Presiden Prabowo Tegaskan Kondisi Pangan Indonesia Terkendali, Swasembada Jadi Senjata Hadapi Krisis Global
Kalimantan Update – 24 Oktober 2026 | Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Presiden Prabowo Kondisi Pangan Indonesia Terkendali menjadi salah satu capaian paling strategis pemerintahannya. Hal itu disampaikan Kepala Negara saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna (SKP) 2 Tahun Pertama Pemerintahan Kerja Nyata untuk Negeri di halaman tengah Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu, 21 Oktober 2026.
Dalam forum tersebut, Presiden menyampaikan rasa syukur karena Indonesia masih berada dalam posisi yang relatif aman di tengah dunia yang penuh gejolak. Menurutnya, Presiden Prabowo Kondisi Pangan Indonesia Terkendali bukan sekadar klaim, melainkan buah dari kerja keras seluruh jajaran pemerintahan dalam menjaga produksi dan distribusi bahan pangan pokok.
Swasembada Pangan sebagai Modal Ketahanan Nasional
Presiden menekankan bahwa swasembada pangan merupakan prestasi utama yang harus dijaga. Pangan, kata dia, memiliki peran yang sangat menentukan, terutama ketika sebuah negara menghadapi krisis yang membatasi kemampuan memenuhi kebutuhan dari luar negeri.
“Dalam waktu cepat, pangan itu menentukan. Karena sekarang pangan bisa menjadi senjata. Dalam keadaan krisis kita punya uang pun mungkin kita tidak bisa beli beras dari negara lain,” ujar Presiden.
Pernyataan itu menegaskan bahwa Presiden Prabowo Kondisi Pangan Indonesia Terkendali menjadi benteng pertahanan nasional. Ketika banyak negara berebut pasokan pangan dunia, Indonesia justru mampu berdiri tegak karena telah membangun kemandirian dari dalam negeri.
Bertahan di Tengah Cuaca Ekstrem
Keberhasilan menjaga swasembada pangan dinilai semakin bermakna karena terjadi di tengah kondisi cuaca yang sulit. Presiden mengungkapkan bahwa kekeringan panjang pada periode 2025–2026 sempat menjadi tantangan berat, namun pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi.
“Kita bersyukur kita sudah swasembada pangan. Di musim yang sangat sulit, 25-26 kekeringan cukup panjang kita bisa swasembada. El Nino kita hadapi, nanti ada La Nina kita hadapi. Tapi kita sudah punya kontijensi-kontijensi,” tutur Presiden.
Pernyataan tersebut memperkuat keyakinan bahwa Presiden Prabowo Kondisi Pangan Indonesia Terkendali bukan hasil kebetulan, melainkan buah dari perencanaan matang dan kesiapan pemerintah menghadapi perubahan iklim.
Kemandirian Energi Jadi Pilar Berikutnya
Selain pangan, Presiden Prabowo menyoroti pentingnya memperkuat kemandirian energi di tengah kenaikan harga minyak dunia. Indonesia dinilai memiliki beragam sumber energi yang dapat dikembangkan, mulai dari batu bara, panas bumi, hingga bahan bakar nabati.
Pemerintah terus mendorong pengembangan biodiesel dan etanol sebagai alternatif untuk mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar minyak. Indonesia telah mencapai campuran biodiesel B50 dan akan melanjutkan pengembangan etanol secara bertahap.
Berikut tahapan pengembangan etanol yang disampaikan Presiden:
- Target jangka pendek: mencapai campuran etanol E10 pada tahun ini.
- Dua tahun berikutnya: diharapkan mencapai E20.
- Dua tahun setelahnya: diharapkan mencapai E50.
- Ketika E50 dan B50 tercapai, Indonesia diharapkan tidak perlu lagi impor BBM.
“Harga minyak dunia naik dan akan naik. Kita bersyukur kita punya sumber-sumber energi lain yang cukup banyak. Batu bara kita masih banyak, geotermal kita banyak. Yang terutama kita bisa buat diesel solar dari tanaman. Biodiesel kita nanti akan sangat membantu kita,” jelas Presiden.
Apresiasi dan Arah Pemerintahan ke Depan
Dalam kesempatan itu, Kepala Negara menyampaikan apresiasi kepada jajaran kabinet atas kerja keras selama dua tahun menjalankan tugas pemerintahan. Presiden mengingatkan bahwa masa pemerintahan berlangsung lima tahun dan seluruh anggota kabinet memiliki peran masing-masing dalam tahapan kerja pemerintah.
Presiden juga menegaskan bahwa pemerintah masih menghadapi tantangan besar dan harus terus bekerja menjawab harapan masyarakat. Ia berpesan agar Indonesia tetap berpegang pada keberanian, semangat berkorban, dan keteguhan menghadapi berbagai tekanan, termasuk membuka ruang bagi langkah penghematan bila diperlukan.
“Kita tidak takut. Kita punya kekuatan, kita punya keberanian, dan kita rela berkorban, dan kita tidak mengenal menyerah. Kalau perlu, kita adakan penghematan besar-besaran, kita lebih hemat lagi nanti,” tutur Presiden.
Arahan tersebut menjadi penegasan arah pemerintahan memasuki tahun ketiga, yaitu Indonesia harus mampu memberi makan rakyatnya dari tanahnya sendiri, memenuhi kebutuhan energinya dari kekayaan alamnya sendiri, dan menjaga kedaulatannya dengan kekuatannya sendiri. Di tengah dunia yang semakin tidak pasti, swasembada pangan dan kemandirian energi bukan sekadar target pembangunan, melainkan bagian dari perjuangan besar mewujudkan Indonesia yang kuat, mandiri, dan sejahtera.
Dengan berbagai capaian tersebut, pernyataan Presiden Prabowo Kondisi Pangan Indonesia Terkendali menjadi pesan optimisme sekaligus pengingat bahwa kedaulatan pangan adalah fondasi utama bagi masa depan bangsa yang berdaya tahan terhadap segala tantangan global.
