LASK vs Liverpool: Barcola Cs Pesta Gol di Linz, Iraola Soroti Lini Belakang
Kalimantan Update – 20 Oktober 2026 | Duel lask vs liverpool pada matchday kedua Liga Champions 2026/2027 di Raiffeisen Arena, Linz, berakhir dengan skor mencolok 3-6 untuk kemenangan Liverpool, Rabu (14/10/2026) malam WIB. Bradley Barcola menjadi bintang dengan hattrick pertamanya bersama The Reds, sementara Ronald Araujo, Jeremie Frimpong, dan Lewis Koumas turut menyumbang gol. Dari kubu tuan rumah, Robert Ljubicic serta Florian Flecker dua kali mencatatkan nama di papan skor.
Laga lask vs liverpool ini menjadi jawaban sempurna bagi pasukan Andoni Iraola setelah sebelumnya dipermalukan Manchester City 0-3 di Premier League. Pelatih berkebangsaan Spanyol itu mengaku sengaja melakukan rotasi besar demi menjaga kebugaran pemain. Virgil van Dijk bahkan dicadangkan, dan Kostas Tsimikas dipercaya mengenakan ban kapten untuk pertama kalinya sebagai starter resmi di laga kompetitif bersama Liverpool.
Sejak menit awal, Liverpool tampil agresif. Tim tamu tercatat melepaskan 19 tembakan pada babak pertama, jumlah terbanyak oleh tim tamu dalam satu babak di Liga Champions sejak Opta mulai mencatat statistik tersebut pada 2003/04. Gol pembuka hadir pada menit ke-22 lewat sundulan Araujo memanfaatkan sepak pojok Tsimikas. Dua menit berselang, Barcola mencetak gol pertamanya untuk Liverpool setelah memanfaatkan bola lepas dari aksi dribel Ngumoha yang diteruskan Koumas.
Gol ketiga lahir pada menit ke-37 melalui kerja sama apik Barcola dan Florian Wirtz. Barcola melepas bola lalu berlari masuk ke kotak penalti, dan Wirtz mengembalikannya dengan sempurna sebelum winger asal Prancis itu menuntaskan peluang. Frimpong menambah keunggulan lewat sundulan pada menit ke-51, disusul gol kedua Koumas pada menit ke-72 yang sempat dua kali dianulir karena offside.
Barcola Bersinar, Wirtz Mulai Menemukan Ritme
Hattrick Barcola menjadi sorotan utama dalam laga lask vs liverpool ini. Iraola berharap torehan tiga gol tersebut menjadi suntikan kepercayaan diri bagi sang pemain yang sebelumnya kesulitan mencetak gol. Ia juga memuji kontribusi Wirtz yang mulai memahami ruang dan waktu yang diinginkan rekan-rekannya.
“Saya sangat senang untuk Bradley karena kemarin Anda bertanya kepada saya tentang dia yang belum menghasilkan banyak gol, begitu juga Florian Wirtz,” ujar Iraola. Ia menambahkan bahwa kombinasi keduanya berpotensi menjadi senjata penting di pertandingan-pertandingan berikutnya, termasuk saat menghadapi Villarreal di Liga Champions.
Lini Belakang Masih Menjadi Pekerjaan Rumah
Meski menang besar, kemenangan lask vs liverpool ini tetap menyisakan catatan negatif. Liverpool kebobolan tiga gol, dua di antaranya hadir pada menit ke-74 dan 77 melalui hubungan Flecker dan Dibango. Pergantian Araujo dan Jacquet dengan Van Dijk serta Gomez pada menit ke-62 justru langsung berbuah gol Ljubicic satu menit berselang.
Data pertandingan menunjukkan LASK mampu menciptakan peluang dengan xG mencapai kisaran dua. Hal ini menandakan bahwa meski mendominasi penguasaan bola dan jumlah serangan, Liverpool belum mampu mengelola pertandingan secara aman hingga peluit akhir.
Modal Penting Menuju Duel Kontra Villarreal
Kemenangan ini membuat Liverpool mengoleksi enam poin dari dua laga dan menempati posisi kelima fase liga. Sementara itu, LASK yang sebelumnya tampil di kompetisi utama usai menyingkirkan Celtic di babak play-off, baru mengoleksi nol poin setelah kalah dari AEK Athena dan kini dari Liverpool.
Bagi Iraola, hasil lask vs liverpool ini juga menjadi kesempatan emas untuk memberi menit bermain kepada pemain muda seperti Trey Nyoni dan Koumas. Ia menilai pengalaman tersebut akan sangat berharga ketika menghadapi rangkaian jadwal padat, termasuk duel melawan Villarreal di Anfield pada laga berikutnya.
Secara keseluruhan, performa ofensif Liverpool layak diapresiasi. Namun, konsistensi di lini pertahanan masih perlu dibenahi jika ingin bersaing di fase gugur Liga Champions. Kemenangan 6-3 atas LASK menjadi bukti bahwa mesin gol The Reds kembali menyala, sekaligus pengingat bahwa keseimbangan antara menyerang dan bertahan tetap menjadi kunci menuju kesuksesan di kompetisi sebesar Liga Champions.
