih banyak ke wilayah,” ujarnya.
Mobilisasi Akar Rumput dan Target Ambisius
Gubernur Ceará, Elmano de Freitas, menargetkan Lula meraih lebih dari 70 persen suara sah di negara bagian itu pada putaran kedua. Ia bersama Wali Kota Fortaleza, Evandro Leitão, aktif menghadiri agenda politik di ibu kota, termasuk acara “Baile do 13” di Parangaba yang dihadiri deputi terpilih dari São Paulo, Érika Hilton, serta “Viradão do Lula” di Aldeota. Rangkaian kegiatan itu juga mencakup mobilisasi di pedalaman dan sebuah aksi penutup di ibu kota negara bagian.
Di sisi lain, kubu ‘pl’ memanfaatkan sosok-sosok dengan jangkauan digital besar untuk merangkul pemilih muda. Aksi di Conjunto Ceará menjadi contoh bagaimana kampanye Flávio mencoba mendekati segmen tersebut. “Pada kasus Flávio Bolsonaro, terlihat gerakan sebaliknya, yakni upaya memadukan strategi digital yang dominan dengan kehadiran teritorial yang lebih besar,” tambah Paula Vieira.
Gema Kampanye hingga ke Distrito Federal
Semangat kampanye ‘pl’ juga terasa di Brasília. Pada Sabtu sore (24/10), pendukung Celina Leão dan Flávio Bolsonaro menggelar aksi “Bloco do 11 e 22” yang dimulai dari Torre de TV dan berakhir di Palácio do Buriti, Plano Piloto. Acara tersebut dihadiri sejumlah tokoh, termasuk Senator Michelle Bolsonaro, Bia Kicis, Damares Alves, serta para deputi distrik dan federal dari Partai Liberal. Menjelang berakhirnya acara, Celina Leão dan Michelle Bolsonaro mengajak massa menyanyikan lagu kebangsaan dan menutupnya dengan doa bersama.
Pemungutan suara putaran kedua dijadwalkan berlangsung pada Minggu (25/10/2026). Dengan selisih yang sangat tipis, setiap suara di Ceará, Nordeste, dan wilayah lainnya akan menentukan arah lima tahun ke depan Brasil. Kampanye ‘pl’ berharap gelombang mobilisasi digital dan kehadiran tokoh-tokoh populer mampu membalikkan keadaan, sementara kubu PT mengandalkan mesin partai dan dukungan institusional yang solid.
Pertarungan ini pada akhirnya bukan sekadar soal angka survei, melainkan tentang kemampuan masing-masing kubu mengubah antusiasme di jalanan dan ruang digital menjadi suara sah di bilik suara. Bagi pendukung ‘pl’, putaran kedua adalah kesempatan emas membalikkan prediksi; bagi PT, ini adalah ujian mempertahankan basis massa yang telah terbangun. Apa pun hasilnya, rakyat Brasil akan menjadi penentu akhir dari drama politik yang menegangkan ini.
