Desil 6-10 Tak Masuk Prioritas Bansos 2026, tapi Masih Ada Peluang? Ini Faktanya
Kalimantan Update – 30 Oktober 2026 | Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) kembali menegaskan bahwa penyaluran bantuan sosial (bansos) tahun 2026 akan mengacu pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Dalam sistem tersebut, keluarga dikelompokkan ke dalam sepuluh desil berdasarkan tingkat kesejahteraan sosial ekonomi. Lalu, bagaimana nasib keluarga yang berada di kelompok desil 6-10? Apakah mereka sama sekali tidak bisa menerima bantuan?
Pertanyaan mengenai desil 6-10 memang kerap mencuat di tengah masyarakat. Banyak yang ingin tahu apakah status desil yang lebih tinggi otomatis menutup akses terhadap semua program bantuan. Secara umum, kelompok desil 6-10 memang bukan sasaran prioritas utama bansos reguler yang menyasar keluarga miskin dan rentan miskin. Namun, bukan berarti mereka tidak memiliki peluang sama sekali.
Memahami Klasifikasi Desil dalam DTSEN
Desil adalah pengelompokan rumah tangga berdasarkan peringkat kesejahteraan sosial ekonomi ke dalam 10 kelompok, di mana setiap kelompok mewakili sekitar 10 persen dari total keluarga. Penilaian tidak hanya melihat penghasilan, tetapi juga mempertimbangkan sejumlah indikator seperti pekerjaan, tingkat pendidikan, kondisi tempat tinggal, daya listrik, serta kepemilikan aset.
Desil 1 menunjukkan kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling rendah, sedangkan Desil 10 adalah kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling tinggi. Dengan demikian, desil 6-10 berada pada rentang kelompok menengah ke atas yang secara ekonomi dinilai lebih mampu dibandingkan desil 1-5.
Desil 1-4 Jadi Prioritas, Desil 5-10 Bergantung Program
Dalam perencanaan bansos 2026, keluarga yang masuk Desil 1-4 dapat diusulkan sebagai penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau Program Sembako. Namun, status desil tidak otomatis menjamin seseorang memperoleh bantuan karena penetapan penerima tetap mengikuti persyaratan dan hasil verifikasi pemerintah.
Lantas, bagaimana dengan desil 6-10? Menurut ketentuan yang ada, masyarakat pada kelompok ini bukan penerima prioritas untuk bansos reguler. Meski demikian, mereka masih mungkin mendapatkan bantuan dari program lain yang memiliki kriteria berbeda, misalnya bantuan pendidikan, bantuan kesehatan, atau program pemberdayaan ekonomi. Jadi, kesimpulan bahwa semua orang di desil 6-10 otomatis tidak bisa menerima bantuan apa pun adalah tidak tepat.
Cara Mengecek Status Desil dan Kepesertaan Bansos
Untuk memastikan status desil dan kepesertaan bansos, masyarakat dapat mengecek melalui kanal resmi Kemensos. Berikut langkah-langkahnya:
- Kunjungi situs resmi cek bansos Kemensos atau aplikasi terkait.
- Masukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan data diri yang diminta.
- Lihat hasil pengecekan yang menampilkan status desil dan program bantuan yang diikuti.
- Jika data dinilai belum sesuai, masyarakat dapat mengajukan sanggahan atau pembaruan data melalui pemerintah desa/kelurahan setempat.
Pengecekan ini penting agar warga mengetahui informasi yang tercatat dan bisa mencari tahu langkah yang perlu dilakukan jika data kesejahteraan keluarganya dinilai belum sesuai.
Dampak Ekonomi Global dan Biaya Hidup
Di sisi lain, tekanan ekonomi global turut memengaruhi daya beli masyarakat, termasuk mereka yang berada di desil 6-10. Kenaikan harga komoditas seperti baja, tembaga, dan cip komputer membuat biaya produksi meningkat, yang pada akhirnya berdampak pada harga barang konsumsi. Meski demikian, kelompok desil 6-10 dinilai memiliki ketahanan ekonomi lebih baik dibandingkan kelompok bawah.
Analis industri otomotif global menyebut bahwa konsumen masih relatif resilien di tengah kenaikan harga bahan bakar, suku bunga, dan inflasi. Namun, bagi keluarga di desil 6-10, prioritas utama adalah menjaga stabilitas ekonomi keluarga, bukan mengandalkan bansos.
Kesimpulan
Secara ringkas, keluarga yang berada di desil 6-10 bukanlah kelompok prioritas utama penerima bansos reguler seperti PKH dan BPNT. Namun, mereka masih berpeluang mendapatkan bantuan dari program lain yang memiliki kriteria spesifik. Masyarakat disarankan aktif mengecek status desil melalui kanal resmi Kemensos dan memperbarui data jika diperlukan. Dengan pemahaman yang benar, diharapkan tidak ada lagi kebingungan mengenai hak dan akses terhadap program bantuan pemerintah.
Penulis: Syaifullah
Editor: Tri Widodo
Sumber: Kemensos RI, DTSEN, dan laporan lapangan
