Foto: Istimewa

TPI Anggana Kukar Hampir Rampung Tinggal Pengerjaan Fender, Segera Beroperasi Dukung Nelayan

Kalimantan Update – 13 Oktober 2026 | Pembangunan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Anggana di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) kini memasuki tahap akhir. Kondisi TPI Anggana Kukar Hampir Rampung Tinggal Pengerjaan Fender menjadi sorotan karena fasilitas ini diproyeksikan mampu menggerakkan roda perekonomian nelayan setempat. Meski secara fisik telah mencapai sekitar 95 persen, sejumlah pekerjaan penting masih menyisakan beberapa item yang harus dituntaskan sebelum fasilitas ini dapat difungsikan secara optimal.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kukar, Muslik, mengungkapkan bahwa progres pembangunan TPI Anggana telah mendekati rampung. Ia menyebut, pekerjaan fisik telah mencapai kisaran 90 hingga 95 persen, dengan beberapa fasilitas pendukung yang masih memerlukan penyelesaian, terutama komponen fender pada dermaga.

“Kalau TPI itu sebenarnya sekitar 90 persen. Sudah 95 persenlah. Tinggal fender-nya, kemudian pagar depan dan tempat parkir. Jadi, sudah 95 persen-an,” ujar Muslik.

Fender menjadi salah satu bagian krusial yang belum terselesaikan. Komponen ini berfungsi sebagai pelindung kapal ketika bersandar di dermaga, sekaligus meminimalkan risiko kerusakan pada bangunan akibat benturan. Tanpa fender yang memadai, aktivitas bongkar muat hasil tangkapan nelayan berpotensi menimbulkan kerugian, baik bagi kapal maupun infrastruktur dermaga itu sendiri.

“Fender itu bagian untuk pelindung, sehingga tempat-tempat pendaratan kapal terlindungi. Jadi, untuk keselamatan kapal itu sendiri dan keselamatan bangunannya,” jelas Muslik.

Selain fender, pagar depan dan area parkir juga masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Kedua elemen tersebut dinilai penting untuk menunjang aspek keamanan dan kenyamanan aktivitas di kawasan pelelangan ikan. Dengan demikian, keberadaan TPI Anggana Kukar Hampir Rampung Tinggal Pengerjaan Fender menjadi penanda bahwa proyek ini membutuhkan perhatian pada detail akhir sebelum benar-benar bisa digunakan.

Anggaran Fender Relatif Kecil

Dari sisi pembiayaan, Muslik memperkirakan anggaran yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan fender relatif kecil. Meski demikian, ia belum dapat memastikan angka kebutuhan secara pasti lantaran masih perlu meninjau kembali perhitungan anggaran pembangunan sebelumnya.

“Kalau untuk fender ini cuma sedikit saja, tinggal puluhan juta saja rasanya. Kalau tidak salah Rp17 juta atau berapa juta. Tinggal sedikit saja,” bebernya.

Meski nilai anggarannya terbilang kecil, penyelesaian fender tetap menjadi prioritas. Hal ini agar seluruh fasilitas yang telah dibangun tidak terbengkalai dan dapat segera dimanfaatkan untuk menunjang kegiatan pendaratan serta pelelangan hasil tangkapan nelayan.

Belum Dilanjutkan Tahun Ini

Sementara itu, Bupati Kutai Kartanegara, Aulia Rahman Basri, menyatakan bahwa pembangunan TPI Anggana belum dapat dilanjutkan pada tahun ini. Pernyataan tersebut disampaikannya di Tenggarong.

“TPI Anggana juga sedang dalam proses. Tahun ini belum,” kata Aulia.

Kendati demikian, Pemerintah Kabupaten Kukar berencana membangun Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) di kawasan tersebut. Kehadiran SPBN diharapkan memudahkan para nelayan dalam memperoleh bahan bakar untuk menunjang aktivitas melaut, sehingga biaya operasional dapat lebih efisien.

“Nanti di sana akan ada SPBN yang kita bangun, sehingga bisa dimanfaatkan oleh masyarakat,” ujarnya.

Dengan dukungan fasilitas yang memadai, keberadaan TPI Anggana diharapkan dapat memperkuat aktivitas perikanan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nelayan di Kukar. Kombinasi antara TPI yang representatif dan SPBN dinilai mampu menciptakan ekosistem perikanan yang lebih produktif dan berkelanjutan.

Dampak bagi Nelayan dan Perekonomian Daerah

Keberadaan TPI Anggana bukan sekadar infrastruktur fisik. Fasilitas ini berpotensi menjadi pusat aktivitas ekonomi yang menghubungkan nelayan, pedagang, dan konsumen dalam satu lokasi terpadu. Dengan adanya tempat pelelangan yang layak, harga hasil tangkapan dapat lebih stabil dan transparan, sehingga kesejahteraan nelayan pun turut meningkat.

Selain itu, TPI yang dikelola secara profesional dapat menarik minat pelaku usaha perikanan skala lebih besar, mulai dari pengepul hingga industri pengolahan. Hal ini pada akhirnya membuka lapangan kerja baru dan meningkatkan pendapatan asli daerah.

Namun, seluruh potensi tersebut baru dapat terealisasi apabila pekerjaan akhir, khususnya fender, pagar depan, dan area parkir, segera dituntaskan. Kondisi TPI Anggana Kukar Hampir Rampung Tinggal Pengerjaan Fender menunjukkan bahwa proyek ini berada di ambang penyelesaian dan hanya membutuhkan sentuhan akhir agar dapat beroperasi penuh.

Masyarakat nelayan Anggana berharap pemerintah daerah dapat segera merealisasikan penyelesaian fender dan fasilitas pendukung lainnya. Dengan begitu, TPI Anggana dapat segera difungsikan dan memberikan manfaat nyata bagi aktivitas perikanan di Kutai Kartanegara.

Kesimpulan

Pembangunan TPI Anggana di Kutai Kartanegara telah mencapai sekitar 95 persen dan tinggal menyisakan pekerjaan fender, pagar depan, serta area parkir. Meskipun anggaran fender diperkirakan relatif kecil, penyelesaiannya menjadi syarat utama agar fasilitas ini dapat beroperasi optimal. Pemerintah Kabupaten Kukar juga berencana membangun SPBN di kawasan tersebut guna mendukung aktivitas nelayan. Dengan tuntasnya seluruh pekerjaan, TPI Anggana Kukar Hampir Rampung Tinggal Pengerjaan Fender diharapkan mampu memperkuat sektor perikanan dan meningkatkan perekonomian nelayan di Kukar secara berkelanjutan.