Jembatan Merah Putih Senilai Rp2,8 Miliar di Sungai Tuan Ilir Diresmikan, Kapolda Kalsel dan Bupati Banjar Resmikan Jembatan Merah Putih di Desa Sungai Tuan Ilir
Kalimantan Update – 05 November 2026 | Kapolda Kalsel dan Bupati Banjar Resmikan Jembatan Merah Putih di Desa Sungai Tuan Ilir menjadi momen penting bagi warga Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar. Jembatan sepanjang 20 meter dengan lebar 4,5 meter senilai Rp2,8 miliar itu resmi digunakan pada Rabu pagi, menandai hadirnya infrastruktur penghubung baru yang dinanti masyarakat setempat. Peresmian dilakukan langsung oleh Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol Dr Rosyanto Yudha Hermawan bersama Bupati Banjar H Saidi Mansyur serta sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Banjar.
Pembangunan jembatan tersebut didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Banjar. Kapolda Kalsel dan Bupati Banjar Resmikan Jembatan Merah Putih di Desa Sungai Tuan Ilir sebagai wujud kolaborasi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat. Menurut Kapolda, keberhasilan pembangunan ini tidak terlepas dari dukungan warga yang turut bergotong royong selama proses pengerjaan berlangsung.
“Pembangunan jembatan ini terlaksana melalui kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Banjar serta dukungan masyarakat setempat. Infrastruktur baru ini diharapkan dapat mempermudah mobilitas masyarakat serta memperlancar aktivitas sehari-hari warga,” ujar Kapolda Kalsel di lokasi peresmian.
Bagian dari Program Gotong Royong Nasional
Kapolda mengungkapkan bahwa pembangunan Jembatan Merah Putih telah dilaksanakan di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan. Hingga kini, Polda Kalsel telah meresmikan sekitar 36 jembatan, dengan kegiatan serupa yang turut dijalankan jajaran polres di berbagai kabupaten dan kota. Program ini merupakan bagian dari gotong royong bersama masyarakat yang diinisiasi setelah arahan langsung Presiden RI kepada jajaran perwira tinggi TNI dan Polri di Istana Negara pada Januari 2026 lalu.
Dalam arahannya, Presiden menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur penghubung untuk mendongkrak kesejahteraan dan memudahkan aktivitas warga, termasuk anak-anak yang menempuh pendidikan. Ke depan, program tersebut tidak hanya diarahkan untuk membangun jembatan baru, tetapi juga memperbaiki serta merenovasi jembatan yang mengalami kerusakan, terutama akses penyeberangan yang menjadi kebutuhan masyarakat dan anak sekolah.
Manfaat Langsung bagi Warga
Bupati Banjar Saidi Mansyur menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Kapolda Kalimantan Selatan beserta jajaran, khususnya Satgas Pembangunan Jembatan Polda Kalsel dan Polres Banjar. Menurutnya, dengan rampungnya jembatan ini, berbagai manfaat langsung dapat dirasakan masyarakat, mulai dari kemudahan akses anak-anak, fasilitas pendidikan, hingga kelancaran warga yang ingin mengurus keperluan administrasi di kantor desa.
“Kami berharap fasilitas ini dapat dijaga dengan baik demi kemaslahatan bersama,” kata Saidi Mansyur.
Secara administratif, jembatan ini menghubungkan RT 01 dan RT 04 di Desa Sungai Tuan Ilir, sekaligus menjadi penghubung strategis antara Desa Sungai Tuan Ilir dan Desa Banua Anyar. Kehadiran jembatan ini diprediksi mempercepat arus mobilitas warga antarwilayah, terutama pada musim penghujan ketika akses penyeberangan kerap terganggu.
Warga setempat menyambut antusias peresmian tersebut. Bagi mereka, jembatan bukan sekadar bangunan fisik, melainkan simbol perhatian pemerintah dan kepolisian terhadap kebutuhan dasar masyarakat pedesaan. Akses yang lebih lancar diharapkan berdampak pada peningkatan aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pelayanan publik di kawasan tersebut.
Peresmian Kapolda Kalsel dan Bupati Banjar Resmikan Jembatan Merah Putih di Desa Sungai Tuan Ilir juga menjadi penegasan bahwa sinergi antara institusi kepolisian dan pemerintah daerah mampu menghasilkan program yang berdampak nyata. Ke depan, diharapkan semakin banyak infrastruktur penghubung yang dibangun dengan semangat gotong royong serupa di berbagai pelosok Kalimantan Selatan.
Dengan diresmikannya jembatan senilai Rp2,8 miliar ini, masyarakat Desa Sungai Tuan Ilir dan sekitarnya kini memiliki akses yang lebih aman dan nyaman. Pemerintah daerah dan kepolisian berkomitmen untuk terus melanjutkan program pembangunan infrastruktur, baik pembangunan baru maupun renovasi jembatan rusak, demi mendukung kesejahteraan dan kelancaran aktivitas warga, termasuk anak-anak yang menempuh pendidikan setiap hari.
