PLN Kerahkan 100 Personel Siang Malam Bangun Tower Darurat untuk Pulihkan Listrik Berau
Kalimantan Update – 29 Oktober 2026 | PT PLN (Persero) terus mengintensifkan upaya pemulihan kelistrikan di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, dengan mengerahkan lebih dari 100 personel gabungan yang bekerja siang malam. Upaya PLN Bekerja Siang Malam Pulihkan Kelistrikan di Berau ini dilakukan menyusul robohnya dua tower Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kilovolt (kV) Maloy–Talisayan akibat pohon tumbang pada 25 Oktober 2026.
Gangguan tersebut membuat jaringan transmisi utama yang memasok listrik ke wilayah Berau dan sekitarnya terganggu. Sebagai langkah cepat, PLN membangun tower emergency sebagai infrastruktur pengganti sementara agar fungsi penyaluran listrik dapat kembali berjalan.
Sejak peristiwa itu, personel gabungan dari berbagai unit PLN diterjunkan ke lapangan. Mereka bekerja mulai dari penyiapan lokasi, mobilisasi material, hingga proses konstruksi tower darurat yang membutuhkan ketelitian teknis tinggi.
Pengaturan Beban Bergilir Masih Diperlukan
Manager PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Berau, Erwinton Naibaho, menyampaikan bahwa selama proses pemulihan jaringan transmisi berlangsung, pihaknya terus mengoptimalkan pengelolaan pasokan listrik yang tersedia. Pengaturan beban secara bergilir masih diperlukan dengan menyesuaikan kondisi aktual sistem kelistrikan serta memperhatikan kebutuhan pelayanan pada fasilitas publik yang vital.
“Kami terus berupaya mengelola pasokan listrik yang tersedia seoptimal mungkin untuk meminimalkan dampak yang dirasakan masyarakat. Pengaturan beban dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi operasional dan terus dievaluasi mengikuti perkembangan pemulihan kelistrikan,” jelas Erwinton.
Selain melakukan pengaturan operasi, PLN UP3 Berau memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan setempat. Informasi perkembangan kondisi kelistrikan dan jadwal pengaturan beban disampaikan secara berkala melalui kanal komunikasi resmi PLN agar masyarakat dapat menyesuaikan aktivitasnya.
“Atas nama PLN, kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Berau atas ketidaknyamanan yang dirasakan. Kami menyadari kondisi ini berdampak pada aktivitas rumah tangga, pelayanan publik, hingga kegiatan usaha. Karena itu, kami terus mengoptimalkan langkah penanganan dan memperkuat koordinasi agar dampaknya dapat diminimalkan selama proses pemulihan berlangsung,” ungkap Erwinton.
Pengerahan Personel Gabungan Jadi Prioritas
General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (Kaltimra), Muchamad Chaliq Fadli, menegaskan bahwa pengerahan personel gabungan merupakan bentuk keseriusan PLN dalam mempercepat pemulihan infrastruktur kelistrikan yang terdampak.
“Sekitar 100 personel gabungan dari berbagai unit PLN kami kerahkan untuk mendukung percepatan pembangunan tower emergency. Seluruh sumber daya terus kami optimalkan agar jaringan transmisi yang terdampak dapat segera difungsikan kembali. Di tengah tantangan kelistrikan yang masih berlangsung, upaya ini menjadi salah satu prioritas kami untuk memperbaiki kondisi pasokan listrik bagi masyarakat Berau,” ujar Chaliq.
Chaliq menambahkan bahwa pembangunan tower emergency membutuhkan sejumlah tahapan teknis. Tahapan tersebut meliputi:
- Penyiapan lokasi dan akses menuju titik tower yang roboh.
- Mobilisasi material dan peralatan berat ke area kerja.
- Pembangunan konstruksi tower darurat.
- Pemeriksaan dan pengujian sebelum jaringan kembali dioperasikan.
Seluruh pekerjaan dilakukan secara intensif dengan tetap mengutamakan keselamatan personel dan keamanan sistem kelistrikan. Menurut Chaliq, percepatan penanganan tetap harus memenuhi standar keselamatan dan kesiapan operasi.
“Kami menyadari masyarakat berharap kondisi kelistrikan dapat segera kembali normal. Karena itu, kami terus mendorong percepatan penanganan dengan tetap memastikan seluruh tahapan pekerjaan memenuhi standar keselamatan dan kesiapan operasi. Kami ingin setiap langkah pemulihan yang dilakukan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tambahnya.
Imbauan Keselamatan bagi Pengguna Genset
Di tengah kondisi pasokan yang belum normal, PLN mengimbau masyarakat yang menggunakan sumber listrik alternatif seperti genset untuk tetap mengutamakan keselamatan. Masyarakat diminta memastikan genset ditempatkan di area terbuka serta instalasi dan pengoperasiannya dilakukan dengan aman guna menghindari risiko kecelakaan, keracunan gas buang, maupun kebakaran.
PLN juga memastikan bahwa upaya PLN Bekerja Siang Malam Pulihkan Kelistrikan di Berau akan terus berlanjut hingga jaringan transmisi kembali berfungsi normal. Perkembangan penanganan akan disampaikan secara berkala kepada masyarakat melalui kanal resmi perusahaan.
“Kami berterima kasih atas kesabaran dan pengertian seluruh masyarakat Berau. Bersama seluruh pihak terkait, kami akan terus mengupayakan pemulihan dan menyampaikan perkembangan penanganan secara berkala. Kami berharap kondisi kelistrikan dapat berangsur pulih sehingga masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas dengan lebih nyaman,” tutup Erwinton.
Dengan sinergi lintas unit, koordinasi dengan pemerintah daerah, serta kerja keras personel di lapangan, upaya PLN Bekerja Siang Malam Pulihkan Kelistrikan di Berau diharapkan mampu mempercepat normalisasi pasokan listrik. Masyarakat pun diharapkan tetap bersabar dan mengikuti informasi resmi agar aktivitas sehari-hari dapat berjalan lebih tertib selama masa pemulihan.
Penulis: Rudi Hamdani
Editor: Tri Widodo
Sumber Berita: PLN UID Kaltimra
