28 Oktober Memperingati Hari Apa? Sumpah Pemuda ke-98, Demo Mahasiswa hingga Simbol Tiga Jari
Kalimantan Update – 29 Oktober 2026 | Pertanyaan 28 oktober memperingati hari apa kembali mencuat di tengah gelombang aksi mahasiswa dan elemen masyarakat sipil yang mewarnai sejumlah titik di Jakarta pada Rabu (28/10/2026). Tanggal tersebut memang bukan hari biasa: 28 Oktober memperingati hari apa jika bukan Hari Sumpah Pemuda, momentum bersejarah yang tahun ini memasuki peringatan ke-98. Peringatan kali ini terasa berbeda karena bertepatan dengan aksi demonstrasi bertajuk #IndonesiaSadar yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia bersama Komisi Selamatkan Daulat Rakyat (Sadar).
Sebagai informasi, 28 Oktober memperingati hari apa merujuk pada peristiwa Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, ketika para pemuda dari berbagai daerah mengikrarkan satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa: Indonesia. Namun, dalam peringatan ke-98 tahun ini, semangat persatuan itu diwujudkan dalam bentuk penyampaian aspirasi. Massa aksi berkumpul di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, sejak siang hingga petang.
Demo Berjalan Lancar, Pramono Apresiasi Mahasiswa
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan tidak ada kerusakan fasilitas publik di Jakarta pasca-demo peringatan Sumpah Pemuda tersebut. Berdasarkan laporan yang diterimanya hingga Rabu malam, tidak ditemukan kerusakan pada fasilitas publik di Ibu Kota. “Alhamdulillah, hak demokrasi yang dijalankan oleh para mahasiswa kemarin berjalan dengan baik. Dari laporan yang ada sampai tadi malam, tidak ada kerusakan apa pun terhadap fasilitas publik yang ada di Jakarta,” ujar Pramono, Kamis (29/10/2026).
Ia menjelaskan, petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) atau pasukan oranye langsung membersihkan sejumlah lokasi yang digunakan untuk aksi unjuk rasa. Pembersihan tersebut dikoordinasikan oleh Wali Kota Jakarta Pusat Arifin. Menurut Pramono, proses pembersihan dilakukan hingga dini hari, dan seluruh fasilitas publik di Jakarta dilaporkan sudah bersih pada pukul 02.00 WIB.
Eva Celia hingga Simbol Tiga Jari Mewarnai Aksi
Kehadiran publik figur turut menyita perhatian. Penyanyi dan aktris Eva Celia tampil di tengah massa aksi mengenakan kaos putih bertuliskan “Join Us. We fight for a clean government”. Putri musisi jazz legendaris Indra Lesmana dan aktris Sophia Latjuba itu ikut menyuarakan dukungan terhadap pemerintahan yang bersih bersama mahasiswa dan elemen masyarakat sipil lainnya.
Selain itu, sebuah elemen visual mendadak viral di berbagai linimasa media sosial: simbol tiga jari atau three-finger salute. Gestur dengan mengacungkan jari telunjuk, jari tengah, dan jari manis sementara dua jari lainnya ditekuk ini ramai diunggah oleh berbagai kelompok elemen gerakan mahasiswa, salah satunya akun Instagram resmi BEM UI (@bemui_official). Dalam konteks gerakan sosial, gestur ini dimaknai sebagai simbol solidaritas, kebebasan, serta perlawanan terhadap kekuasaan yang dianggap tidak adil. Menariknya, gestur ini terinspirasi dari budaya populer, yakni film The Hunger Games.
Makna Sumpah Pemuda di Daerah
Peringatan 28 oktober memperingati hari apa juga bergema di daerah. Wakil Ketua DPRD Kota Medan, Hadi Suhendra, meminta seluruh pemuda di Kota Medan memaknai Peringatan ke-98 Hari Sumpah Pemuda sebagai momentum untuk bangkit dan berkontribusi dalam pembangunan bangsa. “Semangat Sumpah Pemuda yang digelorakan 98 tahun yang lalu harus tetap berkobar di hati para pemuda. Kalau dulu pemuda berjuang merebut kemerdekaan, maka hari ini para pemuda harus berjuang mengisi kemerdekaan,” ucapnya kepada wartawan, Rabu (28/10/2026).
Hadi, yang juga Ketua PAC Pemuda Pancasila Medan Belawan, menegaskan bahwa pemuda saat ini dihadapkan pada berbagai tantangan, terutama bahaya narkoba dan judi online (judol). “Pemuda harus siap berperang melawan narkoba, siap untuk tidak menggunakan narkoba, dan siap untuk turut memberantas peredaran narkoba. Narkoba ini akar dari berbagai permasalahan bangsa saat ini,” tegasnya.
Dengan demikian, pertanyaan 28 oktober memperingati hari apa tidak sekadar berhenti pada seremonial. Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 tahun ini membuktikan bahwa semangat persatuan dan keberanian menyuarakan aspirasi masih hidup di kalangan pemuda. Demo yang berlangsung tertib, tanpa kerusakan fasilitas publik, serta diwarnai simbol-simbol solidaritas, menjadi cermin bahwa generasi muda mampu mengawal keadilan dengan cara yang damai dan bertanggung jawab.
