Panglima TNI dan Kapolri Kompak Berantas Narkoba hingga Tambang Ilegal, Publik Apresiasi Sinergi Langka Ini
Kalimantan Update – 20 Oktober 2026 | Sinergi antara panglima tentara nasional indonesia dan Kapolri kembali menjadi sorotan publik. Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menerima kunjungan silaturahmi Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (19/10/2026). Pertemuan itu membahas penguatan kerja sama kedua institusi dalam menjaga stabilitas keamanan nasional serta menghadapi sederet ancaman kejahatan yang semakin kompleks.
Dalam pertemuan tersebut, Kapolri menegaskan bahwa TNI dan Polri merupakan keluarga besar yang memiliki tanggung jawab bersama menjaga keamanan dan keutuhan NKRI. Ia menyoroti sejumlah persoalan krusial, mulai dari pertambangan ilegal, peredaran narkotika, hingga kejahatan transnasional yang memanfaatkan berbagai jalur penyelundupan. Menurutnya, penanganan ancaman tersebut membutuhkan langkah terpadu dan penegakan hukum yang konsisten.
Kapolri secara khusus menyoroti perkembangan modus peredaran narkotika, termasuk dugaan penyalahgunaan rokok elektrik atau vape sebagai sarana mengedarkan narkotika cair. Ia menegaskan tidak boleh ada kompromi terhadap siapa pun yang terlibat dalam jaringan peredaran narkoba, termasuk oknum aparat yang membekingi kejahatan tersebut. “Peredaran narkotika terus berkembang dengan berbagai modus dan jalur penyelundupan. Kita harus meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat kerja sama dalam pemberantasannya,” tegasnya.
Selain narkotika, pemberantasan pertambangan ilegal juga menjadi perhatian melalui pembentukan satuan tugas terpadu TNI-Polri. Langkah itu dilakukan untuk menindak aktivitas ilegal sekaligus melindungi kekayaan alam negara. Kapolri turut menekankan pentingnya pemberantasan premanisme dan praktik pemalakan yang meresahkan masyarakat serta mengganggu aktivitas perekonomian.
Di bidang keamanan digital, Kapolri menyoroti ancaman serangan siber dan penyalahgunaan identitas di ruang digital. Penguatan kemampuan siber serta pengembangan sistem identitas digital yang terverifikasi dinilai penting untuk mencegah berbagai bentuk kejahatan. “Kita juga harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang dimanfaatkan untuk melakukan kejahatan,” lanjut Suyudi.
Sementara itu, panglima tentara nasional indonesia Jenderal TNI Agus Subiyanto mengapresiasi kunjungan Kapolri beserta jajaran pejabat utama Polri. Ia menekankan pentingnya komunikasi dan koordinasi berkelanjutan untuk memperkuat sinergi kedua institusi dalam menjaga keutuhan NKRI. Panglima TNI juga mengingatkan perlunya kewaspadaan terhadap dinamika strategis global dan potensi gangguan keamanan di dalam negeri, serta mendukung program pemerintah termasuk penguatan ketahanan pangan dan energi nasional.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammad Ali, Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono, Irjenad Letjen TNI Erwin Djatniko, serta jajaran pejabat utama Mabes TNI dan Mabes Polri.
Apresiasi datang dari pemerhati hukum Universitas Bhayangkara Jakarta, Dr. Edi Saputra Hasibuan. Menurutnya, pertemuan tersebut strategis untuk memperkuat sinergi TNI-Polri dalam menghadapi berbagai bentuk kejahatan yang mengancam keamanan dan kepentingan nasional. “Kita mengapresiasi pertemuan ini. Sinergi TNI-Polri sangat penting untuk memberantas narkoba, tambang ilegal, dan kejahatan transnasional lainnya yang bisa mengganggu kamtibmas,” ujar Edi, Selasa (20/10/2026).
Edi menambahkan, penindakan tegas sesuai ketentuan hukum serta koordinasi berkelanjutan dinilai penting untuk menekan berbagai kejahatan yang merugikan masyarakat dan negara. “Negara ini akan semakin kuat apabila Polri dan TNI secara bersama-sama kompak memberantas kejahatan narkoba, tambang ilegal, dan kejahatan transnasional lainnya sesuai dengan kewenangan masing-masing,” tegas Ketua Umum Asosiasi Dosen Ilmu Hukum dan Kriminologi Indonesia itu.
Kepemimpinan panglima tentara nasional indonesia juga tercermin dalam peran strategis di sektor pertahanan. Pada 24 September 2026, Jenderal TNI Agus Subiyanto memimpin upacara peresmian KRI Sriwijaya-100 masuk jajaran TNI Angkatan Laut di Dermaga 107, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Kapal induk pertama Indonesia itu menggantikan nama ITS Giuseppe Garibaldi (C551) dari Italia. Agus menegaskan kehadiran KRI Sriwijaya merupakan wujud nyata modernisasi alutsista TNI di tengah wilayah maritim Indonesia yang strategis.
Di sisi lain, sosok purnawirawan TNI tetap mendapat tempat di masyarakat. Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman didaulat sebagai Puun Ageung, Bapa Gede, sekaligus Panglima Utama Majelis Tritangtu Sunda Sabuana dalam peringatan Hari Kebudayaan 2026 di Gedung Pusat Kebudayaan Jawa Barat, Bandung, Minggu (18/10/2026). Penganugerahan itu menjadi momentum memperkuat persatuan masyarakat Sunda dan melestarikan tradisi leluhur.
Rangkaian peristiwa tersebut menunjukkan bahwa peran panglima tentara nasional indonesia tidak hanya terbatas pada urusan pertahanan, tetapi juga bersinggungan dengan penegakan hukum, diplomasi keamanan, hingga pelestarian budaya. Sinergi TNI-Polri yang solid diharapkan mampu menjaga stabilitas keamanan nasional, menegakkan hukum secara adil, serta melindungi masyarakat guna mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.
Dengan koordinasi yang kuat dan langkah nyata di lapangan, kolaborasi kedua institusi menjadi kunci dalam menekan berbagai kejahatan yang berdampak luas. Publik pun berharap komitmen yang ditunjukkan panglima tentara nasional indonesia bersama Kapolri tidak berhenti pada pertemuan, melainkan berlanjut pada penindakan tegas dan berkelanjutan demi keamanan serta kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.
