Trade Expo Indonesia 2026 Cetak Potensi Transaksi Jumbo, UMKM Binaan Astra hingga Peruri Unjuk Gigi
Kalimantan Update – 20 Oktober 2026 | Gelaran Trade Expo Indonesia 2026 yang berlangsung pada 14-18 Oktober 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, Banten, menjadi panggung besar bagi pelaku usaha nasional untuk menembus pasar global. Mengusung tema “The Ultimate Hub for Global Sourcing”, ajang pameran dagang internasional terbesar di Tanah Air ini tidak hanya mempertemukan korporasi besar dengan pembeli mancanegara, tetapi juga memberi ruang luas bagi UMKM binaan berbagai perusahaan dan lembaga untuk menjajaki peluang ekspor. Berbagai kesepakatan dagang pun mengalir, mulai dari komoditas perkebunan hingga produk kriya ramah lingkungan.
Salah satu capaian menonjol datang dari PT Astra International Tbk bersama Desa Sejahtera Astra, UMKM binaan Yayasan Astra – Yayasan Dharma Bhakti Astra, serta UMKM binaan Grup Astra. Partisipasi mereka dalam Trade Expo Indonesia 2026 membukukan potensi transaksi senilai Rp104,9 miliar. Nilai tersebut terdiri dari potensi transaksi ekspor sebesar Rp103,14 miliar dan kerja sama dengan jaringan ritel senilai Rp1,76 miliar, yang tercatat dalam 12 nota kesepahaman (MoU) dan 19 letter of intent (LoI).
“Ini salah satu wujud nyata kolaborasi multipihak dalam memperluas jangkauan produk UMKM ke pasar global. Astra berharap pencapaian ini dapat menjadi inspirasi bagi pelaku UMKM untuk terus mengembangkan potensi dan produk unggulannya agar semakin berdaya saing, mampu menjangkau pasar yang lebih luas, serta menciptakan nilai tambah yang bermanfaat bagi bangsa,” ujar Executive in Charge Astra, Boy Gemino Kalauserang.
Produk yang ditawarkan dalam kesepakatan tersebut meliputi komoditas pertanian, kopi, teh, kakao, hasil perikanan, gula aren, hingga produk olahan pangan dan minuman. Beberapa kesepakatan ekspor yang terwujud antara lain kakao dari Desa Sejahtera Astra Sikka, Nusa Tenggara Timur untuk pasar Australia, serta teri nasi (anchovy) dari Desa Sejahtera Astra Jepara untuk pasar Jepang. Berikutnya, pinang dari Desa Sejahtera Astra Jambi mencatatkan kesepakatan untuk pasar India, disusul green bean kopi dari Desa Sejahtera Astra Cikoneng untuk pasar Inggris, ekstrak bunga telang dari UMKM Optima Global Harmoni untuk pasar Korea, dan herbs and spices dari Desa Sejahtera Astra Banyuwangi untuk pasar Pakistan.
Di pasar domestik, kerja sama dengan jaringan ritel mencakup produk gula aren mini cube dari Desa Sejahtera Astra Temon Agro Lestari, sementara UMKM Sekar Jawi mencatatkan kesepakatan untuk produk minuman rempah. Upaya ini merupakan bagian dari program Desa Sejahtera Astra Export Champion yang dijalankan bersama Kementerian Perdagangan RI dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, mencakup pelatihan ekspor, kurasi produk, matrikulasi, hingga business pitching dan business matching.
Tidak hanya dari sisi hilir produk pangan, sektor perkebunan juga memanfaatkan Trade Expo Indonesia 2026 secara maksimal. Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) menghadirkan booth promosi bersama sejumlah asosiasi industri, yaitu Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi), Asosiasi Pengusaha Oleokimia Indonesia (APOLIN), Himpunan Industri Pengolahan Kelapa Indonesia (HIPKI), dan Asosiasi Industri Kakao Indonesia (Askindo).
Kepala Divisi Kerja Sama dan Kelembagaan BPDP, Aida Fitria, menyampaikan bahwa keikutsertaan BPDP dalam Trade Expo Indonesia 2026 merupakan bagian dari upaya memperluas promosi dan memperkuat kolaborasi antarpemangku kepentingan. “Melalui Trade Expo Indonesia 2026, BPDP berupaya memperkenalkan berbagai program dan dukungan BPDP dalam pengembangan industri perkebunan Indonesia, sekaligus mempertemukan para pemangku kepentingan untuk membuka peluang kerja sama yang lebih luas,” ujarnya. Partisipasi BPDP bahkan meraih penghargaan sebagai booth terbaik ketiga.
Sementara itu, GAPKI memanfaatkan ajang ini untuk menjajaki peluang bisnis dan memperluas jejaring internasional. Sejumlah tamu dari Nigeria, Uzbekistan, Pakistan, dan India mengunjungi booth GAPKI untuk mengenal industri kelapa sawit Indonesia beserta produk turunannya. Ketua Umum GAPKI Eddy Martono menerima delegasi Nigeria yang terdiri atas South South Development Commission dan National Palm Producers’ Association of Nigeria (NPPAN).
Dari sisi perusahaan pelat merah, PERURI menginisiasi keikutsertaan mitra binaannya melalui program Peruri Digital Entrepreneur Academy. Dua UMKM yang lolos kurasi adalah D’craft Indonesia dengan produk kriya premium ramah lingkungan berbahan dasar kayu, serta Dakey House yang berfokus pada inovasi pemanfaatan limbah kelapa menjadi media tanam berkualitas.
“Momentum emas ini menjadi kesempatan bagi UMKM binaan PERURI untuk menjajaki kemitraan bisnis, menyerap standar mutu internasional, dan membuka jalan menuju kontrak dagang jangka panjang dengan mitra global,” ujar Head of Corporate Secretary PERURI, Adi Sunardi. Pembukaan resmi Trade Expo Indonesia 2026 pada 14 Oktober 2026 ditandai dengan kunjungan Menteri Perdagangan RI Budi Santoso bersama Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan serta Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia.
Secara keseluruhan, Trade Expo Indonesia 2026 menegaskan posisinya sebagai katalis ekspansi pasar bagi produk dalam negeri. Kolaborasi antara korporasi, BUMN, lembaga pemerintah, asosiasi industri, dan UMKM binaan menunjukkan bahwa ekosistem ekspor Indonesia semakin terintegrasi. Capaian potensi transaksi miliaran rupiah, kesepakatan lintas negara, hingga apresiasi booth terbaik menjadi bukti bahwa pendampingan berkelanjutan dan fasilitasi akses pasar mampu mendorong produk lokal bersaing di rantai pasok global. Ke depan, konsistensi pembinaan, penguatan kualitas produk, serta perluasan jejaring mitra internasional akan menjadi kunci agar momentum ini tidak berhenti di panggung pameran, melainkan berlanjut menjadi kontrak dagang nyata yang memperkuat perekonomian nasional.
