Habib Abdullah Pimpin Maulid Diba di Haul Ke-58 KH Sya'rani Arief, Momentum Mengenang Ulama Besar Banjar
Kalimantan Update – 28 Oktober 2026 | Suasana Desa Melayu Tengah, Kecamatan Martapura Timur, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, tampak khidmat pada Senin (26/10/2026) malam. Ratusan jamaah berdatangan memadati area kubah almarhum KH Sya’rani Arief untuk mengikuti rangkaian peringatan haul ke-58 ulama kharismatik tersebut. Dalam kesempatan penuh berkah itu, Habib Abdullah Pimpin Maulid Diba di Haul Ke-58 KH Sya’rani Arief yang berlangsung dengan penuh kekhusyukan.
Pembacaan Maulid Diba’ yang dipimpin Habib Abdullah bin Ali Al Athas, ulama asal Bekasi, Jakarta, menjadi bagian istimewa dari rangkaian haul tahun ini. Lantunan syair pujian kepada Nabi Muhammad SAW yang dilantunkan bersama-sama menambah suasana haru dan khusyuk di tengah para jamaah yang hadir. Momen Habib Abdullah Pimpin Maulid Diba di Haul Ke-58 KH Sya’rani Arief itu seolah menghadirkan kembali semangat kecintaan kepada Rasulullah yang selama ini diajarkan oleh sang ulama yang dihaulkan.
Kehadiran Bupati Banjar dan Para Tokoh Agama
Bupati Banjar H Saidi Mansyur turut hadir dan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan pada malam itu. Ia tampak duduk bersama para habaib, tokoh agama, serta para guru agama dari Pondok Pesantren Darussalam Martapura. Kehadiran sejumlah elemen masyarakat dan tokoh penting ini menunjukkan betapa besar penghormatan warga Kalimantan Selatan terhadap sosok KH Sya’rani Arief.
Peringatan haul ini menjadi momentum bagi masyarakat untuk mengenang jasa, perjuangan, serta keteladanan KH Sya’rani Arief dalam menyebarkan ilmu dan ajaran Islam, khususnya di Kalimantan Selatan. Kegiatan Habib Abdullah Pimpin Maulid Diba di Haul Ke-58 KH Sya’rani Arief bukan sekadar ritual tahunan, melainkan sarana meneladani perjalanan hidup seorang ulama besar Nusantara.
Ulama Ahli Hadis dan Tafsir Kebanggaan Banjar
KH Muhammad Sya’rani Arief, yang lebih dikenal sebagai KH Anang Sya’rani Arief Al-Banjari, merupakan ulama besar Nusantara yang ahli dalam bidang hadis dan tafsir. Ia dikenal dengan sebutan Muhaddits wal Mufassir serta pernah memimpin Pondok Pesantren Darussalam Martapura sebagai pengasuh kelima.
Lahir di Kampung Melayu Tengah, Kecamatan Martapura Timur, Kabupaten Banjar, pada 1914, KH Sya’rani Arief merupakan keturunan Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari atau Datu Kalampayan. Darah keulamaan yang mengalir dalam dirinya menjadi bekal penting dalam perjalanan menuntut ilmu yang ia tempuh sepanjang hidupnya.
Pada 1930, beliau berangkat ke Makkah untuk menuntut ilmu, didampingi sepupunya, Syekh Muhammad Syarwani Abdan Bangil, dan diantar oleh KH Kasyful Anwar. Selama 22 tahun bermukim di Tanah Suci, beliau mendalami ilmu agama dan bahkan dipercaya mengajar di Masjidil Haram. Sejumlah ulama yang menjadi guru beliau di Makkah di antaranya Sayyid Amin al-Kutbi, Syekh Umar Hamdan, Ali bin Abdullah al-Banjari, Bakri Syatha, Muhammad Ali bin Husein al-Maliki, dan Ahyad al-Bughuri.
Peran dalam Pendidikan Islam dan Karya Tulis
Sepulang dari Makkah, KH Sya’rani Arief dikenal sebagai salah satu ulama yang berperan besar dalam perkembangan pendidikan Islam di Kalimantan Selatan. Selama menjadi pengasuh Pondok Pesantren Darussalam Martapura, beliau mendidik banyak ulama, termasuk Syekh KH Muhammad Zaini Abdul Ghani Al-Banjari atau yang akrab disapa Abah Guru Sekumpul.
Selain mengajar, beliau juga meninggalkan sejumlah karya tulis keagamaan yang bernilai tinggi, di antaranya kitab Thanwirut Thulab dan Hidayatuz Zaman. Kiprahnya dalam bidang hadis dan tafsir menjadikan beliau sebagai salah satu ulama yang paling dihormati di Kalimantan Selatan hingga kini.
KH Sya’rani Arief wafat pada 17 Juni 1969, bertepatan dengan 14 Jumadilawal, dalam usia 55 tahun. Beliau dimakamkan di Kampung Melayu Tengah, Kecamatan Martapura Timur, Kabupaten Banjar, tempat yang kini menjadi lokasi utama peringatan haul setiap tahunnya.
Rangkaian Kegiatan dan Puncak Haul
Rangkaian kegiatan haul pada Senin malam ditutup dengan zikir nasyid dan doa bersama yang dipanjatkan untuk kebaikan umat serta keberkahan bagi seluruh jamaah yang hadir. Kegiatan Habib Abdullah Pimpin Maulid Diba di Haul Ke-58 KH Sya’rani Arief menjadi penutup yang indah bagi malam penuh berkah tersebut.
Sementara itu, puncak peringatan haul ke-58 KH Sya’rani Arief dijadwalkan berlangsung pada Selasa (27/10/2026) malam. Antusiasme masyarakat diperkirakan akan semakin besar mengingat haul ini merupakan salah satu agenda keagamaan penting di Kabupaten Banjar.
Melalui peringatan haul ini, masyarakat diajak untuk terus meneladani keteladanan KH Sya’rani Arief, terutama dalam hal kegigihan menuntut ilmu, keikhlasan mengajar, dan kecintaan kepada Rasulullah. Semangat itulah yang coba dihadirkan kembali melalui pembacaan Maulid Diba’ yang dipimpin Habib Abdullah bin Ali Al Athas.
Sebagai penutup, peringatan haul ke-58 KH Sya’rani Arief menjadi bukti bahwa warisan keilmuan dan keteladanan ulama besar Banjar ini masih hidup di tengah masyarakat. Kegiatan Habib Abdullah Pimpin Maulid Diba di Haul Ke-58 KH Sya’rani Arief diharapkan mampu memperkuat ukhuwah Islamiyah serta menumbuhkan semangat meneladani para ulama dalam kehidupan sehari-hari. Dengan begitu, nilai-nilai perjuangan KH Sya’rani Arief akan terus terjaga dan diwariskan kepada generasi mendatang.
