Sinoman Hadrah Al-Fatah Banjarmasin Kunci Gelar Juara Festival Budaya Banjar 2026, Disbudporapar Terapkan Aturan Regenerasi
Kalimantan Update – 16 Oktober 2026 | Grup Sinoman Hadrah Al-Fatah Banjarmasin Pertahankan Gelar Juara di Festival Budaya Banjar 2026 menjadi sorotan utama penutupan ajang tahunan yang digelar di halaman Kantor Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Perhelatan yang berlangsung selama tiga hari itu resmi ditutup pada Kamis (15/10/2026) sore, menandai berakhirnya rangkaian kompetisi seni budaya yang dinanti masyarakat Banjar.
Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Banjar selaku penyelenggara menyatakan seluruh agenda perlombaan berjalan lancar tanpa kendala berarti. Kepala Disbudporapar Banjar yang diwakili Kabid Kebudayaan M Syahid, didampingi Kasi Kesenian Bidang Kebudayaan Ina Wangsih, menyampaikan rasa syukur atas suksesnya penyelenggaraan Festival Budaya Banjar 2026.
“Alhamdulillah, semua dukungan dapat kita dapatkan mulai dari ruang transit untuk pejabat saat acara pembukaan maupun fasilitas bagi peserta, semuanya terbantu dengan baik,” terang Syahid di hadapan awak media.
Empat Kategori Lomba Utama Meriahkan Festival
Pada perhelatan tahun ini, Disbudporapar mempertandingkan empat kategori lomba utama tingkat provinsi yang meliputi Festival Sinoman Hadrah, Festival Rudat, Festival Musik Panting, serta satu kategori tingkat kabupaten yakni Festival Maulid Habsy. Keempat kategori tersebut menjadi magnet bagi kelompok seni dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan.
Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, seluruh rangkaian lomba berjalan lancar serta mendapatkan apresiasi yang baik dari para peserta maupun penonton. Prestasi Grup Sinoman Hadrah Al-Fatah Banjarmasin Pertahankan Gelar Juara di Festival Budaya Banjar 2026 pun menjadi bukti kualitas pembinaan seni hadrah di kota tersebut.
Aturan Ketat demi Sportivitas dan Regenerasi Peserta
Terkait regulasi keikutsertaan, pihak panitia menerapkan aturan ketat guna menjaga sportivitas sekaligus mendorong regenerasi peserta. Peserta yang telah menjuarai perlombaan sebanyak tiga kali berturut-turut tidak diperkenankan mengikuti kategori lomba yang sama pada tahun berikutnya.
Kebijakan itu berlaku bagi Grup Sinoman Hadrah Al-Fatah Banjarmasin Pertahankan Gelar Juara di Festival Budaya Banjar 2026, yang telah menorehkan prestasi sebagai juara bertahan di tingkat sebelumnya. Dengan demikian, grup legendaris asal Banjarmasin tersebut tidak lagi dapat berlaga pada kategori yang sama pada edisi mendatang, meski tetap dikenang sebagai juara bertahan.
“Peserta yang telah menjuarai perlombaan sebanyak tiga kali berturut-turut tidak diperkenankan mengikuti kategori lomba yang sama pada tahun berikutnya, seperti yang berlaku pada grup Sinoman Hadrah Al-Fatah asal Banjarmasin yang telah menorehkan prestasi sebagai juara bertahan di tingkat sebelumnya,” tutur Syahid.
Apresiasi dari Pembina Seni dan Peserta Lain
Sementara itu, Pembina sekaligus Guru Seni SMPN 1 Gambut, Yuni Kartika, menyampaikan rasa syukur atas pencapaian anak didiknya yang meraih Juara 2 Lomba Tari Rudat Putri Kategori Umum. Ini merupakan keikutsertaan ketiga kalinya bagi anak didiknya dalam ajang rutin tahunan tersebut.
“Pada keikutsertaan sebelumnya, kami sempat mencatatkan prestasi sebagai Juara 1 pada kategori pelajar, sebelum akhirnya tahun ini harus bersaing di kategori umum yang jauh lebih kompetitif melawan peserta dewasa lainnya,” ungkap Yuni.
Meski tidak meraih juara pertama, Yuni tetap mengapresiasi torehan tersebut. Menurutnya, pengalaman bertanding di kategori umum menjadi pelajaran berharga bagi para siswa untuk terus mengasah kemampuan seni tradisional.
Komitmen Melestarikan Warisan Seni Budaya Lokal
Ke depan, Disbudporapar Banjar berkomitmen untuk terus menjadikan Festival Budaya Banjar sebagai agenda rutin tahunan. Tujuannya tidak lain adalah melestarikan warisan seni budaya lokal sekaligus memperkuat kolaborasi bersama Dewan Kesenian serta berbagai lembaga seni di daerah.
Festival Budaya Banjar 2026 juga menjadi ajang pembuktian bahwa seni tradisional seperti Sinoman Hadrah, Rudat, Musik Panting, dan Maulid Habsy tetap hidup dan diminati lintas generasi. Antusiasme peserta dari tingkat pelajar hingga umum menunjukkan bahwa ekosistem kesenian daerah terus tumbuh.
Rangkuman Capaian Festival Budaya Banjar 2026
| Kategori Lomba | Tingkat | Catatan Penting |
|---|---|---|
| Festival Sinoman Hadrah | Provinsi | Dimeriahkan Grup Al-Fatah Banjarmasin |
| Festival Rudat | Provinsi | Juara 2 Tari Rudat Putri diraih SMPN 1 Gambut |
| Festival Musik Panting | Provinsi | Berjalan lancar tanpa kendala |
| Festival Maulid Habsy | Kabupaten | Kategori khusus tingkat Kabupaten Banjar |
Penerapan aturan regenerasi menjadi poin penting dalam penyelenggaraan tahun ini. Panitia berharap kebijakan tersebut membuka ruang bagi grup-grup seni baru untuk unjuk kebolehan, sekaligus menjaga kualitas kompetisi agar tidak didominasi peserta yang sama dari tahun ke tahun.
Bagi Grup Sinoman Hadrah Al-Fatah Banjarmasin Pertahankan Gelar Juara di Festival Budaya Banjar 2026, capaian ini menjadi penutup manis perjalanan mereka di panggung festival. Publik Banjar pun menantikan lahirnya juara-juara baru pada edisi berikutnya seiring bergulirnya regenerasi seni tradisional.
Secara keseluruhan, Festival Budaya Banjar 2026 tidak hanya menjadi panggung kompetisi, tetapi juga ruang konservasi budaya yang melibatkan berbagai elemen masyarakat. Dukungan fasilitas, penjurian yang kredibel, serta partisipasi lintas usia menjadikan ajang ini sebagai salah satu agenda kebudayaan paling dinamis di Kalimantan Selatan.
Penulis: Rudi Hamdani
Editor: Tri Widodo
Sumber Berita: Kanal Kalimantan
