Disdukcapil Kukar Jemput Bola Perekaman KTP Warga Lumpuh hingga ODGJ, Layanan Payung Care Plus Jadi Andalan
Kalimantan Update – 31 Oktober 2026 | Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan publik yang inklusif. Melalui program inovatif Payung Care Plus, Disdukcapil Kukar jemput bola perekaman KTP warga lumpuh hingga ODGJ, memastikan tidak ada masyarakat yang tertinggal dalam kepemilikan dokumen kependudukan. Layanan ini menyasar kelompok rentan seperti lanjut usia, penyandang disabilitas, warga dengan keterbatasan fisik, dan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang selama ini kesulitan mendatangi kantor pelayanan.
Kepala Disdukcapil Kukar, Muhamad Iryanto, menjelaskan bahwa Payung Care Plus merupakan pengembangan dari layanan Bunga Desaku yang dirancang untuk menjangkau masyarakat di wilayah terpencil. “Prinsip kami tidak boleh ada warga yang tidak memiliki dokumen kependudukan hanya karena jaraknya jauh, terpencil, mengalami kelumpuhan, atau disabilitas. Bahkan, termasuk ODGJ,” tegas Iryanto saat ditemui di Tenggarong, Kamis (29/10/2026).
Pelaksanaan program ini diawali dengan pendataan melalui laporan kepala desa. Setelah menerima informasi tentang warga yang membutuhkan layanan, Disdukcapil mengatur jadwal kunjungan dan menurunkan petugas ke lokasi. Petugas membawa perangkat perekaman biometrik, dengan jumlah personel disesuaikan dengan kondisi geografis dan jumlah warga yang dilayani.
Di antara berbagai kelompok sasaran, penanganan warga ODGJ menjadi tantangan tersendiri. Proses perekaman membutuhkan pendekatan khusus agar petugas dapat mengambil data biometrik dengan baik. “Kalau ODGJ, kami harus membujuk, membawa, dan mengarahkan mereka. Terkadang mereka bergerak, mengamuk, bahkan meludahi petugas,” ungkap Iryanto. Meski demikian, ia memastikan pelayanan tetap diberikan tanpa terkecuali.
Iryanto mencontohkan warga yang belum melakukan perekaman KTP elektronik sehingga mengalami kendala saat membutuhkan layanan pembiayaan kesehatan. Disdukcapil pun berupaya mendatangi warga tersebut, bahkan hingga ke rumah sakit jika diperlukan. “Kami ingin memastikan keterbatasan fisik, kondisi kesehatan, maupun faktor ekonomi dan geografis tidak menjadi penghalang,” tambahnya.
Melalui Disdukcapil Kukar Jemput Bola Perekaman KTP Warga Lumpuh hingga ODGJ, pemerintah daerah berharap dapat meningkatkan cakupan kepemilikan dokumen kependudukan. Program ini juga menjadi bukti nyata bahwa pelayanan publik harus bersifat egaliter. “Pelayanan Capil Kukar ini prinsipnya egaliter. Tidak peduli orang normal atau tidak normal, kaya atau miskin, semuanya kami kejar agar memiliki dokumen kependudukan,” pungkas Iryanto.
Keberhasilan program ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah desa yang aktif melaporkan warganya. Ke depan, Disdukcapil Kukar berencana memperluas jangkauan layanan dan meningkatkan koordinasi dengan puskesmas serta rumah sakit untuk menjangkau lebih banyak warga.
Dengan semangat jemput bola, Disdukcapil Kukar Jemput Bola Perekaman KTP Warga Lumpuh hingga ODGJ diharapkan menjadi model pelayanan inklusif bagi daerah lain. Masyarakat pun diimbau untuk proaktif melaporkan anggota keluarga atau tetangga yang membutuhkan layanan ini melalui kepala desa setempat.
Sebagai penutup, langkah Disdukcapil Kukar patut diapresiasi. Program Payung Care Plus bukan sekadar administrasi, tetapi wujud kehadiran negara bagi seluruh warga, termasuk yang paling rentan. Dengan dokumen kependudukan yang lengkap, akses terhadap kesehatan, pendidikan, dan bantuan sosial pun terbuka lebar. Inilah wujud nyata pelayanan publik yang merata dan berkeadilan.
