Disdikbud Kukar Tetap Tekankan Pendidikan Karakter di Tengah Pesatnya Perkembangan Iptek
Kalimantan Update – 01 November 2026 | Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menegaskan komitmennya bahwa Disdikbud Kukar Tetap Tekankan Pendidikan Karakter di Tengah Pesatnya Perkembangan Iptek. Kepala Disdikbud Kukar, Heriansyah, menyampaikan hal ini dalam keterangannya di Tenggarong, Jumat (30/10/2026), menanggapi derasnya arus teknologi informasi yang masuk ke lingkungan pendidikan. Menurutnya, penguasaan teknologi harus selalu berjalan seiring dengan pembentukan kepribadian peserta didik agar tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga mampu berpikir kritis, mandiri, dan berinovasi.
Heriansyah menjelaskan bahwa era industri 5.0 membawa perubahan besar dalam kehidupan masyarakat, termasuk dunia pendidikan. Kemudahan akses informasi memungkinkan peserta didik memperoleh pengetahuan dengan cepat tanpa terbatas ruang dan waktu. Namun, ia mengingatkan bahwa kemajuan tersebut harus diikuti dengan pembentukan karakter yang kuat. “Kemampuan akademik dan penguasaan teknologi saja belum cukup untuk membentuk SDM yang berkualitas,” tegasnya.
Oleh karena itu, Disdikbud Kukar meminta para guru tidak hanya berfokus pada penyampaian materi pembelajaran, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kejujuran, kemandirian, integritas, kedisiplinan, dan kerja keras kepada peserta didik. “Bagaimana kita memberikan arahan kepada guru bahwa ini tidak bisa dilaksanakan dengan ilmu saja. Guru harus tampil untuk mendidik dan melatih anak-anak kita agar mempunyai karakter, integritas, kemandirian, dan kerja keras,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Heriansyah juga menyoroti pentingnya membangun kemampuan berpikir kritis di lingkungan sekolah. Guru memiliki peran penting dalam membimbing peserta didik agar tidak sekadar menerima informasi yang tersedia melalui teknologi, tetapi mampu mempertanyakan dan menganalisis informasi tersebut. “Berpikir kritis itu mempertanyakan hal ini kenapa terjadi, bagaimana prosesnya, hasilnya seperti apa, output-nya seperti apa, outcome-nya seperti apa. Itu yang dimaksud dengan bagaimana anak bisa berpikir kritis,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa penguasaan teknologi tanpa diimbangi karakter dapat membuat kemampuan yang dimiliki seseorang tidak digunakan secara tepat. Proses pendidikan harus mampu membentuk peserta didik yang tidak hanya cakap secara intelektual, tetapi juga memiliki tanggung jawab dalam memanfaatkan pengetahuan dan teknologi. Hal ini sejalan dengan semangat bahwa Disdikbud Kukar Tetap Tekankan Pendidikan Karakter di Tengah Pesatnya Perkembangan Iptek sebagai fondasi utama dalam mencetak generasi yang berintegritas.
Selain itu, perkembangan teknologi juga perlu dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Guru diharapkan terus meningkatkan kemampuan dalam menggunakan teknologi agar dapat mengikuti perubahan metode pendidikan dan kebutuhan peserta didik. Meski demikian, pemanfaatan teknologi artificial intelligence (AI) tidak boleh sepenuhnya menggantikan peran guru. Teknologi harus menjadi alat bantu pembelajaran, sementara proses pembentukan karakter dan pendampingan peserta didik tetap membutuhkan keterlibatan tenaga pendidik.
Heriansyah berharap, melalui peningkatan kompetensi guru yang dibarengi penguatan pendidikan karakter, peserta didik di Kukar dapat tumbuh menjadi generasi yang memiliki keterampilan, kompetensi, serta integritas. “Harapannya, anak-anak kita tumbuh menjadi sumber daya manusia yang unggul, punya skill, punya kompetensi, dan punya integritas,” pungkasnya.
Dengan demikian, Disdikbud Kukar Tetap Tekankan Pendidikan Karakter di Tengah Pesatnya Perkembangan Iptek bukan sekadar wacana, melainkan langkah nyata yang terus digaungkan untuk memastikan bahwa kemajuan teknologi berjalan seiring dengan pembentukan moral dan etika peserta didik. Sinergi antara guru, orang tua, dan pemerintah daerah menjadi kunci utama dalam mewujudkan pendidikan yang holistik dan berdaya saing.
