Laba Melonjak di Tengah Tantangan: Deretan Emiten Cetak Kinerja Cemerlang hingga Kuartal III 2026
Kalimantan Update – 01 November 2026 | Gelombang kinerja positif mewarnai laporan keuangan sejumlah emiten hingga kuartal III 2026. Dari sektor semen, pelayaran, hiburan, perbankan, hingga ritel global, laba menjadi sorotan utama ketika perusahaan-perusahaan ini berhasil membukukan pertumbuhan meski dihadapkan pada berbagai tekanan ekonomi. PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) misalnya, mencatatkan lonjakan laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp532 miliar atau melonjak 363,1 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) sepanjang Januari–September 2026.
Kenaikan laba tersebut tidak terlepas dari pertumbuhan pendapatan yang mencapai Rp27,67 triliun atau naik 9,3 persen yoy. Direktur Utama SIG, Indrieffouny Indra, mengungkapkan bahwa di tengah tantangan overcapacity hingga peningkatan biaya energi, perseroan menjalankan inisiatif strategis untuk mengamankan penjualan dan pendapatan, mendorong efisiensi melalui operational excellence, serta pengelolaan keuangan yang baik.
Dari sisi operasional, total volume penjualan SIG mencapai 27,87 juta ton. Penjualan domestik menjadi penopang utama dengan volume 22,27 juta ton atau tumbuh 4,2 persen yoy, seiring mulai pulihnya permintaan semen nasional. Segmen semen kantong domestik menjadi kontributor utama dengan pertumbuhan 4,6 persen yoy, sementara segmen curah tumbuh 2,9 persen yoy. EBITDA perseroan menguat 8,4 persen menjadi Rp3,56 triliun, sementara beban keuangan bersih turun 37,0 persen yoy sehingga memperkuat kinerja keuangan secara keseluruhan.
Kinerja Cemerlang dari Sektor Pelayaran hingga Hiburan
Pertumbuhan laba juga diraih PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR). Emiten pelayaran ini membukukan pendapatan US$647,37 juta atau naik 13,26 persen, dengan laba bersih naik 18,02 persen menjadi US$50,85 juta hingga kuartal III 2026. Direktur Utama Samudera Indonesia, Bani Mulia, menyebut Indonesia dan Asia Tenggara sebagai pasar utama yang memberikan kontribusi bagi perseroan. Saat ini layanan shipping SMDR telah menjangkau 28 negara, melayani 59 pelabuhan dengan 40 rute layanan yang meliputi Asia Tenggara, Far-East, Timur Tengah, Indian Subcontinent, dan Intra-Europe.
Di sektor hiburan, PT Rans Entertainment Indonesia Tbk (RANS), emiten yang terafiliasi dengan Raffi Ahmad, mencatatkan laba bersih sebesar Rp37,96 miliar atau meningkat 25,47 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp30,25 miliar. Pertumbuhan ini ditopang pendapatan yang naik 5,06 persen menjadi Rp243,73 miliar, dengan segmen hiburan dan gaya hidup sebagai kontributor terbesar senilai Rp169,61 miliar. Capaian tersebut turut mendorong kenaikan laba per saham dari Rp2,40 menjadi Rp3,01.
Perbankan dan Ritel Global Ikut Mencatatkan Lonjakan
Dari sektor perbankan, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (Bank BJB) membukukan laba bersih Rp1,1 triliun hingga September 2026 atau tumbuh 37,3 persen yoy. Direktur Utama Bank BJB, Ayi Subarna, menyampaikan bahwa pertumbuhan ini ditopang strategi growth with quality melalui pengelolaan biaya dana, peningkatan pendapatan berbasis komisi, efisiensi operasional, serta pengendalian risiko kredit. Fee-based income perseroan mencapai Rp1,7 triliun, sementara beban operasional turun sekitar 2 persen. Outstanding kredit digital KGB Pisan tercatat Rp271,4 miliar atau tumbuh 216,6 persen yoy.
Di kancah internasional, raksasa kopi asal Amerika Serikat, Starbucks, mencatatkan lonjakan laba bersih 408,8 persen menjadi US$677,2 juta pada kuartal keempat fiskal 2026, meski pendapatannya turun 4,5 persen menjadi US$9,14 miliar. Lonjakan ini sebagian mencerminkan penurunan tajam biaya restrukturisasi serta penurunan nilai aset. Laba operasional perusahaan melonjak 256,5 persen menjadi US$991,8 juta dengan margin yang melebar menjadi 10,8 persen. Untuk keseluruhan tahun fiskal 2026, laba bersih tahunan Starbucks naik 36,1 persen menjadi US$2,53 miliar.
Berikut ringkasan kinerja sejumlah emiten hingga kuartal III 2026:
| Perusahaan | Laba Bersih | Pertumbuhan (yoy) |
|---|---|---|
| SIG | Rp532 miliar | +363,1% |
| Samudera Indonesia (SMDR) | US$50,85 juta | +18,02% |
| RANS | Rp37,96 miliar | +25,47% |
| Bank BJB | Rp1,1 triliun | +37,3% |
| Starbucks (kuartal IV) | US$677,2 juta | +408,8% |
Meski demikian, tantangan tetap membayangi. SIG mencatat beban pokok pendapatan yang naik 6,1 persen seiring peningkatan volume penjualan dan kenaikan biaya energi. Sementara itu, biaya jasa SMDR naik 15,04 persen dan beban pokok penjualan RANS naik 11,48 persen. Starbucks pun mencatat penurunan pendapatan internasional 37 persen akibat restrukturisasi operasi di China menjadi model ventura bersama berlisensi. Namun, penjualan komparabel global Starbucks tetap naik 7,2 persen.
Secara keseluruhan, deretan capaian ini menunjukkan bahwa berbagai sektor usaha mampu menjaga tren pertumbuhan laba di tengah situasi yang menantang. SIG optimistis industri semen domestik masih memiliki prospek menjanjikan, terlihat dari perbaikan permintaan seiring meningkatnya aktivitas konstruksi. Sejumlah program pemerintah seperti program 3 juta rumah, pembangunan infrastruktur nasional dan daerah, giant sea wall, serta investasi industri dan hilirisasi akan menjadi penggerak permintaan. Dengan strategi efisiensi, disiplin harga, dan pengelolaan risiko yang baik, perusahaan-perusahaan ini membuktikan bahwa pertumbuhan laba yang berkelanjutan masih dapat diraih pada sisa tahun buku 2026.
Penulis: Sukardi
Editor: Rudi Hamdani
Sumber Berita: Warta Ekonomi, Liputan6, IDN Times
