Kontroversi 'Carrie' dan Val Chmerkovskiy: Apology Setelah Ancaman Slap ke Juri DWTS
Kalimantan Update – 16 Oktober 2026 | Kata ‘carrie’ kembali mencuat di dunia hiburan, tetapi kali ini bukan soal karakter horor legendaris Stephen King, melainkan sebuah drama panas di panggung Dancing With the Stars (DWTS). Val Chmerkovskiy, penari profesional kondang, akhirnya menyampaikan permintaan maaf terbuka kepada juri Carrie Ann Inaba setelah komentarnya yang menyebut Will Smith dan insiden slap di Oscar 2022 menuai kecaman luas. Insiden ini menjadi salah satu momen paling kontroversial dalam musim ke-35 ajang tersebut, memicu reaksi keras dari penggemar hingga seruan agar Chmerkovskiy disanksi.
Kronologi Ketegangan di Panggung DWTS
Semua bermula pada Selasa, 13 Oktober 2026, saat episode Super Bowl Night ditayangkan. Jenna Johnson, istri Chmerkovskiy, tampil bersama pasangan selebritinya, Harry Shum Jr., membawakan tarian samba. Penampilan itu mendapat kritik tajam dari Carrie Ann Inaba yang menilai koreografi Johnson kurang berisi konten teknis. Lebih dari itu, Inaba memutuskan untuk memotong satu poin dari skor pasangan tersebut karena mendeteksi adanya gerakan angkat (lift) yang dianggap ilegal menurut aturan kompetisi.
Keputusan juri itu rupanya memicu kemarahan Chmerkovskiy. Ia meluapkan kekecewaannya melalui sejumlah komentar di media sosial. Puncaknya, ia mengunggah sebuah TikTok Story—yang kemudian dihapus—dengan kalimat, ‘You almost saw Fresh Prince enter the ballroom last night.’ Kalimat ini jelas merujuk pada Will Smith, bintang The Fresh Prince of Bel-Air, yang menampar Chris Rock di panggung Oscar 2022 karena melontarkan lelucon tentang istrinya, Jada Pinkett Smith. Publik pun membaca unggahan itu sebagai ancaman terselubung untuk menampar Inaba.
Respons Carrie Ann Inaba yang Tak Tinggal Diam
Carrie Ann Inaba tidak tinggal diam. Juri senior berusia 58 tahun itu membalas melalui Instagram dengan mengunggah tangkapan layar pemberitaan Page Six yang menampilkan foto Chmerkovskiy dan Will Smith berdampingan. Ia menuliskan, ‘So this is what we are doing now?’ disertai ucapan terima kasih kepada Page Six dan Entertainment Weekly yang telah membawa isu tersebut ke permukaannya. Respons ini memperlihatkan bahwa nama carrie kembali menjadi sorotan, bukan karena penilaiannya, melainkan karena posisinya sebagai pihak yang merasa terancam.
Permintaan Maaf Val Chmerkovskiy
Setelah gelombang kritik tak terbendung, Chmerkovskiy akhirnya angkat bicara. Lewat Instagram Story, ia menulis permintaan maaf mendalam. ‘I want to apologize from the bottom of my heart for my recent post,’ ujarnya. Ia mengaku telah menghubungi Inaba secara langsung dan pribadi untuk meminta maaf, sekaligus menyampaikan permohonan maaf secara terbuka karena menyadari ucapannya berdampak luas di luar lingkaran internal DWTS.
Chmerkovskiy menegaskan bahwa ia seharusnya tidak pernah membuat referensi tersebut dan sangat menyesalinya. Ia juga mengakui bahwa posisinya sebagai figur publik dan panutan menuntut kehati-hatian lebih dalam berkomunikasi. ‘I need to treat that with more care by actively pausing to think before I post,’ tambahnya. Ia berjanji akan memperbaiki diri ke depan dan kembali menyampaikan permintaan maaf kepada Inaba serta semua pihak yang terluka oleh unggahan sembrononya.
Reaksi Publik dan Tekanan terhadap ABC
Meski permintaan maaf telah disampaikan, sebagian penggemar DWTS tetap menuntut konsekuensi lebih tegas. Mereka menyerukan agar Chmerkovskiy diskors dari acara. Hingga berita ini diturunkan, pihak ABC selaku penyiar belum memberikan pernyataan resmi terkait tuntutan tersebut. Situasi ini menambah tekanan bagi produksi DWTS yang tengah berusaha menjaga reputasi di tengah musim kompetisi yang penuh drama.
Fenomena Nama Carrie di Dunia Hiburan
Menarik dicermati, nama carrie seolah memiliki daya tarik tersendiri di industri hiburan. Di saat yang sama, jagat streaming juga dihebohkan oleh adaptasi terbaru Carrie dari sutradara Mike Flanagan yang tayang di Prime Video sejak 7 Oktober 2026. Serial delapan episode ini disebut-sebut sebagai versi paling modern dan berani dari novel klasik Stephen King. Summer H. Howell memerankan Carrie White dengan nuansa polos, baik, namun perlahan berubah akibat perundungan brutal di era media sosial.
Flanagan bahkan mengaku mengubah naskah episode terakhir setelah mendengar lagu ‘Shy Girl’ dari duo Haute & Freddy. Lagu itu menginspirasi sebuah adegan di mana carrie menari di jalanan bersama Emaline di tengah kekacauan kota. Adaptasi ini menyoroti bagaimana bullying kini terjadi lewat ponsel dan platform digital, menjadikan kisah Carrie tetap relevan bagi generasi muda saat ini.
Kesimpulan
Drama antara Val Chmerkovskiy dan Carrie Ann Inaba menjadi pengingat bahwa kata-kata di media sosial bisa berdampak besar, terutama bagi figur publik. Permintaan maaf Chmerkovskiy menunjukkan kesadaran akan kesalahannya, namun tuntutan sanksi dari penggemar masih membayangi. Di sisi lain, nama carrie terus hidup di dua dunia berbeda: sebagai karakter ikonik dalam adaptasi horor modern, dan sebagai juri tegas yang berani melawan intimidasi. Publik kini menanti langkah selanjutnya dari ABC dan pihak DWTS.
