Drama 90 Menit di Olimpico: Gol Antonio Rüdiger Bungkam Roma dan Kirim Pesan Haru untuk Mantan Klub
Kalimantan Update – 20 Oktober 2026 | Antonio Rüdiger menjadi pahlawan dramatis Real Madrid sekaligus menyisakan cerita emosional dalam laga Liga Champions 2026/2027 kontra AS Roma di Stadio Olimpico, Kamis dini hari WIB (15/10/2026). Gol Antonio Rüdiger pada menit ke-90 memastikan kemenangan 4-3 Los Blancos setelah sebelumnya tertinggal 1-3, sekaligus menorehkan momen istimewa bagi bek asal Jerman tersebut yang pernah memperkuat klub ibu kota Italia itu.
Pertandingan berlangsung terbuka sejak menit awal. Roma lebih dulu mengancam melalui Mario Hermoso, tetapi upayanya digagalkan kiper Thibaut Courtois. Tuan rumah akhirnya memimpin pada menit ke-20 lewat Marten de Roon yang memanfaatkan umpan Matías Soulé. Keunggulan itu tidak bertahan lama karena Kylian Mbappé menyamakan skor lima menit kemudian melalui tembakan keras yang sempat membentur Gianluca Mancini. Skor 1-1 bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Roma kembali mengambil kendali. Donyell Malen mencetak dua gol pada menit ke-51 dan 57 setelah menerima umpan terobosan dari Rodrigo Mora dan Soulé, membuat tuan rumah menjauh 3-1. Madrid sempat menyangka telah memperkecil ketertinggalan melalui Mbappé pada menit ke-67, namun gol tersebut dianulir karena offside.
Kebangkitan Madrid baru terlihat pada menit ke-83. Carlos Espí menyambar bola muntah setelah sundulan Endrick dan mengubah skor menjadi 3-2. Dua menit berselang, Endrick mencetak gol penyeimbang melalui sundulan yang menyambut sepak pojok Arda Güler. Skor berubah menjadi 3-3 dan membuat pertandingan semakin menegangkan.
Puncak drama terjadi pada menit ke-90. Antonio Rüdiger memanfaatkan bola dari Güler untuk mencetak gol penentu melalui sundulan, sekaligus memastikan kemenangan 4-3 bagi Real Madrid. Bek berusia 33 tahun itu tampil sebagai starter dan bermain selama 90 menit, mencatatkan 63 sentuhan bola sepanjang pertandingan.
Usai laga, Antonio Rüdiger mengungkapkan perasaan campur aduk. Ia senang menjadi penentu kemenangan, tetapi tidak melupakan ikatan emosionalnya dengan Roma. “Saya senang telah mencetak gol kemenangan. Tentu saja, ini perasaan yang campur aduk, tetapi itulah sepak bola. Roma akan selalu memiliki tempat khusus di hati saya,” ujarnya dikutip dari laman resmi UEFA.
Rüdiger juga memuji perjuangan rekan-rekannya yang tidak menyerah meski berada dalam posisi tertinggal. “Tiga poin ini sangat penting karena Roma adalah tim yang sangat tangguh dan lawan yang sulit. Mereka bermain bagus dan memanfaatkan kesalahan kami, tetapi cara kami berjuang kembali pada akhirnya adalah persis bagaimana seharusnya kami bermain: dengan lebih banyak tekad, lebih banyak keberanian, dan keyakinan yang lebih besar,” katanya.
Rüdiger pernah memperkuat AS Roma setelah bergabung dengan status pinjaman dari VfB Stuttgart pada 2015. Setelah menjalani masa peminjaman, ia menjadi pemain permanen Roma sebelum pindah ke Chelsea pada 2017. Kini, gol Antonio Rüdiger justru menjadi mimpi buruk bagi mantan klubnya sendiri.
Kemenangan ini menegaskan mental juara Real Madrid yang belum selesai selama peluit akhir belum dibunyikan. Pelatih José Mourinho juga menyoroti keputusan memasukkan Endrick sebagai titik balik pertandingan, sementara bintang Madrid, Vinicius Junior, mengkritik waktu pengumuman sanksi empat laga yang ia terima tepat sebelum laga di Roma. Hasil ini membuat Los Blancos mengoleksi poin penuh, sedangkan Roma harus tertahan di papan bawah.
Bagi Antonio Rüdiger, malam di Olimpico akan selalu dikenang. Gol penentu di menit akhir bukan hanya soal tiga poin, melainkan juga penghormatan haru kepada klub yang membesarkan namanya di pentas sepak bola Eropa.
