Dinkes Kukar Jalankan 12 Indikator SPM Kesehatan Ibu dan Bayi jadi Sasaran, Hipertensi dan Diabetes Jadi Perhatian

Foto: Istimewa

Dinkes Kukar Jalankan 12 Indikator SPM Kesehatan Ibu dan Bayi jadi Sasaran, Hipertensi dan Diabetes Jadi Perhatian

Kalimantan Update – 09 Oktober 2026 | Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, terus menggenjot pelaksanaan 12 indikator Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan. Langkah ini menjadi wujud komitmen pemerintah daerah dalam memastikan seluruh masyarakat, khususnya ibu dan bayi, mendapatkan pelayanan kesehatan yang sesuai kebutuhan. Program yang dijalankan pun tidak hanya berfokus pada kesehatan ibu dan anak, tetapi juga mencakup penanganan penyakit menular dan tidak menular. Dengan demikian, Dinkes Kukar Jalankan 12 Indikator SPM Kesehatan Ibu dan Bayi jadi Sasaran utama dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara menyeluruh.

Kepala Dinkes Kukar, Ismi Mufiddah, menegaskan bahwa pemenuhan indikator SPM merupakan prioritas dalam pelaksanaan program kesehatan di daerah. Setiap indikator memiliki target yang harus dicapai, mulai dari penurunan angka kematian ibu, kematian bayi, hingga penurunan prevalensi stunting. “Yang pasti dari program itu ada target-target, ada indikator yang harus dicapai. Antara lain penurunan kematian ibu, kematian bayi, kemudian penurunan stunting,” ujar Ismi saat ditemui di Tenggarong, Jumat (9/10/2026).

Dalam pelaksanaannya, Dinkes Kukar Jalankan 12 Indikator SPM Kesehatan Ibu dan Bayi jadi Sasaran yang mencakup pelayanan kesehatan bagi ibu hamil, ibu bersalin, bayi baru lahir, serta penanganan berbagai penyakit. Indikator SPM juga meliputi penanganan penyakit menular seperti tuberkulosis (TB) dan HIV, penyakit tidak menular seperti diabetes melitus (DM) dan hipertensi (HT), serta pelayanan bagi orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). “Dengan beragam sasaran itu, pelaksanaan SPM tidak hanya berfokus pada kelompok tertentu, tetapi juga mencakup berbagai kebutuhan kesehatan masyarakat,” kata Ismi.

Berdasarkan data Dinkes Kukar per Agustus 2026, capaian pelayanan kesehatan pada masing-masing indikator masih bervariasi. Pelayanan kesehatan bagi pasien TB mencapai 78 persen dari 11.830 sasaran, sedangkan pelayanan HIV mencapai 72,13 persen dari 20.088 sasaran. Sementara itu, pelayanan bagi ODGJ tercatat sebesar 77,78 persen dari 735 sasaran. Adapun pelayanan kesehatan bagi penderita diabetes melitus mencapai 60,39 persen dari 11.162 sasaran.

“Di antara lima indikator tersebut, pelayanan hipertensi menjadi yang terendah. Dari 29.021 sasaran, capaian pelayanan kesehatan bagi penderita hipertensi baru mencapai 45,06 persen,” sebut Ismi. Data ini menunjukkan bahwa pelayanan hipertensi dan diabetes melitus memiliki persentase capaian lebih rendah dibandingkan pelayanan TB, ODGJ, dan HIV. Oleh karena itu, kedua indikator tersebut perlu menjadi perhatian khusus dalam upaya pemenuhan target SPM.

Ismi menjelaskan bahwa pelaksanaan program kesehatan di lapangan melibatkan puskesmas sebagai garda terdepan pelayanan. Fasilitas kesehatan tingkat pertama tersebut menjalankan berbagai program sesuai dengan kebutuhan masyarakat di wilayah kerjanya. Sementara itu, Dinkes Kukar bertugas mengoordinasikan pelaksanaan program, menghimpun data, melakukan pemantauan dan evaluasi, serta memberikan pembinaan kepada petugas kesehatan. “Kami di Dinkes itu melakukan kompilasi data, kemudian melakukan monitoring, evaluasi, pembinaan, dan peningkatan kapasitas dari petugas-petugas,” jelasnya.

Di luar pemenuhan indikator SPM, Dinkes Kukar juga menjalankan sejumlah program kesehatan lainnya, seperti imunisasi dan pemeriksaan kesehatan gratis untuk mendeteksi penyakit sejak dini. Program-program ini diharapkan dapat mempercepat pencapaian target kesehatan, terutama dalam menekan angka kematian ibu dan bayi serta mencegah stunting.

Meskipun demikian, tantangan tetap ada. Capaian pelayanan hipertensi yang baru 45,06 persen menjadi pekerjaan rumah tersendiri. Dinkes Kukar berupaya meningkatkan capaian tersebut melalui berbagai strategi, termasuk sosialisasi dan pendekatan kepada masyarakat. Partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan SPM. Dinkes Kukar Jalankan 12 Indikator SPM Kesehatan Ibu dan Bayi jadi Sasaran tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan dukungan semua pihak.

Sebagai kesimpulan, pelaksanaan 12 indikator SPM kesehatan oleh Dinkes Kukar merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, khususnya bagi ibu dan bayi. Meski masih terdapat disparitas capaian antarindikator, upaya perbaikan terus dilakukan melalui koordinasi, monitoring, dan pembinaan. Diharapkan, ke depan seluruh target SPM dapat terpenuhi sehingga derajat kesehatan masyarakat Kukar semakin meningkat.