Vissel vs Jeonbuk: Kekalahan Pahit di Kobe yang Mengubah Arah Musim Jeonbuk Hyundai
Kalimantan Update – 20 Oktober 2026 | Laga vissel vs jeonbuk di Misaki Park Stadium, Kobe, menjadi salah satu momen paling menyakitkan bagi Jeonbuk Hyundai Motors pada musim ini. Dalam pertandingan lanjutan Liga Elite AFC Champions League 2026/2027, Jeonbuk harus mengakui keunggulan Vissel Kobe dengan skor 0-2, sebuah hasil yang tidak hanya merusak rekor mereka di kompetisi Asia, tetapi juga mengguncang kepercayaan diri skuad asuhan Jeong Jung-yong jelang laga-laga krusial di Liga K.
Pertemuan vissel vs jeonbuk kali ini berlangsung dramatis. Jeonbuk sebenarnya tampil agresif di babak kedua, menciptakan sejumlah peluang emas, namun nasib buruk benar-benar menghantui mereka. Setidaknya dua kali bola sepakan pemain Jeonbuk membentur tiang gawang, termasuk peluang emas Motta dan tembakan jarak jauh Choi Woo-jin. Kekalahan ini menjadi yang pertama bagi Jeonbuk di fase liga ACLE musim ini, setelah sebelumnya menaklukkan Kashiwa Reysol 2-1.
Pelatih Vissel Kobe, Michael Skibbe, mengaku puas dengan performa anak asuhnya yang mampu bertahan dari tekanan balik Jeonbuk di babak kedua. Ia menilai kemenangan ini sebagai bukti kematangan timnya dalam menghadapi lawan tangguh dari Korea Selatan. Sementara itu, kubu Jeonbuk menyoroti ketidakberuntungan karena dua kali membentur mistar gawang yang membuat momentum kebangkitan mereka sirna.
Dampak dari kekalahan vissel vs jeonbuk ini langsung terasa di kompetisi domestik. Jeonbuk kini berada di posisi kelima klasemen Liga K 1 dengan 44 poin, tertinggal dua angka dari Jeju SK FC yang menempati peringkat keempat dengan 46 poin. Laga melawan Jeju SK di Stadion Piala Dunia Jeonju menjadi sangat krusial karena kemenangan akan membawa Jeonbuk kembali ke posisi keempat dan membuka peluang lolos ke Final A.
Namun, tantangan berat menghadang. Selain kelelahan akibat laga tengah pekan di Jepang, Jeonbuk juga harus mewaspadai lini serang Jeju SK. Negeba, yang pernah mencetak hattrick saat Jeju mengalahkan Jeonbuk 3-1 pada putaran ke-22, tetap menjadi ancaman utama. Striker Lee Kun-hee juga sedang dalam tren positif setelah mencetak gol akrobatik ala bicycle kick ke gawang FC Seoul, membukukan total enam gol musim ini, rekor pribadi terbaiknya.
Di sisi lain, Jeju SK memiliki celah di lini tengah. Seorang gelandang kunci harus ditarik keluar karena cedera saat melawan Seoul, dan Jang Min-kyu telah meninggalkan tim untuk wajib militer. Jeju diperkirakan akan mengisi kekosongan dengan Park Su-bin serta Lee Chang-min dan Kwon Ki-min yang baru kembali. Bagi Jeonbuk, menguasai pertarungan lini tengah dan memutus transisi serangan lawan menjadi kunci untuk meraih tiga poin.
Pertandingan vissel vs jeonbuk di Kobe memang telah usai, tetapi gaungnya masih terasa. Kekalahan ini menjadi pukulan telak yang menuntut Jeonbuk segera bangkit. Jika gagal meraih poin penuh melawan Jeju SK, ambisi mereka untuk finis di empat besar dan mengamankan tiket Final A bisa sirna. Sebaliknya, Jeju SK yang memenangi laga nanti dapat memastikan kualifikasi Final A secara mandiri.
Dengan situasi yang kian menegangkan, laga melawan Jeju SK menjadi ujian karakter bagi Jeonbuk Hyundai. Mereka harus membuktikan bahwa kekalahan pahit vissel vs jeonbuk di Kobe hanyalah badai sesaat, bukan awal dari kehancuran musim. Sebab, di sepak bola, kebangkitan selalu dimulai dari satu pertandingan yang tepat.
